Wisata Suka-suka di Bangkok

Lama baca: 7 menit

Bangkok yang menjadi ibukota kerajaan Thailand bisa dibilang menawarkan ragam wisata yang komplet mulai peninggalan sejarah, budaya, religi, belanja, seni, kuliner, dan tentu saja kehidupan malamnya. Untuk kuliner tak perlu ditanya, kebanyakan orang akan menyebut kuliner ekstrem Thailand seperti belalang, kalajengking, dan sebangsanya. Untuk religi, Bangkok (dan Thailand) identik dengan agama Buddha berikut kuil dan patung-patungnya.

Tulisan ini memilih judul wisata suka-suka karena ditujukan bagi wisatawan yang ingin mencari sesuatu yang sedikit beda saat mengunjungi Bangkok. Selama ini seolah ada pakem wajib bahwa berwisata itu harus mengunjungi tempat ini tempat itu, harus ke sana harus ke sini, padahal belum tentu juga kita akan merasa amazed begitu melihatnya.

Terkadang kita berwisata hanya karena ingin merasakan satu-dua hal sederhana di tempat tersebut.

Sedikit out of topic, sebagian orang suka ke Singapore hanya karena ingin mengulang sensasi naik MRT-nya yang melesat cepat. Sebagian orang suka ke Malaysia hanya karena ingin mendengar percakapan bahasa Melayu yang mengalun naik-turun. Begitupun di Bangkok, bisa jadi kita sekadar ingin menikmati sesuatu yang lain.

omelette on rice, masakan sederhana nasi dan telur dadar, dijual 35 baht. kita bisa pilih isian telur dadarnya apa saja, juga bisa memilih lauk pelengkap telur dadarnya, dokpri

Kembali ke topik.

Berikut rekomendasi wisata suka-suka di Bangkok ala blog ini, sila menyimak!

Tersesat di Chatuchak Weekend Market

suasana belanja di chatuchak weekend market, dokpri

Dibaca Jatujak, Chatuchak Weekend Market adalah pasar yang kabarnya hanya buka saat akhir pekan mulai jam 08.00 hingga 18.00.

Bisa dibilang, hampir segala barang ada di sini.

Pasar ini sangat luas, infonya ada lebih dari 15.000 kios. Saking luasnya, kita bisa tersesat di dalamnya, masuk dari pintu mana, eh keluarnya dari pintu lain. Kita tak bisa semata mengandalkan ingatan belok kanan kiri lurus dan seterusnya saat berada di sini.

Bila kebetulan tertarik pada barang yang ada di sebuah kios dan memutuskan untuk kembali lagi nanti, lebih baik pikir dulu karena belum tentu kita bisa menemukan kios itu lagi, kecuali jika kita memotret penunjuk alamat kios tersebut.

papan penunjuk alamat, terpasang di setiap gang di chatuchak, dokpri

Harga barang yang dijajakan di Chatuchak umumnya makin ke dalam makin murah, karena itu tak perlu ragu untuk blusukan.

dompet kecil, di tempat lain dijual seharga 20 baht, di chatuchak bisa didapat dengan harga 10 baht bahkan ada yang memberikan penawaran beli 10 gratis 1, dokpri
tas selempang lucu untuk anak-anak, dokpri

Lelah berputar-putar di Chatuchak, kita bisa melemaskan kaki sejenak di kios-kios massage atau menikmati minuman segar.

Belanja di Chatuchak Weekend Market tak cukup hanya dengan satu dua jam, kita bahkan bisa menghabiskan waktu hingga lima jam!

Memandangi Sungai di Asiatique Riverfront

naik kapal di asiatique, dokpri

Lebih familiar disebut Asiatique saja, tempat ini sejatinya pasar malam dengan konsep modern ala mal. Beberapa brand hadir di Asiatique yang beroperasi mulai jam 16.00.

Selain tempat belanja dan kuliner, Asiatique menyuguhkan wahana Asiatique Sky serupa Bianglala setinggi 60 meter. Dengan wahana ini kita bisa menikmati panorama sekitar Chao Phraya, sungai utama yang membelah Thailand.

asiatique sky, chang adalah merek bir, dokpri

Di ujung Asiatique terdapat dermaga yang jadi spot favorit berswafoto ataupun nge-vlog. Dari dermaga tersebut kita bisa memandang sungai Chao Phraya.

Kita bahkan bisa menyusuri sebagian kecil sungai Chao Phraya menggunakan kapal yang disediakan gratis di sini, hanya saja antreannya bukan main. Kapal gratis ini berada di dermaga sebelah kiri.

Halaman berikutnya: Calypso Cabaret, Menonton Pertunjukan para Ladyboy

Tulisan Terkait

Dipublish pertama kali di blog.ryanmintaraga.com, copasing diperbolehkan dengan mencantumkan lengkap alamat URL di atas atau dengan tidak menghapus/mengedit amaran ini. Disclaimer selengkapnya.

Artikel ini mendapat 135 views sejak dipublish

3 pemikiran pada “Wisata Suka-suka di Bangkok”

  1. Metropolis banget ya, kayaknya malah lebih lengkap fasilitas modernnya dibandingkan dengan di Jakarta. Secara Thailand ini kan jadi kiblat otomotif Indonesia juga.

    Balas
    • Untuk metropolis, kelihatannya Jakarta masih lebih metro, Bang. Di Bangkok beberapa kali ada bangunan-bangunan yang kusam. Tapi untuk kehidupannya, warga Bangkok masih lebih beradab dibanding warga Jakarta hehehe. Mereka tertib.

      Balas

Ada pendapat? Sila tulis di bawah sini

%d blogger menyukai ini: