Sukses Melamar Kerja Bagi Fresh Graduate

Sukses Melamar Pekerjaan bagi Fresh Graduate | Ryan Mintaraga (Image: Pexels)
Sukses Melamar Pekerjaan bagi Fresh Graduate | Ryan Mintaraga (Image: Pexels)

Daftar Isi

Lama baca: 3 menit

Halaman sebelumnya

Stay Positive Kala Menunggu

Menunggu.

Bisa jadi inilah fase harap-harap cemas bagi fresh graduate yang melamar kerja. Bahkan, tekanan lingkungan bisa dimulai dari sini.

“Sudah ada jawaban belum?”

“Sudah dipanggil belum?”

“Kira-kira kamu keterima nggak?”

Tergantung skala usahanya, rata-rata perusahaan memutuskan apakah si pelamar diterima atau tidak dalam waktu beberapa hari hingga dua minggu. Namun umumnya dalam waktu satu minggu, pelamar bisa memprediksi seperti apa hasilnya sembari melakukan evaluasi secara mandiri.

Hasil evaluasi bisa dijadikan catatan untuk diperbaiki di kesempatan berikutnya.

Pelamar juga harus menguatkan mental dan berpasrah diri seandainya keinginannya untuk bekerja di perusahaan tersebut belum berhasil.

tetap berpikir positif karena pikiran positif akan mendatangkan hal-hal positif (fathromi ramdlon/pixabay)
tetap berpikir positif karena pikiran positif akan mendatangkan hal-hal positif (fathromi ramdlon/pixabay)

Bagi yang percaya agama, yakinlah bahwa Tuhan masih menyimpan yang terbaik di depan sana, yang harus dilakukan adalah terus berusaha sembari mendekatkan diri pada-Nya dan memperbaiki kualitas diri – termasuk networking.

Sementara bagi yang tidak percaya, yakinlah bahwa hasil tidak akan mengkhianati usaha, yang harus dilakukan adalah terus berusaha sembari memperbaiki kualitas diri – termasuk networking.

Tetaplah berpikir positif karena pikiran positif akan memancing hal-hal positif. Sebaliknya, pikiran negatif akan memancing hal-hal negatif.

Pengalaman Pribadi Saat Menjadi Fresh Graduate

Sewaktu melamar kerja di sebuah rumah produksi, si pewawancara mengatakan bahwa saya tidak memenuhi kualifikasi untuk bekerja sebagai video editor. Yang bersangkutan kemudian mengatakan bahwa saya lebih cocok menjadi office boy di perusahaan tersebut. Waktu itu saya berusia 19 tahun.

Apa jawaban saya?

Dengan tegas saya menolak.

Pertama, fisik saya lemah, padahal bekerja sebagai OB menuntut fisik yang prima.

Kedua, saya meyakini betul bahwa langkah pertama akan sangat memengaruhi jalan karir ke depannya. Jika saya setuju menjadi OB, ke depannya karir saya tidak akan jauh-jauh dari situ.

Baca juga:  Tips Memilih Lampu Canggih untuk Rumah Tinggal

Ketiga, sejak duduk di bangku SMEA saya sudah yakin bahwa rezeki saya akan didatangkan lewat benda yang bernama komputer, dan profesi OB tidak identik dengan komputer.

Intinya, jika kita yakin akan suatu pilihan, jangan ragu mempertahankannya. Kembali lagi, hasil tidak akan mengkhianati usaha. Jika seseorang konsisten melamar kerja di bidang yang diinginkannya – tentu sembari memperbaiki kualitas diri – pasti suatu hari akan ada hasil yang positif.

Semoga tulisan saya kali ini bermanfaat bagi para fresh graduate. Tetap berjuang, jangan putus asa!

Referensi & Tautan Luar:

  1. Arti kata etiket, KBBI
  2. Digitalisasi Human Resource Efek “New Normal” Pandemi Covid-19, Job-Like Magazine
  3. Apa pesanmu untuk para Fresh Graduate yang sedang kesulitan mencari pekerjaan? Quora
  4. 5 Hal yang Wajib Diperhatikan Fresh Graduate Saat Melamar Kerja, IDNTimes
  5. 14 Skill Penting untuk Fresh Graduate Agar Cepat Mendapat Pekerjaan, Dunia Karyawan
Sumber gambar: Pexels

Dipublish pertama kali di blog.ryanmintaraga.com.  Copasing diperbolehkan dengan mencantumkan lengkap alamat URL di atas atau dengan tidak menghapus/mengubah amaran ini.  Disclaimer selengkapnya.

Bagikan Jika Artikel Ini Bermanfaat

Tinggalkan komentar