Salah Kaprah tentang Introvert

Apa yang pertama terlintas di benak netter saat mendengar kata ‘introvert’?

Harus diakui selama ini introvert konotasinya cenderung negatif.  Orang-orang introvert dicap sebagai orang yang nggak asik karena cenderung pendiam dan terkesan tidak berbaur dengan sekeliling.  Di sebuah acara, sementara banyak orang ngobrol rame hahahihi, si introvert biasanya duduk diam di pojokan sambil menikmati makanan atau minuman yang itupun sudah hampir habis tapi ditahan-tahan.  Jika kebetulan si introvert datang bersama seseorang, biasanya ia minta pulang dengan alasan ‘lelah’.

Tapi betulkah seorang introvert sepayah itu?

CIRI-CIRI INTROVERT

Menurut Carl Jung terdapat 3 jenis kepribadian umum pada manusia yakni Introvert, Ekstrovert, dan Ambivert.  Khusus untuk ambivert, ada penemuan menarik dari Adam Grant seorang psikolog.  Ia menemukan bahwa dua pertiga manusia tidak bisa digolongkan sebagai introvert maupun ekstrovert, maka itu dicetuskanlah kepribadian ambivert yaitu kepribadian yang memiliki kecenderungan introvert maupun ekstrovert.

Kembali ke topik.

Secara umum ciri-ciri introvert – yang terlihat – adalah sbb:

  1. Pendiam dan senang menyendiri.
  2. Cenderung menarik diri saat berada di tengah kumpulan orang yang tidak ia kenal dengan baik.
  3. Lebih suka bekerja sendirian.
  4. Lebih suka mendengarkan cerita orang lain ketimbang bercerita.
  5. Sebelum bertindak cenderung mempelajari situasi di sekitarnya terlebih dulu.
  6. Pemikir dan imajinatif.
  7. Lebih mudah mengungkapkan perasaannya melalui tulisan.

Di sebuah blog, saya menemukan ada 4 jenis introvert menurut penelitian Jonathan Cheek yaitu:

  1. Social Introvert
    Introvert ini tidak menghindari sosialisasi dan tidak masalah pergi ke tempat yang ramai, hanya saja ia lebih memilih untuk bersosialisasi dengan grup kecil atau teman sekelompoknya.
  2. Thinking Introvert
    Introvert ini lebih suka menyendiri, lebih sering di rumah.  Kalau ke mana-mana lebih suka sendiri.  Ia sangat suka berpikir, melamun, dan berimajinasi pada dunia khayalannya.  Rata-rata introvert inilah yang memiliki ide-ide kreatif dan unik (out of the box).  Hm, jadi inget JK Rowling.
  3. Anxious Introvert
    Merupakan introvert yang takut dan menghindari kehidupan social. Mereka merupakan introvert yang kemungkinan besar terkena Social Anxiety Disorder dan memerlukan bantuan untuk bisa bersosialisasi.
  4. Restrained Introvert
    Introvert yang sangat berhati-hati dalam bertindak karena mereka berpikir dulu, karena itu mereka cenderung slow moving alias cenderung lambat dalam melakukan sesuatu.  Dalam Bahasa gaulnya, introvert ini seorang yang woles.

Beberapa ciri lain yang digolongkan masuk kategori introvert adalah:

  1. Cenderung menghindari kontak mata dengan orang lain.  Hal ini disebabkan mereka sedang mencoba melindungi dirinya sendiri dan tidak ingin merasa terindimidasi dengan keberadaan orang lain tersebut.
  2. Lebih sering melakukan self talking atau berbicara pada diri sendiri, ini lebih disebabkan kepribadiannya yang cenderung ingin mengekspresikan perasaan tanpa merasa dihakimi sehingga lebih mudah bagi mereka untuk bicara kepada diri sendiri bahkan pada benda mati.

Nah, mari kita lanjutkan pembahasan.

INTROVERT TIDAK BISA BERSOSIALISASI?

Nggak juga.  Saya yang seorang introvert bisa bersosialisasi dengan baik, ngobrol bisa nyambung, mau ngobrol berjam-jam juga oke.

Hanya saja, saya lebih nyaman saat sedang sendirian.

Saat ngobrol, sebenarnya saya mengeluarkan energi, tenaga, atau apalah namanya sehingga pada akhirnya saya merasa lelah, apalagi jika orang yang harus dihadapi jumlahnya banyak.

Ngobrol saja bikin lelah?  Sulit membayangkannya?

Ya, persamaannya seperti ini, orang yang biasa aktif bergerak kesana-kemari malah mudah merasa lelah ketika ia disuruh duduk diam tidak mengerjakan apapun selama berjam-jam.

Penjelasan ilmiah berikut saya temukan di sebuah situs:

“Saat bersosialisasi, sinyal yang dikirimkan amigdala dan neucleus accumbens (bagian otak yang terkait dengan rasa gembira dan sistem penghargaan) dalam otak orang introvert tidak akan menyala seaktif otak orang ekstrovert.  Akibatnya, jika orang ekstrovert merasa bahagia saat sedang bersosialisasi, orang introvert tidak merasakan hal ini.”

Begitulah.  Jika orang ekstrovert merasa energi hidupnya bertambah saat berjumpa orang lain, sumber energi orang introvert berasal dari dirinya sendiri, dari ‘me time’-nya, terserah seperti apa ‘me time’-nya introvert, apakah dari membaca, menonton, menulis, mendengarkan lagu, bermain game, bahkan mungkin sekadar melamun.

“Introvert itu kaya hamster, yang kalo lagi main di bolanya yang berputar itu, dia punya dunianya di situ yang menurut dia energinya dia dapet juga dari situ,” cetus Wekka Allamah di situs ask.fm (https://ask.fm/wekkaall/answers/122666262569)

Terkadang, orang introvert lebih suka memerhatikan orang-orang yang ada di sekitarnya atau tenggelam dalam pikirannya sendiri.  Bagi mereka, tindakan ini sangat menyenangkan, bahkan mungkin bisa jadi inspirasi bagi mereka untuk menuangkan imajinasinya dalam bentuk tulisan atau lukisan.

Satu yang harus dipahami adalah, orang introvert cenderung berpikir dulu sebelum bertindak/berbicara, mereka kadang memilih mana yang perlu diungkapkan pada orang lain dan mana yang tidak.  Itu tentu berbeda dengan orang ekstrovert yang cenderung spontan.

Intinya, ada jeda waktu dari otak ke mulut hehehe, jadi jika sewaktu-waktu netter bertemu orang yang seperti ini yaa pahami saja.

Halaman berikutnya: Introvert Tidak Bisa Sukses?

 

Dipublish pertama kali di blog.ryanmintaraga.com, copasing diperbolehkan dengan mencantumkan lengkap alamat URL di atas atau dengan tidak menghapus/mengedit amaran ini. Disclaimer selengkapnya.

Video Editor sejak tahun 1994, sedikit menguasai web design dan web programming. Michael Chrichton dan Eiji Yoshikawa adalah penulis favoritnya selain Dedy Suardi. Bukan fotografer meski agak senang memotret. Penganut Teori Relativitas ini memiliki banyak ide dan inspirasi berputar-putar di kepalanya, hanya saja jarang diungkapkan pada siapapun.

Leave a Reply

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

%d bloggers like this: