Terkaget-kaget di Ho Chi Minh City

Terkaget-kaget di Ho Chi Minh City | Ryan Mintaraga
Terkaget-kaget di Ho Chi Minh City | Ryan Mintaraga

Daftar Isi

Lama baca: 3 menit

Halaman sebelumnya

Cari Makanan Halal?

Tadinya saya berpikir akan sulit mencari makanan halal di Ho Chi Minh.

Ternyata saya salah.

Di kawasan sekitar Ben Tanh sepertinya ada komunitas Malaysia. Begitu malam tiba, di pasar malam Ben Tanh ada beberapa pedagang yang menjajakan dagangannya menggunakan mata uang Ringgit, mereka pun berbahasa Melayu.

Karena itu sangat mudah bagi kami untuk makan makanan halal, salah satunya di restoran The Daun. Pelayannya (atau jangan-jangan keluarga pemilik) mengaku orang Vietnam asli namun fasih cakap Melayu dan mengenakan jilbab. Restoran ini juga menyediakan masjid di lantai atas. Googling-googling, restoran (kedai) ini ternyata direkomandasikan TripAdvisor.

Di kawasan sekitar Ben Tanh juga cukup banyak kedai makan halal, jadi tak perlu kuatir.

jauh-jauh ke vietnam makannya nasi goreng haha, tapi yang penting kan halal, dokpri
jauh-jauh ke vietnam makannya nasi goreng haha, tapi yang penting kan halal, dokpri

Mikir-mikir Pilih Suvenir

Kenapa mikir-mikir?

Sejujurnya, kaos di Vietnam bagus-bagus baik desain maupun bahannya, pun dijual dengan harga yang masuk akal.

Masalahnya, kebanyakan kaos itu memuat lambang khas partai komunis. Apa nggak bakal jadi masalah di imigrasi tanah air nanti?

Kalau cuma sita kaos sih nggak masalah, kalau nanti ditahan, diinterogasi, dan masuk berita, gimana?

Karena itu kami semua memutuskan beli suvenir yang aman-aman saja semisal gantungan kunci, magnet kulkas, dan sebagainya, tentu yang gambarnya netral.

Jangan lupa, helm merah GoViet (GoJeknya Vietnam) juga bisa dijadikan suvenir.

salah seorang mas driver goviet, dokpri
salah seorang mas driver goviet, dokpri

Untuk oleh-oleh, pia aneka rasa – termasuk rasa durian layak dijadikan pilihan. Dengan harga kurang dari 100.000 Dong, kita akan mendapat satu pak pia (satu rasa; original, pandan, durian, dll) isi 12. Disarankan pia dihangatkan dulu di microwave supaya isiannya lumer di mulut saat dimakan. Tapi dimakan tanpa dihangatkan dulu juga nikmat, kok.

Baca juga:  Wisata Suka-suka di Bangkok

Selain pia, kopi Vietnam juga direkomendasikan sebagai oleh-oleh.

Uniknya, beberapa pedagang di Ben Tanh akan menyapa dengan kalimat yang di telinga kita terdengar seperti, “Bang, cari apa, Bang? Murah.”

Hal-hal yang Perlu Diperhatikan

  1. Selama di Ho Chi Minh, usahakan jangan terlihat seperti turis untuk memperkecil kemungkinan jadi korban penipuan ataupun kejahatan. Beruntung karena Indonesia berbagi gen dengan Malaysia, turis Indonesia mungkin disangka pedagang asal Malaysia.
  2. Belanja di Ben Tanh Market, disarankan datangi pasar malamnya yang buka pukul 18.00 s.d 24.00.
  3. Untuk urusan merokok, aturan di Ho Chi Minh masih agak longgar.
  4. Karena Vietnam negara komunis, jangan mengambil gambar apapun yang berhubungan dengan militer atau aparat, bisa-bisa akan dianggap pelanggaran keamanan.
  5. Saat hendak meninggalkan Vietnam, sepatu yang kita kenakan diharuskan masuk pemeriksaan X-Ray.

Itulah sedikit pengalaman terkaget-kaget di Ho Chi Minh City.

Bagaimana? Tertarik berwisata ke sana?

Seluruh dokumentasi yang ada di tulisan ini merupakandokumentasi pribadi yang diambil menggunakan smartphone Nokia 7

Dipublish pertama kali di blog.ryanmintaraga.com.  Copasing diperbolehkan dengan mencantumkan lengkap alamat URL di atas atau dengan tidak menghapus/mengubah amaran ini.  Disclaimer selengkapnya.

Bagikan Jika Artikel Ini Bermanfaat

2 pemikiran pada “Terkaget-kaget di Ho Chi Minh City”

  1. Aku trakhir ke HCMC 2011. Jujurnya sempet kena SCAM dr 2 pengemudi becak, yg udh tuwir. Intinya sih, aku dan suami naik becaknya deal harga 320rb dong. Tp pas bayar, itu kakek2 Surjana bilang, hrg yg disepakati belum di kali 2 orang, di kali 5 jam. Aku sumpahin beneran tuh org. Padahal di awal aku udh hati2 karena tau vietnam itu banyak banget scam nya. Malah kena juga.

    Cuma dibilang kapok sih, ga yaaa. Msh pgn kok DTG ke kota lainnya kayak Sapa,Da Nang, dan Dalat. Hanoi juga belum

    Oh iya, traffic di sana itu luar biasa memang :p. Lah HR pertama aja, aku udh ngeliat motor tabrakan sampe 3x :p

    Balas

Ada pendapat? Sila tulis di bawah sini