Tips Berfoto untuk Surat Lamaran Pekerjaan

Lama baca: 4 menit

Pepatah ‘dari mata turun ke hati‘ tidak melulu berlaku untuk soal asmara. Dalam hal karir pun pepatah itu berlaku, termasuk ketika melamar pekerjaan. Faktanya, kebanyakan staf HRD akan tertarik mengetahui lebih lanjut kualitas si pelamar apabila pelamar tersebut mampu menampilkan citra dirinya dengan baik. Pelamar yang mampu menampilkan citra dirinya dengan baik akan memperoleh kans lebih besar untuk diproses ke seleksi berikutnya.

Lantas di mana pelamar bisa menampilkan citra diri dalam surat lamaran pekerjaan?

Jawabannya sederhana: di pasfoto yang dilampirkan bersama Surat Lamaran Pekerjaan dan Curriculum Vitae.

Tulisan ini akan menyajikan tips bagaimana agar pasfoto kita menarik perhatian HRD, apalagi jika kita merasa memiliki wajah yang termasuk rata-rata.

Baca Juga: 3 Hal yang Harus Diingat Sebelum Resign

Kenali Dulu Wajah Kita

Bagaimana wajah kita? Kering? Berminyak? Mulus? Berjerawat?

Bagaimana kulit wajah kita? Cerah atau gelap?

Setiap karakter wajah membutuhkan treatment yang berbeda tetapi tujuannya sama:

Kita harus menampilkan wajah yang segar, bersih, dan cerah saat difoto.

Bagi pemilik wajah berminyak, tips berikut mungkin bisa dicoba. Pengambilan foto hendaknya dilakukan malam hari sekitar pukul 19 saat suhu udara sudah lebih dingin. Pelamar juga disarankan mandi terlebih dahulu (tidak cukup dengan hanya mencuci muka). Suhu udara yang dingin membuat wajah tidak lekas berminyak, apalagi kulit wajah sudah bersih. Perhatikan beda antara foto yang diambil siang dengan malam hari.

Jika wajah sedang berjerawat, tidak ada salahnya disamarkan dengan sedikit bedak (bagi netter pria). Sedangkan bagi yang berkulit gelap, sedikit sentuhan Photoshop diperbolehkan untuk menaikkan tingkat kecerahan kulit, namun jangan berlebihan.

Posisi Wajah Saat Difoto

Bagi beberapa orang, posisi wajah yang tepat saat difoto adalah sedikit menaikkan dagu sekitar 1 cm. Pose seperti itu menunjukkan keyakinan diri si pelamar, lagipula dengan pose tersebut alis akan terlihat datar yang menunjukkan ketenangan. Namun ingat, jangan terlalu tinggi menaikkan dagu. Alih-alih menunjukkan kepercayaan diri, kesan yang tertangkap adalah angkuh, arogan.

Bila posisi wajah saat difoto adalah menundukkan kepala, tanpa sadar si pelamar akan menaikkan bola mata untuk menatap lensa, alis pun akan terlihat menurun. Meski pose seperti itu mengesankan sorot mata yang tajam, posisi alis yang menurun itu menimbulkan kesan si pelamar sedang marah.

Namun kembali lagi, pelamar harus mengenal karakter wajahnya. Sebagian pelamar – apalagi wanita – yang memiliki dagu berlipat mungkin harus sedikit berhati-hati menaikkan dagunya saat difoto, apalagi jika pekerjaan yang diinginkan kelak mengharuskannya berinteraksi dengan orang lain.

Karena itu berhati-hatilah dengan posisi wajah saat difoto.

Berlatihlah untuk dapat menentukan sendiri posisi wajah yang pas. Dengan bantuan orang lain, ambillah foto-foto kemudian minta pendapat mereka.

“Jika saya berpose seperti ini, apa pendapatmu?  Kesan apa yang tertangkap dari pose seperti ini?”

Senyum? Perlukah?

Apapun posisi pekerjaan yang diinginkan, pastikan untuk sedikit tersenyum saat difoto, sedikit saja sekitar ½ sampai 1 cm. Ingat, walaupun tersenyum, ekspresi wajah harus tetap terlihat natural karena itulah wajah yang akan kita tampilkan sehari-hari apabila diterima bekerja.

Beberapa pekerjaan mungkin saja mensyaratkan wajah yang tegas bahkan cenderung sangar. Untuk pekerjaan seperti itu, pelamar bisa berfoto dengan posisi wajah sedikit menunduk sehingga menimbulkan kesan tatapan yang tajam. Tapi tetap, senyum sedikit itu perlu.

Berfoto Sesuai Pekerjaan yang Diinginkan

Berfoto sesuai pekerjaan yang diinginkan termasuk bagian penting dari upaya si pelamar menampilkan citra dirinya. Hal itu jugalah yang membuat staf HRD memutuskan mengundang si pelamar untuk mengikuti tahap berikutnya.

Ketika kita melamar untuk posisi staf keuangan, misalnya, maka foto yang dilampirkan sebaiknya bisa menampilkan citra diri sebagai ‘orang keuangan’ yang serba konservatif. Jika kita memutuskan melamar sebagai tenaga pengamanan, tak ada salahnya mengirimkan foto diri yang mengenakan kemeja hitam.

Bahkan jika kita memutuskan melamar sebagai tenaga kreatif di perusahaan advertising, bukan hal yang haram berfoto mengenakan kaos dengan pose yang mendobrak pakem.

Kesan pertama yang ditangkap staf HRD adalah, “Pelamar ini kelihatannya berpengalaman.”

Kesalahan Fresh Graduate dalam Berfoto

Kebanyakan ‘kesalahan’ yang dilakukan fresh graduate dalam melamar pekerjaan adalah mereka berfoto mengenakan jas yang terlihat terlalu besar di tubuh mereka sehingga mereka terlihat bertubuh kecil. Selain itu, fresh graduate berfoto mengenakan jas kampusnya yang menunjukkan bahwa mereka seorang fresh graduate.

Umumnya foto-foto seperti itu tidak akan menarik perhatian HRD karena mereka sudah terlalu banyak melihat foto serupa. Hanya dengan sekali lihat, HRD akan meletakkan Surat Lamaran seperti itu bersama tumpukan arsip lainnya yang entah kapan akan dibuka.

Tidak mungkin HRD akan membaca Surat Lamaran Pekerjaan satu persatu. Juga ada semacam doktrin tak tertulis bahwa fresh graduate adalah pilihan terakhir.

HRD akan terlebih dahulu mencari pelamar yang berpengalaman, atau setidaknya terlihat seperti itu. Karena itu, ciptakanlah citra diri yang menarik dan tunjukkan bahwa netter adalah orang yang pantas untuk pekerjaan tersebut. Selamat mencoba!

Sumber Gambar: Myasbn

Tulisan Terkait

Dipublish pertama kali di blog.ryanmintaraga.com, copasing diperbolehkan dengan mencantumkan lengkap alamat URL di atas atau dengan tidak menghapus/mengedit amaran ini. Disclaimer selengkapnya.

Artikel ini mendapat 148 views sejak dipublish

Ada pendapat? Sila tulis di bawah sini

%d blogger menyukai ini: