(Virus) Korona, Cara Kerja & Gejala Infeksi yang Terlihat

Virus Korona, Cara Kerja & Gejala Infeksi yang Terlihat | Ryan Mintaraga (Image: Pixabay)
Virus Korona, Cara Kerja & Gejala Infeksi yang Terlihat | Ryan Mintaraga (Image: Pixabay)

Daftar Isi

Lama baca: 6 menit

Sudah memasuki minggu ketiga sejak warga – khususnya Jakarta – diimbau untuk beraktivitas dari rumah akibat serangan virus Korona. Bagi pelajar, saat ini sudah memasuki minggu ketiga pelaksanaan Online Class, Home Learning, atau apapun istilahnya, yang intinya belajar dari rumah. Sementara bagi sebagian pekerja, ini sudah memasuki minggu ketiga pelaksanaan Work From Home (WFH) alias bekerja dari rumah.

Tak ada yang menyangka, wabah yang sebelumnya terasa jauh karena terjadi di negeri seberang, tiba-tiba saja menjadi sesuatu yang sangat dekat hari-hari ini.

Tulisan ini tidak membahas apa yang sudah banyak dibahas di berbagai media. Di sini saya hanya mengutip tulisan dua narasumber mengenai karakteristik virus pada umumnya – termasuk korona – serta gejala yang membedakan serangan CoViD-19 dengan penyakit lainnya, sebagai pengetahuan bagi kita semua.

Kedua narasumber yang saya maksud adalah Rahmad Agus Koto seorang praktisi mikrobiologi dan dr. Donny M. Shalahuddin seorang praktisi medis sekaligus pendiri White World Foundation.

Mari kita mulai.

Beginilah ‘Jahatnya’ Virus

Virus adalah makhluk hidup yang relatif sangat sederhana.

Virus tidak memiliki struktur biologis untuk mengolah dan menghasilkan energi. Virus juga tidak dilengkapi struktur biologis untuk berkembang biak. Dan yang khas, virus sama sekali tidak bisa hidup aktif di luar sel makhluk hidup lain.

Oleh karena itulah, makhluk yang berukuran sekitar 0,1 mikron tersebut digelari parasit sejati.

Selain itu, virus juga memiliki satu keunikan yang membuat para ahli mikrobiologi terlibat perdebatan apakah virus merupakan makhluk hidup atau sekadar senyawa kimia yang sangat istimewa alias benda mati. Keunikan itu adalah virus bisa dikristalisasi dan masih tetap aktif.

Baca juga:  Data Realtime Kasus Positif COVID-19 dari Seluruh Dunia

Demi menjaga keberlangsungan spesiesnya, virus dibekali alam dengan peralatan khusus untuk memasuki sel makhluk hidup lain. Fitur ini adalah fitur yang paling menentukan keberhasilan virus SARS-CoV-2 menjadi pandemi.

cara kerja virus (fb rahmad agus koto)

Setelah berhasil menembus dinding dan atau membran sel inang (host), gen virus mengelabui inti sel supaya memproduksi atau memperbanyak seluruh komponen virus itu sendiri kemudian merangkainya menjadi sel-sel virus baru yang utuh.

Satu sel virus SARS-CoV-2 penyebab penyakit CoViD-19 yang menginfeksi sel pada sistem pernafasan manusia, bisa menghasilkan 100 hingga 1.000 virion baru.

Saat virus-virus baru itu keluar dari sel inang atau sudah mencapai jumlah tertentu, sel inangnya akan non-aktif atau hancur, mati. Selanjutnya, virus-virus baru itu menyiapkan diri untuk memasuki sel-sel inang yang lain.

Setelah menipu inangnya, membajak sumber daya dan energi inangnya, iapun membunuh inangnya setelah tujuannya tercapai.

Begitulah jahatnya virus.

Jahat, tentunya dari sudut pandang kemoralan kita manusia. Sedangkan dari sisi virusnya sendiri sepertinya tidak mengenal konsep jahat atau baik. Entahlah.

Yang jelas, Sang Pencipta alam semesta telah menciptakan model kelangsungan hidup virus dengan jalan seperti itu, yang pastinya mempunyai tujuan tertentu.

(Rahmad Agus Koto, Praktisi Mikrobiologi)

Gejala CoViD-19 Mirip Flu

Berdasar penyebarannya, virus korona adalah kelompok besar virus yang umum ditemukan pada hewan dan bersifat zoonotik.

Berdasarkan golongannya, virus korona diklasifikasi menjadi tiga:

  1. Virus Korona Golongan 1 dan 2 yang menginfeksi mamalia mulai dari kelelawar hingga manusia.
  2. Virus Korona Golongan 3 yang hanya ditemukan pada spesies avian (burung).

Yang juga termasuk keluarga virus korona adalah:

  1. Virus SARS (Severe Acute Respiratory Syndrome) yang jadi pandemi tahun 2003 dan ditemukan pertama kali di Guangdong China lalu menyebar ke Hongkong, Singapura, dan Amerika Serikat.
  2. Virus MERS (Middle East Respiratory Syndrome) yang jadi pandemi tahun 2012 dan ditemukan pertama kali di Riyadh Arab Saudi lalu menyebar ke 27 negara termasuk Austria, China, Mesir, Perancis, Jerman, Malaysia, Filipina, Thailand, Turki, Inggris, dan Amerika Serikat.
  3. Novel Coronavirus (Covid-19) yang ditemukan pertama kali di Wuhan China.
ilustrasi wujud coronavirus (pixabay)

Secara umum disebutkan gejala infeksi virus korona (Covid-19) mirip gejala flu. Tabel berikut memperlihatkan perbedaan gejala infeksi virus korona dibanding serangan flu biasa maupun influenza.

Baca juga:  Putri Duyung, Benarkah Keberadaannya Hanya Mitos?
Gejala KlinisCoronavirusInfluenzaFlu normal
Demam
Batuk
Hidung berair
Hidung tersumbat
Bersin
Sakit tenggorokan
Gangguan tenggorokan / tidak nyaman
Pernapasan cepat / abnormal
Dahak kental✓ (kuning kehijauan)
Muntah
Diare
Lemah
Sakit otot
X-Ray pada paru-paru

Karena kemiripan beberapa gejala satu sama lain itulah, untuk memastikan apakah seseorang terinfeksi virus korona atau tidak, diperlukan pemeriksaan medis.

Sejumlah tindakan yang bisa dilakukan untuk mengurangi efek penularan virus antar-manusia yaitu antara lain:

  1. Segera periksakan kesehatan diri setelah pulang dari negara yang terjangkit virus korona dalam jangka waktu 14 hari .
  2. Siapapun yang terkena infeksi harus selalu mengenakan masker.
  3. Cuci tangan dengan air mengalir selama 20 detik atau membasuh tangan dengan cairan antiseptik.
  4. Segera periksakan diri ke dokter agar penyakit tidak bertambah parah.

(dr. Donny M. Shalahuddin, Praktisi Medis)

Penutup

Dengan mengetahui karakteristik dan cara kerja virus korona, diharapkan kita bisa lebih tenang dalam melaksanakan aktivitas sehari-hari dan tidak mudah termakan info-info menyesatkan yang dibuat karena kurangnya pengetahuan maupun kesengajaan.

Saran saya, gunakan selalu informasi dari situs resmi dan kredibel.

Semoga kita semua selalu berada dalam kondisi sehat sampai hari dimana wabah ini menghilang dan kita bisa kembali beraktivitas seperti biasa.

Catatan:

  1. Kristalisasi adalah proses dimana virus dijadikan kristal. (https://www.nafiun.com/2012/12/virus-dan-peranannya-dalam-kehidupan.html)
  2. Virion adalah partikel independen terdiri atas materi genetik berupa asam nukleat (DNA atau RNA) yang diselubungi lapisan protein yang disebut kapsid. Virion adalah wujud virus saat tidak dalam proses menginfeksi sel. (https://kumparan.com/kumparansains/ilmuwan-eijkman-jelaskan-cara-virus-corona-covid-19-infeksi-manusia-1spJ3i8D0hl)
  3. Penyakit Zoonotik atau Zoonosis adalah penyakit yang secara alami dapat menular dari hewan vertebrata ke manusia atau sebaliknya. Zoonosis disebabkan oleh patogen seperti bakteri, virus, fungi, serta parasit seperti protozoa dan cacing. (https://id.wikipedia.org/wiki/Zoonosis)
  4. Jika dikonversi, 1 mikron sama dengan 0,001mm. Padahal virus berukuran 0,1 mikron yang berarti 0,0001mm. Tak terbayangkan kecilnya. (https://www.metric-conversions.org/id/panjang/mikron-ke-millimeter.htm)
Baca juga:  Memanfaatkan Jam Kosong Selama Bekerja dari Rumah

Referensi & Tautan Luar:

  1. Beginilah Jahatnya Virus, Rahmad Agus Koto
  2. Waspada Infeksi Virus Corona, Gejalanya Mirip Flu, GaneshaTV
  3. Konversi mikron ke milimeter
Sumber gambar: Mohamed Hassan (Pixabay)

Dipublish pertama kali di blog.ryanmintaraga.com.  Copasing diperbolehkan dengan mencantumkan lengkap alamat URL di atas atau dengan tidak menghapus/mengubah amaran ini.  Disclaimer selengkapnya.

Bagikan Jika Artikel Ini Bermanfaat

Tinggalkan komentar