Ofo Bike, Halan-halan di Singapore by Nggowes

Ofo Bike, Halan-halan di Singapore by Nggowes | Ryan Mintaraga (Tech in Asia)

Daftar Isi

Lama baca: 4 menit

Singapura (Singapore) sebuah negara kecil yang menurut penuturan seorang pengemudi taksi hanya membutuhkan waktu sekitar 40 menit untuk menempuh perjalanan dari ujung barat ke ujung timurnya.

“In midnight,” sambungnya.  Ya, nggak tau juga sih berapa kecepatan kendaraan tersebut supaya bisa mencatatkan waktu yang diklaim si pengemudi.

Untuk mobilitas warganya sehari-hari, pemerintah Singapura menyediakan MRT dan bus sebagai moda transportasi, keduanya menggunakan sistem pembayaran nontunai.

Nah, untuk mobilitas jarak dekat, saat ini tersedia layanan bike sharing yang dinamakan Ofo Bike.

Apa itu Ofo Bike?

Ofo Bike adalah sebuah layanan bike sharing yang berbasis di Beijing, China, didirikan tahun 2014 oleh sekelompok mahasiswa Peking University yang kebetulan pula anggota klub sepeda.

Sekilas, logo Ofo bentuknya mirip sepeda sbb:

logo ofo, shaff
ofo bike logo (shaff)

Ya, konsep bisnis Ofo adalah perusahaan tersebut menyediakan sepeda yang bisa kita gunakan untuk mobilitas jarak dekat.

Bagaimana Cara Menggunakan Ofo Bike?

Untuk bisa menggunakan sepeda Ofo, kita harus menginstal aplikasi Ofo terlebih dahulu.

aplikasi ofo di google play (screenshot)
aplikasi ofo di google play (screenshot)

Setelah aplikasi terinstal, kita tinggal mencari sepeda-sepeda Ofo yang berwarna kuning menyala.  Dari pengalaman saya di Singapura beberapa waktu lalu, tidak sulit menemukan sepeda Ofo karena banyak tersedia di hampir seluruh tempat di Singapura, dari yang diparkir resmi seperti ini:

sepeda-sepeda ini sangat mudah ditemukan (dokpri)
sepeda-sepeda ini sangat mudah ditemukan (dokpri)

Ataupun yang diparkir sekadarnya saja di manapun seperti ini:

bahkan di sudut kota pun ada (dokpri)
bahkan di sudut kota pun ada (dokpri)

Normalnya sepeda-sepeda ini diparkir dalam keadaan terkunci.  Jika tidak terkunci, kemungkinan sepeda tersebut masih digunakan orang lain.

Setelah menemukan sepeda-sepeda Ofo, di bumper belakang ada QR code.  Jalankan aplikasi Ofo dan pindai QR code tersebut.  Apabila sepeda dalam kondisi tidak layak digunakan, aplikasi akan memberitahu kita bahwa sepeda tersebut tidak bisa digunakan , pengguna dipersilakan mencari sepeda lain.

Baca juga:  Memotret Lebih Artistik Menggunakan Kamera Ponsel

Apabila sepeda dalam kondisi baik, kunci otomatis terbuka.  Kadang kita diminta mengaktifkan bluetooth atau memasukkan sederetan kode untuk membuka kunci secara manual.

Nah, sepeda siap digunakan!

Tarif Dasar Ofo Bike

Jujur saja karena hanya dua kali menggunakan Ofo Bike selama di Singapura, saya tidak tahu dasar yang digunakan, apakah berdasar waktu atau jarak.  Yang saya tahu, untuk penggunaan dari Arab Street ke Mustafa Center saya dikenakan tarif 0,5 dolar Singapura atau setara Rp 5.500 dengan kurs 1 SGD = Rp 11.000.  Pembayarannya pun waktu itu diurus teman saya menggunakan kartu Jeniusnya karena saya tidak memiliki kartu kredit maupun debit yang berlaku internasional.

Hanya saja dari penjelajahan saya di aplikasi Ofo, sepertinya ada opsi deposit saldo, ya semacam Gopay kira-kira.

Adapun saat saya berkunjung ke Singapura kemarin, Ofo gratis penggunaan pertama.  Artinya apabila kita baru pertama kali menginstal Ofo, kita berhak menggunakan Ofo Bike gratis.

Selanjutnya?  Bayar 😊

Gowes? Siapa Takut?

Saya ingat waktu kecil nonton Dunia Dalam Berita, saat ada berita tentang China, gambar yang tampil di layar televisi adalah banyaknya warga China yang menggunakan sepeda bahkan di jalan raya.  Buat saya agak ironis karena sepeda China kini ‘harus’ melanglang buana sementara di negara asalnya perannya sudah tergantikan oleh kendaraan bermotor.

Kembali ke topik.

Sepeda Ofo berbentuk sepeda mini (sepeda cewek), bukan sepeda balap.  Di bagian depan ada keranjang untuk meletakkan bawaan kita, katanya beban maksimum keranjang adalah 5 kilogram.

fitur sepeda ofo asal china (awol Granada)
fitur sepeda ofo asal china (awol Granada)

Sepedanya sendiri sepertinya buatan China, sedikit kurang nyaman digunakan.  Warna kuning terang membuat sepeda Ofo mudah dibedakan dari kompetitornya.  Untuk penggunaan malam hari, ada lampu di depan dan belakang sebagai tanda bagi pengguna jalan lain.

Baca juga:  22 Foto Jakarta 2019, Jakarta yang Berubah

Cukup aman saya rasa.

Sejauh yang saya tahu, aturan yang berlaku untuk pengguna Ofo Bike adalah aturan pejalan kaki, kita berjalan dan menyeberang seperti pejalan kaki, bukan pengguna kendaraan.

Dan seperti yang saya bilang, penggunaannya memang lebih untuk jarak dekat.  Yaa kalau kuat jarak jauh silakan saja.

Semoga tulisan saya kali ini bermanfaat.

Gowes keliling Singapura?  Ayo!

Update

Sejak tahun 2018 Ofo dikabarkan bangkrut karena utang yang menggunung pada pabrikan sepeda. Penyebabnya ditengarai akibat perusahaan terlalu ekspansif.

Referensi & Tautan Luar:

  1. Ofo (company), Wikipedia https://en.wikipedia.org/wiki/Ofo_(company)
  2. Ofo Apps, Google Play https://play.google.com/store/apps/details?id=so.ofo.abroad
Sumber gambar: Tech in Asia, Dokpri menggunakan smartphone LG Q6

Dipublish pertama kali di blog.ryanmintaraga.com.  Copasing diperbolehkan dengan mencantumkan lengkap alamat URL di atas atau dengan tidak menghapus/mengubah amaran ini.  Disclaimer selengkapnya.

Bagikan Jika Artikel Ini Bermanfaat

Tinggalkan komentar