Pengalaman Menggunakan Internet MyRepublic

Awal perkenalan saya dengan provider internet MyRepublic terjadi secara tidak sengaja.

Saya ingat betul waktu itu hari Minggu saya sekeluarga sedang jalan-jalan di Taman Tebet Honda.  Ketika baru memasuki taman, saya disodori brosur oleh marketing yang usianya bahkan di atas saya.

Singkat kata, pak marketing itu rupanya cukup tahu diri dan hanya meminta saya meninggalkan nomor telepon – tentunya setelah sedikit menjelaskan isi brosur yang dibawanya yaitu penawaran internet pita lebar (broadband) dengan kecepatan hingga 300 Mbps.

Beberapa hari kemudian tanpa diduga yang bersangkutan datang ke tempat kerja saya.

“Saya sekalian lewat sini kok, Pak,” ujarnya.

Setelah bertanya ini-itu, pada hari itu juga saya setuju untuk berlangganan internet MyRepublic.

Sekilas MyRepublic

Di situs resminya disebutkan bahwa MyRepublic adalah perusahaan penyedia layanan internet yang sudah memiliki layanan di beberapa negara termasuk Singapura, New Zealand, dan saat ini di Indonesia.

Dengan menggunakan format FTTH (fiber to the home) alias kabel, MyRepublic menambah ‘panas’ arena pertarungan internet serat optik antara Telkom Indihome, FirstMedia, dan MNC Play.  Kecepatan koneksi yang ditawarkan MyRepublic saat ini dibagi dalam 4 paket yaitu :

  1. Paket Basic: 10 Mbps download dan 5 Mbps upload
  2. Paket Nova: 100 Mbps download dan 50 Mbps upload
  3. Paket Gamer: 150 Mbps download dan 75 Mbps upload
  4. Paket Supernova: 300 Mbps download dan 150 Mbps upload
perbandingan paket myrepublic saat artikel ini dipost, harga belum termasuk ppn dll (screenshot dari laman resmi myrepublic)
perbandingan paket myrepublic saat artikel ini dipost, harga belum termasuk ppn dll (screenshot dari laman resmi myrepublic)

Masih menurut informasi di situsnya, dengan berlangganan paket internet manapun kita bisa menikmati gratis 23 saluran TV lokal dengan membayar biaya sewa dekodernya sebesar Rp 50.000 per bulan.

Trik marketing?  TV-nya gratis tapi dekodernya bayar 🙂

Memang selain provider internet, MyRepublic juga menawarkan paket berlangganan TV kabel mulai harga Rp 160.000 per bulan (belum termasuk PPN).  Bahkan layanan TV dan internet bisa di-bundling dalam satu paket yang ditawarkan.

Saya sendiri saat ini sedang mempertimbangkan berlangganan TV kabelnya karena ada satu fitur menarik yang disebut ‘Catch Up TV’.  Informasinya, dengan fitur tersebut, apabila kita tak sempat menonton tayangan favorit, kita masih bisa menontonnya selama belum lewat 24 jam.  Menarik, walau kabarnya masih kalah dengan salah satu penyedia layanan serupa yang bisa menyimpan tayangan favorit hingga 7 x 24 jam!

Oke cukup ngelanturnya, sekarang kita kembali ke pembahasan utama yaitu internet.

Beberapa hari setelah registrasi, tim teknisi MyRepublic datang menggunakan mobil operasional berlogo Oxygen.  Dari situ saya tahu MyRepublic ternyata masih ‘bersaudara’ dengan Oxygen.

Sekadar info, Oxygen adalah provider internet untuk pasar korporat dengan kecepatan koneksi hingga 1 Gbps!

Setelah melakukan pemeriksaan hingga ke jalan raya untuk mencari – saya lupa namanya, tapi anggap saja gardu atau access point MyRepublic, tim teknisi MyRepublic memberi kabar baik bahwa mereka bisa memasang internet di tempat saya.

Leganya.

Akhirnya, beginilah penampakan perangkat MyRepublic di tempat saya:

maaf saya nggak tau apa namanya, pokoknya ini yang dipasang di luar, kabel hitam adalah kabel dari jalur pusat myrepublic sementara kabel kuning adalah kabel yang nantinya masuk ke modem (dokpri menggunakan meizu m2 note)
maaf saya nggak tau apa namanya, pokoknya ini yang dipasang di luar, kabel hitam adalah kabel dari jalur pusat myrepublic sementara kabel kuning adalah kabel yang nantinya masuk ke modem (dokpri menggunakan meizu m2 note)
modem myrepublic, perangkatnya bermerek dasan, kemungkinan dari korea? (dokpri menggunakan meizu m2 note)
modem myrepublic, perangkatnya bermerek dasan, kemungkinan dari korea? (dokpri menggunakan meizu m2 note)

Setelah beberapa bulan pemakaian, inilah kelebihan dan kelemahan layanan MyRepublic – menurut saya.

Kelebihan Internet MyRepublic

  1. Harga yang ditawarkan sangat murah.
  2. Tidak ada kuota pemakaian alias unlimited.  Saya sudah membuktikannya dengan mengunduh dan mengunggah hasil kerja yang setiap minggu berada di kisaran 30-an giga totalnya.
  3. Kecepatan terbilang stabil, apalagi jika koneksi antara modem dan komputer menggunakan kabel LAN.
  4. Internet bisa di-share melalui WiFi, kabarnya hingga 20 perangkat yang bisa disokong.

Kelemahan Internet MyRepublic

Sebetulnya kurang tepat bila disebut sebagai kelemahan, lebih tepat bila disebut sebagai hal yang agak mengganggu, apalagi poinnya bukan pada layanan internet MyRepublic.

Setidaknya ada 2 hal yang saya rasakan mengganggu selama menggunakan MyRepublic yaitu:

  1. Di awal-awal, sangat sulit menghubungi Customer Service MyRepublic di nomor 1-500-818.  Pernah saya menunggu hingga 4 menit lamanya tanpa ada satupun officer yang menjawab, alhasil telepon pun saya tutup.  Namun belakangan ini saya merasakan perbaikan signifikan, kini saya tak perlu menunggu lama ketika menghubungi CS MyRepublic.
  2. SMS dari MyRepublic yang menyebutkan sedang ada upaya dan/atau selesainya perbaikan maupun pemeliharaan jaringan.  Masalahnya, SMS ini bisa setiap hari saya terima, tentu saja secara psikologis membuat saya deg-degan dan bertanya-tanya sebenarnya jaringan MyRepublic oke nggak sih?  Dan meski – dari setiap hari SMS – saya hanya merasakan satu kali dampak ‘gangguannya’, saya tetap deg-degan setiap menerima SMS tersebut.

Hal-hal tersebut – terutama poin nomor 2 – membuat saya masih ragu untuk berlangganan TV MyRepublic, apalagi dari googling saya belum menemukan pelanggan TV MyRepublic.

Sedikit Pengalaman Menggunakan MyRepublic

Saat tulisan ini di-publish, sudah 5 bulan saya menjadi pelanggan MyRepublic.

Awalnya saya mengambil paket Basic karena kebutuhan saya waktu itu masih sekadar kirim video resolusi rendah ke klien via surel maupun YouTube.  Alhamdulillahnya, beberapa hari kemudian saya dikontrak oleh salah satu provider internet TV untuk menyunting beberapa pertandingan sepakbola (Premier League dan Serie A) yang semuanya dikerjakan secara remote (jarak jauh).

Alur kerja saya adalah mengunduh materi dari peladen (server) mereka, menyuntingnya di komputer saya, kemudian mengunggah hasil suntingan tersebut ke peladen mereka.

Materi-materi yang diunduh dan diunggah merupakan video dengan resolusi Full HD.  Untuk setiap berkas dengan durasi 15 menit memiliki besaran sekitar 611 MB sehingga untuk satu babak pertandingan sepakbola yang lamanya 45 minimal menit, diperkirakan besaran berkasnya lebih dari 2GB.  Artinya untuk setiap pertandingan sepakbola yang terdiri dari 2 x 45 menit menghasilkan setidaknya berkas sebesar 4GB!

Padahal dalam seminggu ada 10 pertandingan!  Terbayang berapa besar kuota internet yang dibutuhkan.

Dengan paket Basic, rata-rata waktu yang dibutuhkan untuk mengunduh berkas sebesar 2GB adalah 40 menit, sementara untuk mengunggah berkas sebesar 1 GB dibutuhkan waktu sekitar 1 jam 30 menit.  Yup, ada perbedaan waktu yang signifikan antara pengunduhan dan pengunggahan.  Artinya ada perbedaan kecepatan untuk mengunduh (download) dan mengunggah (upload).

Jika dilihat, kecepatan untuk paket Basic MyRepublic adalah 10 Mbps download dan 5 Mbps upload.

Saya butuh kecepatan upload yang tinggi, karena itu saya meminta upgrade paket, langsung ke paket Gamer.

Dan inilah hasil uji speedtest paket Gamer di tempat saya:

hasil speedtest paket gamer (screenshot)
hasil speedtest paket gamer (screenshot)

Seperti biasanya kecepatan tentu bervariasi, kadang lebih lambat kadang lebih cepat, tapi rata-rata ada di kisaran tersebut.

Setelah upgrade, waktu yang dibutuhkan untuk mengunggah video berdurasi lebih dari 1 GB menjadi jauh lebih cepat.  Jika dengan paket Basic membutuhkan waktu 1 jam 30 menit, kini waktu yang dibutuhkan hanya 5 menit!

untuk mengunggah berkas video mp4 berukuran lebih 1.9 giga kini membutuhkan waktu kurang dari 5 menit menggunakan ftp (screenshot)
untuk mengunggah berkas video mp4 berukuran lebih 1.9 giga kini membutuhkan waktu kurang dari 5 menit menggunakan ftp (screenshot)

Semoga tulisan saya kali ini bermanfaat, tentunya saya juga berharap agar MyRepublic bisa terus mempertahankan kualitasnya sehingga saya nggak sering-sering terima SMS hehehe…

Referensi & Tautan Luar:

  • Situs resmi MyRepublic, https://myrepublic.co.id/
Sumber gambar: screenshot

Dipublish pertama kali di blog.ryanmintaraga.com, copasing diperbolehkan dengan mencantumkan lengkap alamat URL di atas atau dengan tidak menghapus/mengedit amaran ini. Disclaimer selengkapnya.

Video Editor sejak tahun 1994, sedikit menguasai web design dan web programming. Michael Chrichton dan Eiji Yoshikawa adalah penulis favoritnya selain Dedy Suardi. Bukan fotografer meski agak senang memotret. Penganut Teori Relativitas ini memiliki banyak ide dan inspirasi berputar-putar di kepalanya, hanya saja jarang diungkapkan pada siapapun.

Leave a Reply

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

%d bloggers like this: