Sukses Melamar Kerja Bagi Fresh Graduate

Sukses Melamar Pekerjaan bagi Fresh Graduate | Ryan Mintaraga (Image: Pexels)
Sukses Melamar Pekerjaan bagi Fresh Graduate | Ryan Mintaraga (Image: Pexels)

Daftar Isi

Lama baca: 6 menit

Halaman sebelumnya

Etiket Pelamar Saat Dihubungi Perusahaan

Menurut KBBI, etiket adalah tata cara (adat sopan santun) dalam masyarakat. Dalam konteks melamar kerja, etiket adalah bagaimana perilaku si pelamar saat perusahaan menghubunginya.

Etiket Apabila Perusahaan Menelepon

Sebagian perusahaan lebih suka mengundang pelamar yang lolos seleksi awal melalui telepon. Bukan tanpa alasan perusahaan melakukan hal tersebut. HRD yang berlatar belakang psikologi menjadikan kesempatan ini untuk menilai si pelamar, bagaimana sikapnya saat berhubungan dengan orang yang tidak dikenal.

hrd melakukan panggilan telepon untuk mengetahui respons si pelamar terhadap panggilan tak dikenal (marcus aurelius/pexels)
hrd melakukan panggilan telepon untuk mengetahui respons si pelamar terhadap panggilan tak dikenal (marcus aurelius/pexels)

Saat menerima telepon tak dikenal, awali dengan nada suara yang rendah, jangan gunakan nada yang keras cenderung berteriak meski sedang berada di tempat ramai.

Bila si pelamar kebetulan sedang berada di tempat ramai, ucapkan maaf dan usahakan mencari tempat yang lebih tenang.

Percayalah, mood si penelepon langsung rusak mendapat tanggapan berupa sapaan bernada keras. Mungkin ada perkecualian jika pekerjaan yang dilamar berhubungan dengan penagihan utang.

Etiket Apabila Perusahaan Mengirim Pesan Tertulis

Saat mengirim pesan tertulis melalui WhatsApp atau surel, perusahaan selalu mengawali dengan sapaan standar seperti selamat pagi, selamat siang, atau Assalamualaikum. Si pengirim kemudian memperkenalkan diri dan perusahaannya, mengkonfirmasi apakah benar ini nomor/surel si pelamar, lalu mengundang si pelamar untuk mengikuti seleksi berupa wawancara.

Balaslah pesan tersebut dengan menggunakan sapaan yang sama diikuti penyebutan nama si pengirim. Berikutnya, konfirmasikan bahwa benar ini adalah nomor/surel si pelamar.

Apabila pelamar bisa memenuhi undangan perusahaan, awali dengan ucapan terima kasih dan kesediaan si pelamar untuk datang mengikuti seleksi.

Contoh:

Selamat pagi, Pak Hardi.  Benar, ini dengan saya Putih Melati.

Mengenai undangan untuk mengikuti wawancara di perusahaan bapak, saya merasa sangat senang dan berterima kasih.  Saya sanggup datang mengikuti wawancara pada hari Selasa 02 Juni 2020, jam 14:00.

Sekali lagi, terima kasih banyak.

Apabila pelamar tidak bisa memenuhi undangan perusahaan, awali dengan permintaan maaf karena tidak bisa mengikuti seleksi disertai alasannya.

Baca juga:  Mengamankan Rumah dari Pencuri

Contoh:

Selamat pagi, Pak Hardi.  Benar, ini dengan saya Merah Delima.

Mengenai undangan untuk mengikuti wawancara di perusahaan bapak, sebelumnya saya mohon maaf tidak bisa memenuhinya dikarenakan saat ini saya sudah bekerja di perusahaan lain.

Terima kasih banyak atas kesempatan yang diberikan dan mohon maaf sekali lagi.

Persiapan Sebelum Hari-H Wawancara

Yang utama, tambah pengetahuan tentang perusahaan yang mengundang wawancara dan dalami job desc dari posisi yang diinginkan.

Pelajari profil perusahaan secara umum saja, tak usah detail, dan sesuaikan dengan keinginan untuk bekerja di perusahaan tersebut karena adakalanya HRD akan bertanya apa yang si pelamar ketahui tentang perusahaan.

Misalnya:

Pertanyaan: “Apa yang kamu tahu tentang Indosiar?”

Jawaban: “Setahu saya, Indosiar adalah stasiun tv swasta yang saat ini sedang top dengan program dangdutnya, Pak.  Live.  Kalau lihat acaranya yang megah dan berlangsung enam jam, di bayangan saya jumlah kru yang terlibat pasti banyak.”

Pertanyaan: “Kalau nanti kamu ditempatkan di live dangdut itu gimana?  Bersedia?  Bisa-bisa kamu kerja nggak pulang-pulang, lho.”

Jawaban: “Kebetulan saya suka dangdut, Pak.  Jadi bisa menikmati, lagipula saya berencana ngekos di sekitar sini kalau diterima.”

Percaya atau tidak, perusahaan sudah memberi satu poin plus untuk keinginan si pelamar ngekos di sekitar kantor.

sebelum hari-h wawancara, cari info lebih lanjut tentang perusahaan (jess foami/pixabay)
sebelum hari-h wawancara, cari info lebih lanjut tentang perusahaan (jess foami/pixabay)

Atau pertanyaan lain:

Pertanyaan: “Kamu tahu Digdaya TV?  Apa yang kamu tahu?”

Jawaban: “Sedikit tahu, Bu.  Kebetulan saya suka nonton acara musiknya yang tayang jam 8 malam.”

Pertanyaan: “Lho, kamu tahu dari mana?  Kita kan belum siaran nasional.”

Jawaban: “Kebetulan saya instal apps-nya, Bu.”

Pertanyaan: “Oke, oke.  Jadi, menurut kamu, acara musik itu gimana?”

Baca juga:  Tips Liburan, Rumah Aman, Pikiran pun Tenang

Jawaban: “Bagus, Bu, dan kemungkinan bisa lebih oke lagi kalau… dst dst…”

Satu poin lagi buat si pelamar karena menginstal aplikasi untuk menonton televisi.

Jadi, sebelum menghadiri undangan wawancara, pelajari perusahaan tersebut.

Saat Wawancara

  1. Perusahaan akan memberi poin plus pada pelamar yang datang tepat waktu atau setidaknya 15-30 menit sebelum jam wawancara. Jangan datang terlalu awal (1-2 jam sebelumnya), apalagi datang terlambat.
  2. Perusahaan akan memberi poin plus pada pelamar yang mempersiapkan segala sesuatunya dengan baik sampai hal-hal kecil seperti alat tulis.
  3. Saat memasuki ruangan wawancara, ucapkan salam.
  4. Bersikap tenang selama wawancara berlangsung, hindari gestur tubuh yang sifatnya merugikan seperti menggerakkan atau mengusap lutut, menggaruk tubuh, berdehem atau batuk kecil, menyibak rambut, dan semacamnya. Pewawancara akan menilai si pelamar dalam kondisi gugup dan tegang. Vonisnya: si pelamar tidak jujur!
  5. Usahakan selalu melakukan kontak mata selama wawancara. Perhatikan dengan seksama apa yang si pewawancara katakan. Sebisa mungkin tidak meminta pewawancara mengulang ucapannya, itu menunjukkan si pelamar tidak menyimak apa yang disampaikan.
  6. Bicara dengan nada yang rendah dan tenang, kontrol emosi. Beberapa pelamar terkadang merasa sangat antusias hingga tak sadar lepas kontrol atas emosinya dan bicara terlalu cepat dengan nada tinggi.
  7. Pewawancara juga manusia, adakalanya tidak suka suasana tegang, karena itu terkadang ia melempar joke. Bila begitu, balas dengan melontarkan joke, namun tidak berlebihan.
  8. Jika kebetulan si pewawancara bertanya tentang orang lain di perusahaan (yang kebetulan dikenal si pelamar), jawab dengan profesional seperlunya saja. Tak usah memuji terlalu tinggi, juga jangan menceritakan hal-hal yang tidak relevan tentang orang tersebut, misalnya masalah keluarganya. Ini sangat penting karena tidak ada yang tahu bagaimana sebenarnya nilai karyawan tersebut di mata perusahaan.
  9. Jangan menceritakan hal-hal – utamanya hal pribadi – yang tidak relevan dengan pekerjaan. Pewawancara kadang punya insting memprediksi masalah yang ditimbulkan si pelamar di kemudian hari. Jika masalah itu dinilai akan menghambat proses kerja di perusahaan, HRD atau si pewawancara akan memberi poin minus bahkan bisa langsung mengeliminasi si pelamar.
  10. Akhiri sesi wawancara dengan ucapan terima kasih, sebutkan nama si pewawancara, dan katakan, “Semoga saya segera mendapat kabar baik dari perusahaan.”
Baca juga:  5 Hal Penting Memilih Laptop bagi Anak Sekolah

Halaman berikutnya: Stay Positive Kala Menunggu

Dipublish pertama kali di blog.ryanmintaraga.com.  Copasing diperbolehkan dengan mencantumkan lengkap alamat URL di atas atau dengan tidak menghapus/mengubah amaran ini.  Disclaimer selengkapnya.

Bagikan Jika Artikel Ini Bermanfaat

Tinggalkan komentar