Percaya Keberadaan Indera Keenam? Anda Bisa Memunculkannya!

Indera keenam?

Saya yakin kebanyakan netter sudah paham definisi indera ke-6 (sixth sense) yaitu:

“A special ability to know something that cannot be learned by using the five senses.” (sumber)

Yang jika diterjemahkan secara bebas kurang-lebih berarti:

“Kemampuan istimewa untuk mengetahui hal-hal yang tidak dapat ditangkap oleh kelima indera yang lain.”

Indera ke-6 kadang disebut juga sebagai ‘intuisi‘ dan umumnya dihubungkan dengan penglihatan atau pendengaran meskipun menurut saya pribadi tidak selalu seperti itu.

Saya mengenal setidaknya dua orang yang memiliki indera ke-6.

Yang pertama adalah kawan saya, beliau memiliki kemampuan ‘meramal’ apa yang akan terjadi pada lawan bicaranya saat itu.  Ramalan tersebut – menurut pengakuannya – tiba-tiba saja datang berupa kilasan penglihatan.

Berhubung kawan saya ini orangnya blak-blakan, terkadang orang jadi takut untuk berbincang dengannya.

“Hati-hati ngomong sama dia,” kata orang-orang.  “Nanti kamu diramal yang nggak-nggak.”

Orang kedua yang saya tahu memiliki indera ke-6 adalah ayah saya sendiri.

Jika kawan saya memiliki kemampuan ‘meramal’, maka ayah saya memiliki kemampuan ‘membaca’ apa yang saat ini sedang dihadapi atau dipikirkan lawan bicaranya.  Pembacaan ini biasanya mengalir begitu saja saat beliau sedang bercakap-cakap dengan seseorang.

Karena kemampuan ‘membaca’nya itu, ayah selalu saja kedatangan tamu yang ingin dicarikan solusi atas permasalahan yang sedang mereka hadapi.

Setiap Orang Punya Indera Keenam?

Jujur saja, saya tidak bisa menjawab dengan pasti.

Saya sendiri beranggapan bahwa semua orang memiliki indera ke-6, hanya saja indera tambahan ini tidak sama untuk setiap orang.

Menurut saya indera ke-6 banyak macamnya.  Ada yang mampu melihat hal gaib, melihat ‘masa depan’, mendengar suara berfrekuensi tinggi atau rendah, kemampuan untuk mengendalikan pikiran orang lain, dll.

Saya sendiri – seandainya bisa dianggap memiliki indera keenam – mempunyai kemampuan untuk ‘bertemu’ dalam mimpi dengan orang-orang yang sudah meninggal.  Biasanya mereka menemui saya dengan pakaian yang terakhir dikenakan sewaktu ruh meninggalkan raga.  Saat-saat pertemuan biasanya malam hari setelah almarhum dimakamkan atau tepat di hari ke-40 meninggalnya ybs.

Selain kemampuan ‘bertemu’ itu, saya terkadang bisa merasa saat ada orang yang mencoba mengakses pikiran saya.  Hal itu saya ketahui dari obrolan dengan kawan dan ayah saya.  Meski memiliki indera ke-6, mereka secara terang-terangan mengatakan tidak bisa ‘membaca’ saya.  Setiap kali mereka mulai menggunakan kemampuannya, entah kenapa saya bisa merasakan hal tersebut dan buru-buru ‘menutup’ akses ke pikiran saya.

Kembali ke topik apakah setiap orang punya indera keenam, ayah saya mengatakan bahwa indera keenam hanya bisa dimiliki oleh mereka yang percaya akan keberadaannya.

Jadi, jika kita percaya akan keberadaan indera ke-6 beserta segala kemampuan yang menyertainya, indera tersebut akan hadir.

Namun bila tidak percaya, jangan harap kita akan memilikinya.

Bagaimana Cara Memunculkan Indera Keenam?

Jika kita sudah percaya adanya indera ke-6,  ada banyak metode untuk membuka indera tambahan ini baik secara lambat maupun cepat.  Cara lambat merupakan cara alami yang membutuhkan latihan dan kebiasaan calon pemiliknya, sementara cara cepat – setahu saya – dilakukan dengan bantuan orang lain.

Cara yang saya tulis ini merupakan cara lambat berdasarkan pengalaman pribadi.

Jika kebanyakan orang menyarankan untuk melakukan meditasi, cara saya juga tidak jauh berbeda.

  1. Ketika sudah masuk jam tidur, tidurlah asal jangan terlalu malam, idealnya antara jam 22-00.
  2. Bangun sekitar jam 2-3 dini hari, lalu lakukan kontemplasi alias perenungan.  Jauhkan diri dari hal-hal yang bisa mengalihkan fokus seperti televisi, radio, ponsel, komputer, dsb karena yang dibutuhkan di sini adalah keheningan.
  3. Lamanya kontemplasi terserah saja, 5 menit boleh, setengah jam juga boleh.  Pokoknya jangan melakukan apapun selain kontemplasi.  Bagi netter muslim, salah satu bentuk kontemplasi adalah salat tahajjud kemudian berdoa pada-Nya.  Bagi yang lain, sila lakukan meditasi atau berdoa sesuai keyakinan yang dianut.

Bila teratur melakukan hal tersebut, pelan-pelan kita akan merasakan adanya sesuatu yang lain.  Intuisi kita semakin tajam, lalu diikuti terbukanya indera keenam – umumnya berupa firasat akan terjadinya sesuatu baik dalam waktu dekat maupun jauh.

Semakin teratur kita melakukan kontemplasi, semakin kuat kemampuan indera ke-6 kita.

Tertarik?

Jika netter punya pengalaman seputar indera ke-6, sila share di sini karena saya juga masih belum teratur berkontemplasi – bahkan semasa remaja, saya cenderung menolak kemampuan yang saya miliki ini.

Semoga tulisan saya bermanfaat!

Sumber gambar: ICI Musique

Dipublish pertama kali di blog.ryanmintaraga.com, copasing diperbolehkan dengan mencantumkan lengkap alamat URL di atas atau dengan tidak menghapus/mengedit amaran ini. Disclaimer selengkapnya.

Video Editor sejak tahun 1994, sedikit menguasai web design dan web programming. Michael Chrichton dan Eiji Yoshikawa adalah penulis favoritnya selain Dedy Suardi. Bukan fotografer meski agak senang memotret. Penganut Teori Relativitas ini memiliki banyak ide dan inspirasi berputar-putar di kepalanya, hanya saja jarang diungkapkan pada siapapun.

Leave a Reply

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

%d bloggers like this: