YouTuber, Ini Rahasia Membuat Thumbnail yang ‘Menjual’

Rumus Membuat YouTube Thumbnail yang Menarik | Ryan Mintaraga (Image: Pixabay)
Rumus Membuat YouTube Thumbnail yang Menarik | Ryan Mintaraga (Image: Pixabay)

Daftar Isi

Lama baca: 4 menit

Sebelum kita mulai, saya ingin mengajukan sebuah pertanyaan, “Saat membuka YouTube, apa yang membuat Anda lebih memilih video A ketimbang video B, padahal kedua video itu memiliki judul dan konten yang sama?” Jika salah satu jawaban pertanyaan tersebut adalah, “YouTube thumbnail yang menarik”, maka tulisan ini pas untuk netter baca, apalagi yang ingin menjadi YouTuber.

Saya yakin netter sudah paham apa itu thumbnail saat membuka YouTube.

Dikutip dari blog Drappedia, thumbnail merupakan sebuah gambar dengan resolusi kecil atau ukuran gambar yang lebih kecil dari gambar aslinya, yang ditampilkan untuk pengguna.

Faktanya memang, di YouTube kotak kecil bergambar itu cukup berperan mencuri hati pengunjung untuk mengeklik dan menonton videonya. Istilah ‘dari mata turun ke hati’ pun jelas berlaku di sini.

Karena itu demi mendapat viewer, beberapa YouTuber memasang thumbnail yang ‘menipu’, umumnya berupa foto cewek cantik nan seksi. Begitu diklik, eh di videonya nggak ada cewek itu sama sekali. Pengunjung pun misuh-misuh dibuatnya.

Jebakan yang efektif.

rumus membuat thumbnail (youtube thumbnail) yang menarik
youtube thumbnail (videopower)

Dari berbagai sumber, saya menemukan dan menghimpun empat rumus membuat thumbnail yang menarik bagi para YouTuber, semoga bermanfaat. Apalagi jika diperhatikan baik-baik, hampir semua YouTuber kelihatannya menggunakan rumus ini.

Mari kita mulai!

Rumus 1: Tampilkan Wajah pada YouTube Thumbnail

Wajah. Ya, wajah.

Konon, thumbnail yang menampilkan wajah akan lebih mudah menggaet viewers dibanding yang sekadar menampilkan benda, bahkan meski videonya adalah review produk.

Sharing sedikit, kebiasaan saya saat menonton video di YouTube adalah membaca komentar. Dan sering saya menemukan komentar semacam ini:

“Come here because the girl.”

“Siapa yang datang ke sini karena modelnya?”

“Ceweknya mana woy?!”

Artinya, menampilkan wajah sepertinya sudah menjadi rumus membuat thumbnail paling dasar, mungkin karena pada dasarnya kita suka melihat orang lain. Namun kabarnya, thumbnail yang menampilkan wajah membuat pengunjung merasa dimanusiakan dan merasa berhadapan dengan manusia, bukan benda mati.

Baca juga:  Cara Download Video YouTube ke MP4, Praktis!

Lalu, wajah seperti apa yang cukup bisa mencuri klik? Apakah harus bening, ganteng, cantik?

Belum tentu.

Untuk urusan menampikan wajah, saya ingat seorang coach bicara tentang enam ekspresi dasar manusia yaitu bahagia, sedih, terkejut, takut, jijik, dan marah.

Tipsnya: gunakan ekspresi dasar tersebut, tampilkan yang sesuai dengan judul atau konten video.

Rumus 2: Teks pada YouTube Thumbnail

Ada beberapa hal yang harus diperhatikan untuk urusan teks ini. Kita bahas satu per satu.

Pilih Font yang Tegas dan Jelas

Sebagian orang suka font yang curly, melingkar-lingkar seperti Comic Sans yang sangat melegenda atau tulisan tangan seperti Edwardian Script, dll.

Tidak masalah bila font semacam itu digunakan dalam konten video, tapi tidak di thumbnail-nya.

Untuk thumbnail, gunakan huruf yang tegas dan jelas.

Ingat, kita bersaing dengan channel lain dan berebut klik dari viewers. Ingat pula, kebiasaan kita saat membuka YouTube adalah melihat thumbnail, bukan membaca judul.

Karena itu, usahakan agar teks yang tampil di thumbnail mudah dibaca, dan salah satu caranya adalah menggunakan font yang tegas, misalnya Poppins, Bebas Neue, atau Open Sans yang kebetulan jadi pilihan saya di blog ini.

Teks yang Singkat Namun Efektif

Usahakan teks yang ditulis terdiri dari lima kata atau kurang, gunakan pula formula yang lazim digunakan pada pemberitaan media berupa penulisan kata dasar tanpa imbuhan. Salah satu contohnya adalah “Sabdo Palon Nagih Janji”

Pemilihan Kalimat

Sejauh ini setahu saya ada dua opsi yang bisa dipilih:

  1. Berupa kutipan atau sama dengan judul konten. Menggunakan opsi ini, kita sudah sedikit membocorkan apa yang akan dibahas. Judul artikel ini, misalnya, yang membahas Rumus Membuat Thumbnail. Pembaca mengeklik artikel ini karena sudah dapat gambaran materi apa yang akan dibahas.
  2. Berupa clickbait yang mengundang rasa penasaran. Menggunakan opsi ini, kita sama sekali tidak memberikan clue pada pengunjung mengenai apa yang akan dibahas. Netter mungkin pernah mendengar ada YouTuber yang menuliskan judul “Saya Pamit” di videonya? Nah, itulah judul yang clickbait. Pengunjung dibuat bertanya-tanya sehingga mengeklik video.
Baca juga:  Memanfaatkan Jam Kosong Selama Bekerja dari Rumah

Halaman Berikutnya: Rumus 3: Hati-hati Sisi Kanan!

Dipublish pertama kali di blog.ryanmintaraga.com.  Copasing diperbolehkan dengan mencantumkan lengkap alamat URL di atas atau dengan tidak menghapus/mengubah amaran ini.  Disclaimer selengkapnya.

Bagikan Jika Artikel Ini Bermanfaat

Tinggalkan komentar