Review Ninmedia, TV Parabola Freemium

Review Ninmedia, TV Parabola Freemium | Ryan Mintaraga (Image: Freqnesia)
Review Ninmedia, TV Parabola Freemium | Ryan Mintaraga (Image: Freqnesia)

Daftar Isi

Lama baca: 4 menit

Halaman sebelumnya

Bagaimana Kualitas Siarannya?

Siaran Ninmedia berjalan di frekuensi Ku Band seperti hampir seluruh penyedia layanan TV berbayar kecuali Indovision.

Salah satu kelemahan Ku Band adalah rentan terhadap gangguan cuaca. Siaran jadi terganggu bahkan hilang saat cuaca buruk. Itu pula yang saya rasakan selama menggunakan Ninmedia.

Selain itu, resolusi gambar tidak HD, jadi jangan berharap gambar bening seperti yang dihasilkan IPTV (tv berbasis internet).

Lalu jangan lupa bahwa Ninmedia adalah channel hosting, siapapun yang punya uang bisa punya channel sendiri. Karena itulah kualitas tayangan di beberapa channel benar-benar tidak sesuai standard broadcasting. Rasanya seperti kita menonton VCD.

Tapi bukan berarti siaran Ninmedia jelek-jelek.

Selain Kompas TV yang beberapa kali saya tonton saat ada Breaking News, Pop Musik adalah salah satu channel yang saya panteng selain Qur’an TV yang menayangkan langsung suasana tawaf di Ka’bah.

Buat yang suka dangdut, Maleo bisa jadi pilihan.

maleo channel dangdut di ninmedia (satelit indonesia)
maleo channel dangdut di ninmedia (satelit indonesia)

Setahu saya channel ini full 24 jam memutar klip dangdut, bisa kirim salam pula lewat SMS.

Harga

Biaya yang dikeluarkan untuk menikmati siaran Ninmedia adalah pembelian perangkat (parabola kecil dan set dekoder lengkap) ditambah biaya instalasi. Cuma itu.

Besaran harga tentu tergantung kesepakatan dengan teknisi karena setahu saya siapapun bisa menjual dan memasang perangkat Ninmedia. Bahkan jika kita kebetulan memiliki parabola kecil bekas TV berlangganan lain (kecuali Indovision), kita bisa beli dekodernya saja plus membayar biaya instalasi.

Untuk dekoder, Ninmedia sangat menyarankan penggunaan dekoder rekomendasi. Dengan menggunakan dekoder rekomendasi, pengguna akan terbebas dari masalah teknis seperti audio yang tidak lips. Beberapa channnel juga hanya bisa diakses menggunakan dekoder rekomendasi.

Baca juga:  Panduan Memilih PlayStation 3, Konsol Lawas yang Masih Menggoda

Total biaya yang dikeluarkan untuk memboyong Ninmedia – berdasar pengalaman saya – masih di kisaran ratusan ribu rupiah. Tidak ada biaya langganan bulanan, kecuali jika kita ingin menonton channel premiumnya.

Oh, satu lagi, satu parabola support dua dekoder yang masing-masing bisa menonton tayangan berbeda.

Kesimpulan

Seperti yang saya tulis di awal, saya sudah sangat jarang nonton TV, karena itu saya tidak bisa mengatakan apakah saya puas atau kecewa dengan Ninmedia.

Dari sisi biaya, Ninmedia tentu layak dipertimbangkan. Biaya yang dibayar hanya biaya pembelian perangkat dan jasa instalasi (sekali bayar), setelah itu tidak ada apa-apa lagi, kecuali jika ada kerusakan.

Siaran Ninmedia bisa dinikmati gratis, kecuali untuk beberapa channel premiumnya. Bagi yang budget oriented, pengguna Ninmedia nggak usah pusing mikir biaya langganan tiap bulannya.

parabola apapun bisa digunakan untuk ninmedia (paraboladisemarang)
parabola apapun bisa digunakan untuk ninmedia (paraboladisemarang)

Dari sisi kualitas siaran, Ninmedia mungkin bukan pilihan tepat bagi penikmat gambar. Siaran nggak HD dan rentan terganggu cuaca buruk.

Satu catatan saya, Ninmedia tergolong sering meng-update daftar channel-nya. Yang terasa setelah update adalah seluruh channel jadi dobel, misalnya channel bernomor 001 jadi ada dua, yang satu ada gambarnya, yang satu lagi kosong.

Pengguna pun akan merasa aneh, harus menekan nomor channel dua kali supaya siaran menampilkan gambar.

Jika sudah begitu, pengguna harus melakukan scanning ulang di dekodernya. Proses ini hanya memakan waktu 2-3 menit, karena itu pengguna sebaiknya belajar cara scanning supaya bisa menghemat biaya memanggil teknisi.

Satu lagi, jika kebetulan kita sudah memiliki parabola kecil dan dekodernya, kenapa tidak coba pointing sendiri? Ninmedia berada di satelit Chinasat 11 yang memang berada tepat di langit Indonesia sehingga sinyal sangat mudah didapat. Seorang teman mengaku pernah coba pointing sendiri dan berhasil.

Baca juga:  Video Klip Seksi vs Gunting Sensor (Mengenal P3SPS)

Nah, bagaimana menurut netter? Apakah Ninmedia layak dipertimbangkan?

Referensi & Tautan Luar:

  1. Situs Resmi Ninmedia
  2. Daftar Channel, Ninmedia
  3. Daftar Channel Ninmedia dan TP Chinasat 11 Terbaru April 2020, Kurajin
  4. Kekurangan dan Kelebihan Parabola Mini (KU-BAND), Tuser Parabola
Sumber gambar: FreqNesia

Dipublish pertama kali di blog.ryanmintaraga.com.  Copasing diperbolehkan dengan mencantumkan lengkap alamat URL di atas atau dengan tidak menghapus/mengubah amaran ini.  Disclaimer selengkapnya.

Bagikan Jika Artikel Ini Bermanfaat

Tinggalkan komentar