Tutorial Cara Masuk ke BIOS untuk Windows PC

Tutorial Cara Masuk ke BIOS untuk Windows PC | Ryan Mintaraga
Tutorial Cara Masuk ke BIOS untuk Windows PC | Ryan Mintaraga
Facebook
Twitter
LinkedIn
Pinterest
WhatsApp
Telegram

Daftar Isi

Lama baca: 4 menit

Dilansir dari berbagai sumber, BIOS (Basic Input Output System) adalah sistem dasar pada sebuah komputer yang berfungsi sebagai pengatur proses input dan output data pada sebuah komputer.  BIOS berisi kumpulan informasi dan konfigurasi mengenai perangkat yang terdapat pada sebuah komputer dan mengatur fungsi-fungsi dasar hardware (perangkat keras) pada sebuah komputer.

Netter mungkin pernah mendengar atau membaca di forum-forum komputer, “Coba masuk ke BIOS,” tatkala ada masalah (problem) pada komputernya.

Kapan Kita Harus Masuk ke BIOS?

Yang paling umum adalah ketika kita – sebagai pengguna komputer – bermaksud menginstal ulang sistem operasi atau menginstal sistem operasi lain ke dalam komputer dimana instalernya berupa flashdisk atau hardisk eksternal.  Proses ini akan saya jelaskan lain waktu.

saat ini proses instalasi windows menggunakan flashdisk sebagai instaler-nya (dokpri menggunakan huawei p30 lite)
saat ini proses instalasi windows (atau sistem operasi lain misalnya linux) menggunakan flashdisk sebagai instaler-nya (dokpri menggunakan huawei p30 lite)

Selain itu, kita harus masuk BIOS saat kita memasang komponen baru namun tidak terdeteksi oleh komputer.  Di sini kita masuk BIOS untuk memeriksa apakah komponen tersebut memang terbaca atau tidak.

perhatikan gambar di atas, terlihat bahwa komputer saya menggunakan prosesor amd ryzen 5 2600 dengan total ram yang terpasang adalah ddr4 32 giga terdiri dari 2 keping ram 16 giga yang dipasang di slot 2 dan 4 (screenshot)
perhatikan gambar di atas, terlihat bahwa komputer saya menggunakan prosesor amd ryzen 5 2600 dengan total ram yang terpasang adalah ddr4 32 giga terdiri dari 2 keping ram 16 giga yang dipasang di slot 2 dan 4 (screenshot)

Bagi netter yang menginstal Batocera atau Linux di hardisk eksternal, kita juga harus masuk ke BIOS saat komputer dinyalakan dan mengubah boot order (urutan booting).

untuk mengubah boot order harus dilakukan di bios (screenshot)
untuk mengubah boot order harus dilakukan di bios (screenshot)

Dengan mengubah boot order ke hardisk eksternal atau flashdisk, proses booting akan dicegat sehingga komputer tidak masuk ke Windows melainkan langsung menjalankan Linux atau Batocera atau OS lain yang ada di flashdisk atau hardisk eksternal tadi.

Cara Masuk ke BIOS

Untuk masuk ke BIOS, ikuti langkah-langkah berikut:

  1. Apabila komputer dalam keadaan mati, nyalakan komputer.
  2. Apabila komputer dalam keadaan menyala, lakukan restart.
  3. Setelah monitor komputer menunjukkan tanda-tanda aktif (terlihat dari lampu indikator monitor) atau komputer menampilkan logo (biasanya logo motherboard) segera tekan tombol [Del] atau [Delete] di keyboard.  Tekan saja, tidak usah tekan-tahan.
  4. Setelah beberapa saat, komputer akan masuk ke BIOS.
Baca juga:  Artikel Diplagiat? Laporkan ke Google!

Catatan:

  1. Di sini komputer saya menggunakan motherboard AsRock B450 Steel Legend.
  2. Beberapa motherboard, komputer, atau laptop merek lain mungkin saja beda tombol yang harus ditekan untuk masuk ke BIOS.  Sepanjang pengalaman saya dengan beberapa motherboard merek ECS dan Gigabyte juga beberapa tipe laptop merek ASUS, untuk masuk BIOS menggunakan tombol [Del] atau [Delete], tapi pernah juga saya menekan tombol [F2] atau [F12] di notebook Dell kalau tidak salah ingat.  Cek buku manual atau cari informasinya di internet.

Navigasi dan Hal Penting Seputar BIOS

Dulu, menu-menu atau navigasi BIOS hanya bisa diakses menggunakan tombol panah atas-bawah-kiri-kanan dan tombol [ENTER] untuk konfirmasi OK, tapi sekarang navigasi BIOS sepertinya sudah bisa menggunakan tetikus (mouse) walaupun jujur saja saya belum pernah mencobanya.

menu-menu bios berada di layar bagian atas, gunakan tombol panah kiri-kanan untuk berpindah menu (screenshot)
menu-menu bios berada di layar bagian atas, gunakan tombol panah kiri-kanan untuk berpindah menu (screenshot)

Bagaimanapun berhati-hatilah ketika ‘bermain’ BIOS karena sistem ini adalah sistem dasar yang memastikan komputer bisa bekerja.  Salah-salah, komputer malah mati total dan harus ganti komponen.  Jadi, pastikan bahwa netter mengerti apa yang dilakukan.

Untuk keluar dari BIOS bisa langsung menekan tombol [Esc], bisa juga mengarahkan navigasi ke menu Exit.  Di situ ada beberapa pilihan dimana dua diantaranya adalah:

  • Save changes and exit, ini adalah opsi yang dipilih apabila kita mengubah beberapa setting di BIOS seperti mengubah boot order dan menyimpannya. Dengan opsi ini, perubahan yang kita lakukan akan disimpan sebelum keluar dari BIOS.
  • Discard changes and exit, ini adalah opsi yang dipilih apabila kita tidak bermaksud menyimpan segala perubahan yang kita lakukan di BIOS. Dengan opsi ini, perubahan yang kita lakukan akan diabaikan, tidak disimpan ketika keluar dari BIOS.

Selain itu ada pula opsi Load default untuk memanggil kembali setting default BIOS.

Baca juga:  Mau ke Tebet Eco Park? Daftar Dulu di JAKI, Begini Caranya Lengkap dengan Gambar

Setelah keluar dari BIOS, komputer akan melakukan restart.

Nah, itulah cara masuk ke BIOS dan beberapa hal penting seputar BIOS.  Kalau masih bingung, netter bisa menonton video cara masuk ke BIOS yang saya sertakan di tulisan ini.  Kalau ingin menyimpan videonya, netter mungkin bisa membaca tulisan ini untuk tahu caranya.

Semoga tulisan saya bermanfaat, selamat mencoba!

Referensi & Tautan Luar:

  1. BIOS adalah, Pak Dosen
  2. Apa itu BIOS? Berikut Pengertian dan Fungsinya, Pilar Teknotama
  3. Daftar Lengkap Tombol Keyboard untuk Masuk BIOS, IT Poin

Video:

Sumber gambar: envato

Dipublish pertama kali di blog.ryanmintaraga.com.  Copasing diperbolehkan dengan mencantumkan lengkap alamat URL di atas atau dengan tidak menghapus/mengubah amaran ini.  Disclaimer selengkapnya.

Bagikan Jika Artikel Ini Bermanfaat

Facebook
Twitter
LinkedIn
Pinterest
WhatsApp
Telegram

Tinggalkan komentar