Timeless, Series yang Mengakomodir Agenda SJW?

Timeless, Series yang Mengakomodir Agenda SJW? | Ryan Mintaraga
Timeless, Series yang Mengakomodir Agenda SJW? | Ryan Mintaraga

Daftar Isi

Lama baca: 5 menit

“Timeless” memang bukan series baru.  Diproduksi tahun 2016 – 2018, saya baru menemukannya bulan Agustus lalu di antara deretan film-film fiksi ilmiah yang ada di Netflix.  Pas pula berkisah tentang penjelajahan waktu dan sejarah, kedua hal yang akhirnya membuat saya melupakan “Snowpiercer” sementara (padahal sudah dua atau tiga musim saya tonton).

Sebelumnya perlu saya ingatkan: SPOILER ALERT!

Timeless, Sinopsis

Mengambil latar waktu tahun 2018, “Timeless” bercerita tentang petualangan trio protagonis Lucy Preston, Wyatt Logan, dan Rufus Carlin melakukan penjelajahan waktu mengejar Garcia Flynn yang diyakini akan mengubah peristiwa-peristiwa penting dalam sejarah.

Baik Flynn maupun Lucy dkk menggunakan mesin waktu yang diciptakan oleh seorang industrialis genius bernama Connor Mason pendiri Mason Industries.

connor mason, industrialis genius pencipta mesin waktu (nbc)
connor mason, industrialis genius pencipta mesin waktu (nbc)

Belakangan diketahui bahwa dana untuk penciptaan dan pengembangan mesin waktu dikucurkan oleh satu organisasi bernama Rittenhouse.  Adapun keberadaan mesin waktu itu sendiri baru diketahui oleh pemerintah setelah salah satu mesin dicuri oleh Garcia Flynn yang melakukan perjalanan pertamanya ke tahun 1937 (insiden Hindenburg, terbakar dan jatuhnya pesawat Zeppelin).

Belakangan pula diketahui bahwa Garcia Flynn melakukan perjalanan waktu dengan tujuan membasmi Rittenhouse sebelum organisasi itu terbentuk.  Alasan Flynn melakukan hal tersebut selain balas dendam atas kematian istri dan anaknya yang dibunuh oleh Rittenhouse juga merupakan upayanya mencegah peristiwa pahit tersebut agar tidak terjadi di masa depan.

garcia flynn (youtube)
garcia flynn (youtube)

Pengejaran Lucy dkk terhadap Garcia Flynn berlangsung terus-menerus sepanjang musim pertama series “Timeless” sejak masa Hindenburg, Alamo, Apollo 11, Abraham Lincoln, Jesse James, Al Capone, dan sebagainya.

Musim pertama “Timeless” berakhir dengan ditangkapnya Garcia Flynn oleh tim khusus yang dikepalai oleh agen Denise Christopher.

Baca juga:  10 Menit Memahami Alur Cerita "Westworld" Season 1

Timeless, Mengakomodir Agenda SJW?

Setelah menonton hampir seluruh episodenya, mendadak saya curiga bahwa “Timeless” adalah series yang cukup – bila tidak bisa dibilang ‘sangat’ – mengakomodir agenda SJW (Social Justice Warrior), setidaknya dari komposisi tokoh-tokohnya dan masa sejarah yang dipilih untuk diangkat.

Komposisi Tokoh-tokohnya

Inilah tokoh-tokoh utama di “Timeless”:

tokoh-tokoh utama timeless (netflicks)
tokoh-tokoh utama timeless (netflicks)

Dari kiri ke kanan: Denise Christopher, Wyatt Logan, Garcia Flynn, Lucy Preston, Rufus Carlin, Connor Mason, dan Jiya Marri.

Komposisi karakter yang lengkap dilihat dari sisi keberagaman etnis (diversity) yang kabarnya jadi agenda utama kaum SJW.

Sosok kulit putih?  Ada.

Kulit hitam?  Ada.

Ras Asia?  Ada.

Timur Tengah?  Ada.

Selain itu, dari sisi orientasi seksual ada karakter homoseksual.  Definisi homoseksual di sini adalah definisi umum berupa ketertarikan terhadap sesama jenis, jadi karakter homoseksual di sini bisa saja laki-laki yang suka sesamanya, bisa juga perempuan yang suka sesamanya.

Lalu, ada pula kesetaraan gender.  Di sini, yang jadi boss adalah perempuan, terlihat dari Denise Christopher yang mengepalai tim khusus untuk mengejar Garcia Flynn, juga Lucy Preston yang secara de facto adalah pemimpin tim pengejar yang terdiri dari Lucy, Wyatt, dan Rufus.  Ada pula beberapa episode “Timeless” yang memperlihatkan kesan ketidakberdayaan Connor Mason dan Wyatt Logan menghadapi Denise maupun Lucy.

Itu dari komposisi tokoh-tokohnya.

Sejarah yang Dipilih untuk Diangkat

Kisah-kisah sejarah (Amerika) yang diangkat dalam “Timeless” adalah kisah-kisah yang berkaitan dengan isu kesetaraan gender dan menggambarkan “Girl’s Power”.  Tokoh-tokoh perempuan yang diangkat makin banyak di musim kedua.  Beberapa diantaranya adalah:

  • Alice Paul seorang aktivis wanita.
  • Grace Humiston yang dijuluki Mrs. Sherlock Holmes karena kecerdasannya.
  • Harriet Tubman seorang budak berkulit hitam yang berjuang untuk membebaskan kaumnya dari perbudakan.
  • Katherine Johnson seorang ahli matematika beretnis Afrika-Amerika yang bekerja di NASA.
  • Hedy Lamarr aktris Amerika yang ternyata seorang penemu. Salah satu temuannya yakni frequency hopping disebut-sebut menjadi dasar pengembangan teknologi nirkabel seperti WiFi, Bluetooth, dan GPS.
Baca juga:  Nonton Netflix di TV Biasa dengan Android TV Box

Selain itu, ada beberapa episode dimana tokoh-tokoh utama “Timeless” berinteraksi dengan:

  • Marie dan Irene Curie perintis radiologi.
  • Abiah Folger Franklin yang kelak menjadi ibu Benjamin Franklin salah satu pendiri Amerika.
  • Bonnie & Clyde pasangan kriminal di Amerika.
  • dan lain-lain termasuk JFK dan Bass Reeves.
bass reeves, sheriff kulit hitam pertama di amerika, konon jadi inspirasi untuk karakter fiksi lone ranger (cartermatt)
bass reeves, sheriff kulit hitam pertama di amerika, konon jadi inspirasi untuk karakter fiksi lone ranger (cartermatt)

Opini Pribadi

Dengan kecurigaan mengusung agenda SJW di atas, apakah “Timeless” adalah tontonan yang buruk?

Saya jawab tegas: TIDAK.

Secara pribadi saya menilai “Timeless” adalah salah satu series terbaik yang pernah saya tonton.  Setelah mengetahui ending-nya, saya malah ingin nonton ulang – yang saya yakin kali ini saya akan memandang tokoh-tokohnya dengan beda.

Kebetulan saya juga penyuka sejarah, jadi malah amazed dengan hadirnya tontonan yang berlatar atau mengangkat sejarah – di manapun dan kapanpun.

Buat saya, “Timeless” malah bisa jadi media yang ringan dan menghibur untuk ‘sedikit’ mempelajari sejarah, minimal mengetahui nama tokoh-tokoh penting dalam sejarah.

Di sini juga saya dapat jawaban kenapa mesin waktu tidak bisa digunakan untuk kita menemui diri sendiri di masa lalu.  Mesinnya sih bisa digunakan, tapi ada efek samping terhadap penggunanya.

Overall, meskipun ada hal-hal yang mengganjal dan jadi pertanyaan, saya tetap merekomendasikan “Timeless” sebagai tontonan yang apik dan menambah wawasan.  Beberapa episode, terutama di musim pertama terkesan repetitif dan kurang membuat penontonnya penasaran karena tidak adanya keterikatan dengan episode sebelum maupun sesudahnya.

Tapi masuk musim kedua, saya jamin penonton akan penasaran, apalagi jalan ceritanya juga lebih berani mengutak-atik sejarah.

mesin waktu yang dicuri oleh garcia flynn (pinterest)
mesin waktu yang dicuri oleh garcia flynn (pinterest)

Di IMDb, “Timeless” mendapat rating 7.6/10.

Selamat menonton!  BTW, sudah atau mau nonton Westworld?  Sila baca reviewnya di sini.

Trivia:

Intro “Timeless” sederhana, berupa deretan angka model flip clock yang kemudian berubah menjadi judul.  Rumor menyebut bahwa angka yang ditampilkan pertama kali di intro adalah angka bulan, tanggal, dan tahun kejadian.

Baca juga:  Clone: Vega & Lyra

Saya pun mencoba memeriksa salah satunya, episode pertama musim pertama (insiden Hindenburg).  Setelah berusaha cukup keras, saya mendapati angka di bawah ini:

angka 05061937 untuk timeless episode 1 season 1 (youtube)
angka 05061937 untuk timeless episode 1 season 1 (youtube)

Lalu saya cocokkan dengan kecelakaan Hindenburg, dan inilah hasilnya:

kecelakaan hindenburg, tanggalnya 06 Mei 1937)
kecelakaan hindenburg, tanggalnya 06 Mei 1937 (screenshot dari wikipedia)

Insiden Hindenburg terjadi pada 06 Mei 1937.

Untuk episode lainnya belum sempat saya cari di YouTube.

Referensi & Tautan Luar:

Video:

  1. Trailer Season 1
  2. Trailer Season 2
Sumber gambar: justjared

Dipublish pertama kali di blog.ryanmintaraga.com.  Copasing diperbolehkan dengan mencantumkan lengkap alamat URL di atas atau dengan tidak menghapus/mengubah amaran ini.  Disclaimer selengkapnya.

Bagikan Jika Artikel Ini Bermanfaat

Tinggalkan komentar