Wisata Suka-suka di Bangkok

Wisata Suka-suka di Bangkok | Ryan Mintaraga
Wisata Suka-suka di Bangkok | Ryan Mintaraga

Daftar Isi

Lama baca: 5 menit

Halaman sebelumnya

Calypso Cabaret, Menonton Pertunjukan para Ladyboy

pertunjukan para ladyboy di calypso cabaret, dokpri

Calypso Cabaret berlokasi di Asiatique juga, tepatnya di Warehouse 3 dengan dua kali pertunjukan di jam 19.30 dan 21.00, menampilkan pertunjukan yang dibawakan para ladyboys Thailand – atau setidaknya seperti itu.

Di luar dugaan kebanyakan orang, Calypso Cabaret menampilkan pertunjukan yang megah, mewah, dan meriah dengan tata panggung, lampu, serta kostum yang dikemas apik, tentu diselingi sedikit humor slapstick khas waria.

Pertunjukannya lipsync, menampilkan koreografi dan busana dari berbagai bangsa seperti Amerika, China, India, Jepang, dan sebagainya. Namun ada satu benang merah yang hendak disampaikan melalui pertunjukan berdurasi sekitar 70 menit itu yaitu, “Proud to be yourself”.

calypso cabaret, dokpri
calypso cabaret, dokpri

Di situs resminya, Calypso Cabaret menjamin pertunjukan yang mereka bawakan aman bagi keluarga hanya saja tidak direkomendasikan bagi anak di bawah 5 tahun karena ada kekhawatiran akan mengganggu penonton lain.

Usai pertunjukan, penonton bisa berfoto bersama sebagian pemain kabaret di pintu keluar, tentu dengan sedikit memberi tips.

berfoto dengan pemain kabaret, dokpri
berfoto dengan pemain kabaret, dokpri

Pertanyaannya, benarkah pemain kabaret itu seluruhnya waria? Sila menebak-nebak.

Fast & Furious: Tuk Tuk

tuk tuk, dokpri

Semua tahu tuk tuk adalah bajai-nya Thailand.

Walau nama tuk tuk mendunia, beberapa pihak di Thailand mengingatkan wisatawan untuk waspada terhadap ‘permainan’ yang mungkin dilakukan para driver tuk tuk.

Meski begitu, tak puas rasanya ke Thailand tanpa mencoba tuk tuk. Dekati salah seorang dari mereka lalu sebutkan tujuan kita, mereka pun buka harga.

Untuk soal harga, wisatawan asing jelas sulit melakukan tawar-menawar dengan driver tuk tuk, mereka punya alasan bahwa jaraknya jauh, rute harus memutar, atau lalu lintas macet. Karena itu pilihannya hanya take or leave.

Jika sudah deal, kita harus bersiap.

Baca juga:  Hasil Uji Lensa Tambahan Murah Meriah Untuk Ponsel

Kebanyakan tuk tuk sudah dimodifikasi mesinnya ke cc yang lebih tinggi hingga kendaraan ini jauh lebih bertenaga dibanding bajaj. Raungan knalpot tuk tuk bisa dibilang gahar, kendaraan pun mampu dipacu kencang dengan mulus. Interiornya dilengkapi lampu-lampu disko, kita bahkan bisa request musik ke driver-nya.

Serunya, rata-rata tuk tuk dikemudikan kencang melesat membelah jalanan Bangkok.

Ajeb-ajeb di Khaosan Road

ajeb-ajeb di sekitar khaosan road, dokpri

Khaosan Road disebut favoritnya para backpacker atau budget traveller. Kabarnya harga penginapan di sini adalah yang termurah dibanding kawasan lain di Bangkok.

Tapi ada hal lain yang menarik dari jalan sepanjang kurang lebih 400 meter ini. Di siang harinya, suasana di kawasan ini biasa saja. Namun begitu malam tiba, kawasan ini berubah ramai.

Ingar-bingarnya kawasan ini disebabkan mulai beroperasinya klub-klub malam di sepanjang jalan Khaosan. Jalanan yang menjadi terasa panjang, di kiri kanan dentuman musik saling beradu keras menembus gendang telinga.

ramainya khaosan road, dokpri

Jalanan penuh sesak dengan wisatawan – kebanyakan bule – yang sekadar numpang lewat atau menikmati minuman beralkohol yang dijual klub-klub malam tersebut. Keramaian akan ditambah dengan deretan pedagang kaki lima yang menjajakan kuliner ekstrem khas Thailand.

ramainya khaosan road, dokpri

Bagi wisatawan yang ingin suasana lebih tenang bisa bergeser ke Rambuttri, tidak jauh dari Khaosan Road.

suasana di rambuttri, dokpri

Keramaian di Khaosan Road dan sekitarnya mulai berkurang sekitar jam 02.00 dini hari hingga sekitar jam 04.00 kawasan ini benar-benar sepi. Uniknya, menjelang dini hari dikatakan ada beberapa bhante (biksu) melintasi kawasan sekitar Khaosan karena tak jauh dari situ ada sebuah kuil besar.

Hal-hal yang Perlu Diperhatikan

  1. Di Chatuchak – seperti kebanyakan jalanan di Bangkok termasuk bandara Don Mueang – amat sangat sulit menemukan tempat sampah. Karena itu bijaklah saat membeli makanan basah, sebaiknya dimakan di tempat supaya mudah dibuang. Untuk minuman kaleng atau botol masih bisa kantongi sampai kita menemukan tempat sampah, biasanya dekat toilet umum.
  2. Thailand sudah menerapkan larangan kantong plastik, karena itu toko-toko di Bangkok sama sekali tidak menyediakan kantong plastik sebanyak apapun kita belanja. Solusinya, bawa selalu kantong belanja atau totte bag.
  3. Bangkok bukan surga bagi perokok. Hampir seluruh tempat di Bangkok menerapkan larangan merokok.
  4. Tidak ada pertunjukan telanjang di Calypso, pemain-pemainnya mengenakan body suit warna nude.
  5. Saat menaiki tuk tuk, baiknya simpan handphone di kantong atau tas karena bisa saja si tuk tuk sewaktu-waktu ngepot mengakibatkan handphone meluncur terlepas dari tangan.
  6. Jangan bandingkan tarif tuk tuk dengan taksol. Tarif tuk tuk di Bangkok tidak jauh beda dengan taksi meter (taksi argo).
  7. Memotret kuliner ekstrem di Bangkok tidak gratis. Kebanyakan pedagang mematok tarif minimal 10 baht untuk memotret.
  8. Suhu udara di Bangkok sama dengan Jakarta, pun tidak ada perbedaan waktu antara Bangkok dengan Jakarta.
Baca juga:  Memotret Lebih Artistik Menggunakan Kamera Ponsel

Itulah sedikit wisata suka-suka yang bisa kita lakukan saat mengunjungi Bangkok. Sudah punya pilihan?

Seluruh gambar yang ada di tulisan ini merupakan dokumentasi pribadi yang diambil menggunakan smartphone nokia 7

Dipublish pertama kali di blog.ryanmintaraga.com.  Copasing diperbolehkan dengan mencantumkan lengkap alamat URL di atas atau dengan tidak menghapus/mengubah amaran ini.  Disclaimer selengkapnya.

Bagikan Jika Artikel Ini Bermanfaat

3 pemikiran pada “Wisata Suka-suka di Bangkok”

  1. Metropolis banget ya, kayaknya malah lebih lengkap fasilitas modernnya dibandingkan dengan di Jakarta. Secara Thailand ini kan jadi kiblat otomotif Indonesia juga.

    Balas
    • Untuk metropolis, kelihatannya Jakarta masih lebih metro, Bang. Di Bangkok beberapa kali ada bangunan-bangunan yang kusam. Tapi untuk kehidupannya, warga Bangkok masih lebih beradab dibanding warga Jakarta hehehe. Mereka tertib.

      Balas

Ada pendapat? Sila tulis di bawah sini