Nge-Prank Driver Ojol, Dikecam Sekaligus Ditunggu?

Nge-prank Driver Ojol? | Ryan Mintaraga
Nge-prank Driver Ojol? | Ryan Mintaraga

Daftar Isi

Lama baca: 2 menit

Halaman sebelumnya

Di dalam mobil, Ardian memerhatikan reaksi Pak Sam.

“Oke, kita pantau bagaimana reaksi Bapaknya.  Oya, HP yang tadi digunakan untuk memesan sudah kita off-kan, Guys.  Biar lebih seru.”

Kembali ke Pak Sam, keringat dingin mulai membasahi dahi keriputnya.

Setelah hampir sepuluh kali menelepon dan nomor tersebut tidak aktif, Pak Sam yakin dirinya kena order fiktif.

Terbayang sudah bahwa uang sakunya ludes, bayangan bahwa dirinya akan membawa uang lebih untuk istri dan anaknya sirna sudah.

Pak Sam teringat kata-kata anaknya semalam.

“Yah, besok kalau Ayah ada rejeki belikan Tegar ayam goreng, ya, Yah.”

“Insyaallah, Nak.  Doakan Ayah banyak orderan supaya bisa belikan Tegar ayam goreng, Ya” ucap Pak Sam pada anaknya.

“Pasti, Yah.  Tiap sholat Tegar pasti berdoa agar Ayah tiap hari bisa pulang bawa uang banyak,” kata Tegar sambil tersenyum.

Kini harapan itu sirna sudah. Jangankan membawa banyak uang, yang ada malah uang sakunya habis terkena order fiktif. Entah apa yang harus dikatakan pada anak istrinya nanti.

Tak terasa air mata Pak Sam pun jatuh menetes.

“Wah, pak ojolnya nangis, Guys, bakalan seru, nih.  Tenang, Guys, nanti pasti kita kasih uang lima juta itu buat pak ojolnya, tapi sebelumnya saya ingin tahu apa yang akan dilakukan pak ojol ini?  Eh, pak ojolnya balik, Guys.  Ayo cepat ikuti ikuti jangan sampai hilang!” celoteh Ardian di depan kamera.

Halaman berikutnya: Pak Sam yang Malang

Baca Juga: Gojek, Sang Perintis Ojek Modern

Baca juga:  Salah Kaprah tentang Introvert

Dipublish pertama kali di blog.ryanmintaraga.com.  Copasing diperbolehkan dengan mencantumkan lengkap alamat URL di atas atau dengan tidak menghapus/mengubah amaran ini.  Disclaimer selengkapnya.

Bagikan Jika Artikel Ini Bermanfaat

Ada pendapat? Sila tulis di bawah sini