Review IP Cam Murah 100 Ribuan

Review IP Cam Murah | Ryan Mintaraga (Dokpri)
Review IP Cam Murah | Ryan Mintaraga (Dokpri)

Daftar Isi

Lama baca: 9 menit

Dikutip dari Wikipedia dan berbagai situs keamanan, IP camera atau network camera adalah sejenis kamera video digital yang biasa digunakan untuk pemantauan keamanan serta dapat mengirim dan menerima data (gambar dan/atau suara) melalui jaringan komputer dan internet. Sedikit berbeda dengan webcam, istilah IP camera (IP cam) atau network camera umumnya digunakan hanya untuk sistem pengawasan keamanan, atau dengan kata lain fungsinya sama seperti CCTV, diantaranya untuk mengamankan rumah dari pencuri.

Secara umum, perbedaan IP cam dengan CCTV ada pada sistem pemantauan dan perekaman yang digunakan.

  1. Set CCTV memerlukan perekam khusus yang disebut DVR, sementara untuk IP camera menggunakan aplikasi yang bisa diinstal di perangkat bergerak masa kini. Hasil rekaman IP camera bahkan bisa disimpan di cloud.
  2. Koneksi antara kamera CCTV dengan DVR menggunakan kabel, sementara IP cam menggunakan WiFi (internet).

Beberapa situs penyedia CCTV menyebut bahwa pada dasarnya IP camera adalah perkembangan dari CCTV analog. Kualitas gambar dan kinerja yang lebih baik serta konfigurasi yang mudah menjadikan banyak pihak mulai beralih ke IP camera.

Yang harus diingat adalah, kelengkapan fitur tentu berbanding lurus dengan harga.

Tulisan ini adalah review IP cam murah meriah yang bisa dipastikan buatan China. Pengujian didasarkan pada penggunaan selama 7 x 24 jam nonstop untuk mengetahui kelebihan dan kelemahan produk tersebut.

Mari kita mulai!

Kemasan & Kelengkapan IP Camera

Bukan tanpa alasan produk ini menyebut dirinya ‘mini’. Saat kiriman tiba, ukuran dusnya saja hanya 10 x 7 x 7 cm, lebih kecil dari telepon cerdas masa kini.

Tidak ada merek apapun di dusnya, hanya ada tulisan WIFI Camera, HD Wireless IP Camera. Makin menguatkan keyakinan bahwa IP cam ini buatan China.

Isi dusnya adalah sebagai berikut:

  1. Kamera.
  2. Charger (kabel berikut adaptor).
  3. Lembar manual.
  4. Sekrup.

Kamera

Bodi kamera terbuat dari plastik berwarna hitam. Lensanya berada tepat di tengah bodi, dikelilingi sensor inframerah. Untuk perekaman lokal, tersedia slot MicroSD. Infonya, kamera tidak akan berfungsi sebelum kartu MicroSD dipasang.

Charger

Panjang kabel charger bawaan sekitar satu meter.

Yang aneh, kabel dan adaptor charger-nya berwarna putih. Selain tidak match dengan kamera yang berwarna hitam, penggunaan kabel berwarna putih bakal lebih menarik perhatian dibanding kabel berwarna hitam.

Karena itu tak ada salahnya membeli kabel data warna hitam.

Baca juga:  The 100, Underrated Series yang (ternyata) Mengejutkan!

Lembar manual

Lembar manual yang disediakan berbahasa Inggris, dan jujur saja kurang membantu. Di lembar manual ini tercetak QR code yang begitu dipindai akan membawa kita ke halaman unduhan aplikasi V380Pro dari Macrovideo.

V380Pro adalah aplikasi yang direkomendasikan pabrikan agar kamera terhubung dan bisa dioperasikan melalui telepon cerdas, khususnya yang berbasis android.

Pemasangan dan Konfigurasi

Konfigurasi awal untuk IP camera ini gampang-gampang susah karena lembar manual yang kurang membantu.

Begini garis besarnya:

  1. Jalankan terlebih dulu aplikasi V380Pro di ponsel.
  2. Pastikan IP cam dalam keadaan off, lalu masukkan kartu memori ke dalam kamera.
  3. Nyalakan kamera dengan cara mencolokkannya ke listrik.
  4. Tekan tombol reset di belakang kamera agar kamera kembali ke pengaturan default.
  5. Dengarkan baik-baik apa yang ‘diucapkan’ kamera.
  6. Jika kamera mengucapkan, “Waiting for configuration, access point established,” atau semacamnya, koneksikan kamera dengan jaringan WiFi menggunakan aplikasi yang terinstal di ponsel.
  7. Koneksi bisa dilakukan dengan cara memindai QR code yang terpasang di belakang kamera atau menginput ID-nya secara manual.
  8. Aplikasi akan memeriksa apakah kamera berhasil terhubung dengan WiFi.
  9. Bila kamera belum terhubung, ulangi konfigurasi dari langkah 4.

Bila kamera berhasil terhubung, hasil gambar dari kamera tersebut akan tampil di layar aplikasi dan di sudut kiri bawah ada indikator bertuliskan LAN Online sebagai berikut:

ip cam berhasil terhubung (screenshot)
ip cam berhasil terhubung (screenshot)

Untuk mulai pemantauan secara realtime, cukup tap ikon play.

pemantauan realtime (screenshot)
pemantauan realtime (screenshot)

Hasil pemantauan di atas terlihat hitam-putih karena moda infrared pada kamera aktif secara otomatis disebabkan pencahayaan yang kurang.

Tampilan Menu V380Pro

Aplikasi ini sekilas memiliki tampilan yang cukup rumit namun tidak dalam, antara lain:

tampilan aplikasi v380pro (screenshot)
tampilan aplikasi v380pro (screenshot)

Untuk mengubah pengaturan yang diperlukan, tap menu ‘Settings’ yang dilambangkan dengan ikon roda gigi.

sebagian menu aplikasi v380pro (screenshot)
sebagian menu aplikasi v380pro (screenshot)

Sebagian besar menu yang ada sudah tidak perlu diubah lagi.

pengaturan perekaman menggunakan kartu memori microsd (screenshot)
pengaturan perekaman menggunakan kartu memori microsd (screenshot)

Pada gambar di atas, kartu memori yang dipasang berukuran 2GB.

Untuk proses perekaman, pengguna bisa memilih apakah kamera akan melakukan perekaman secara nonstop (Continuous Recording) atau cukup merekam begitu sensor mendeteksi adanya gerakan (Event Recording).

Pengguna juga bisa mengatur apakah suara yang tertangkap kamera juga ikut direkam.

Kualitas gambar/video juga bisa dipilih antara HD (1080p) atau SD (480).

ip cam melakukan realtime preview (screenshot)
ip cam melakukan realtime preview (screenshot)

Saat pemantauan waktu nyata (realtime), ada informasi seperti tanggal dan jam perekaman (sudut kanan atas gambar sebelah kiri).

IP camera ini bisa melakukan komunikasi dua arah. Untuk melakukannya, tap ikon microphone yang terletak di tengah-tengah (gambar sebelah kanan), lalu bicara.

Baca juga:  Imoo Z5? Ini A36E, Alternatif Terbaiknya

Untuk melihat hasil rekaman, tap menu ‘Replay’.

ip cam murah ini juga bisa merekam ke cloud (screenshot)
ip cam murah ini juga bisa merekam ke cloud (screenshot)

Pengguna juga bisa menyimpan perekaman di cloud dengan biaya langganan.

biaya langganan cloud (screenshot)
biaya langganan cloud (screenshot)

Penilaian Selama Penggunaan IP Cam

  1. Meski mengusung slogan HD, nyatanya tidak ada perbedaan kualitas video/foto antara SD dengan HD. Perbedaannya hanya ada pada ukuran file yang dihasilkan.
  2. Mini IP cam murah ini memiliki framerate yang agak rendah sehingga gerakan yang tertangkap terlihat agak patah-patah (strobe).
  3. Sedikit beda dengan kualitas video, kamera ini mampu menangkap audio dengan baik.
  4. Selama pemakaian nonstop, suhu kamera tergolong dingin.

Hal Penting yang Harus Diperhatikan

  1. Pemantauan realtime hanya bisa dilakukan ketika kamera dan aplikasi (ponsel) berada di jaringan WiFi yang sama. Pemantauan di luar itu hanya bisa diakses menggunakan menu ‘Replay’.
  2. Jika tidak salah, menu ‘Replay’ hanya bisa diakses apabila pengguna berlangganan akses cloud meski perekamannya lokal (perekaman di kartu memori MicroSD).
  3. Berdasar informasi dari pengembang aplikasinya, video yang tersimpan di cloud tidak bisa dihapus. Video disebut akan terhapus dengan sendirinya ketika ruang simpan sudah penuh. Berhubung kita juga tidak tahu seberapa aman peladen (server) cloud mereka, bijaklah dalam menempatkan kamera agar tidak merugikan orang lain dan diri sendiri.

Video Freeze? Stuck?

Ada pengguna yang mengeluhkan video freeze hanya beberapa detik setelah pemantauan realtime dijalankan. Ia pun harus bolak-balik melakukan refresh manual. Hal yang sama juga terjadi saat yang bersangkutan mengakses file yang tersimpan di kameranya.

Secara umum, kemungkinan hal itu disebabkan alamat IP yang diberikan router selalu berubah. Karena itu, kita coba mengatur agar alamat IP si kamera tidak berubah.

Mengecek alamat IP

  1. Dengan menggunakan ponsel android yang terhubung ke WiFi, tap settings – WiFi.
  2. Tap lagi pada WiFi yang saat ini sedang terkoneksi dengan ponsel kita, kemudian cek pada informasi IP address.
  3. Alamat IP yang saya dapat dari provider internet saya adalah xxx.xxx.xx.xxx, misalnya 123.456.78.900
informasi ip address dari provider internet yang saya gunakan (screenshot)
informasi ip address dari provider internet yang saya gunakan (screenshot)

Mengubah pengaturan alamat IP untuk kamera

Jalankan aplikasi V380Pro, lalu akses menu ‘Device – Settings – IP‘.

Ubah pengaturan IP jadi Manual setting kemudian isikan parameter berikut:

  • IP: samakan persis dari angka ke-1 sampai angka ke-9 seperti alamat IP yang kita dapat dari provider (lihat gambar sebelumnya). Untuk angka ke-10 & 11 sebaiknya diisi angka besar supaya tidak konflik dengan perangkat lain yang sudah duluan dapat alamat IP, anggap saja angka ke-10 diisi dengan 9 dan angka ke-11 dengan 9, sehingga alamat IP jadi 123.456.78.999
  • Subnet mask: umumnya diisi dengan 255.255.255.0
  • Gateway: umumnya diisi persis angka ke-1 sampai angka ke-9 alamat IP yang kita dapat dari provider jadi 123.456.78.9 (misalnya)
  • Main DNS: isikan dengan angka yang sama dengan gateway
  • Secondary DNS: isi dengan 0.0.0.0
Baca juga:  Menyulap Handphone Android Jadi CCTV

Setelah itu restart perangkat dan aplikasi.

Mini IP Cam Murah: Kesimpulan

Rata-rata harga mini IP cam murah ini tidak sampai Rp 200.000. Dengan harga segitu, bisa dibilang pepatah ‘ada harga ada rupa’ berlaku.

Kualitas gambar yang tidak detail dan framerate yang agak rendah mungkin mengecewakan sebagian pengguna. Namun dibanding CCTV yang harganya lebih mahal, kualitas gambar IP camera ini masih terhitung baik. Yang harus dilakukan pengguna adalah menempatkan kamera ini di tempat yang tepat dan memberi pencahayaan yang cukup pada area yang akan dipantau.

Fitur-fitur yang hanya bisa diakses apabila pengguna berlangganan cloud sepertinya lebih merupakan strategi perusahaan agar bisnisnya terus hidup. Yang harus diperhatikan oleh pengguna – sekali lagi – adalah bijak dalam menempatkan kamera supaya tidak merugikan orang lain dan diri sendiri karena IP cam ini bahkan tidak memiliki merek. Kita tidak tahu siapa yang harus bertanggung jawab apabila terjadi hal-hal yang tidak diinginkan.

Untuk fungsi dasar, IP cam murah dengan aplikasi V380Pro ini bekerja dengan baik. Kita mungkin tidak melihat dengan jelas siapa yang memasuki pagar rumah kita, namun kita tahu bahwa ada orang yang memasuki pagar rumah kita pada tanggal dan jam sekian. Sekali lagi, kita mungkin perlu pencahayaan yang cukup, lain kali saya coba.

Saya sendiri tertarik untuk memasang kamera kedua.

Bagaimana dengan netter? Tertarik memiliki IP cam murah ini? Contoh video saya sertakan di bagian akhir tulisan ini. Jarak dari kamera ke objek kurang-lebih enam meter.

Referensi & Tautan Luar:

  1. Perbedaan Antara CCTV Analog dan IP Camera, Blog Anugrah Pratama
  2. Cara Cek IP Address dengan Mudah di Ponsel dan Komputer, detikinet

Contoh Video:

Sumber gambar: Dokpri menggunakan Huawei P30 Lite

Dipublish pertama kali di blog.ryanmintaraga.com.  Copasing diperbolehkan dengan mencantumkan lengkap alamat URL di atas atau dengan tidak menghapus/mengubah amaran ini.  Disclaimer selengkapnya.

Bagikan Jika Artikel Ini Bermanfaat

4 pemikiran pada “Review IP Cam Murah 100 Ribuan”

Tinggalkan komentar