Memotret Lebih Artistik Menggunakan Kamera Ponsel

Sebagai peranti penangkap gambar, hingga saat ini kamera ponsel masih memiliki keterbatasan seperti tidak bisa optical zoom, detail foto yang mengecewakan, banyaknya noise pada foto, hingga warna yang beda jauh dengan apa yang dilihat mata. Namun dengan segala keterbatasannya, hasil bidikan kamera ponsellah yang justru sering kita temui terutama di media sosial.

Jika mau repot sedikit, kamera ponsel masih bisa kita ulik agar menghasilkan foto yang bernilai artistik walaupun kameranya ‘kurang bagus’.

Tulisan ini akan membahas hal tersebut. Sebelumnya saya mohon maaf dan koreksinya apabila ada hal-hal yang menyalahi kaidah umum fotografi.

Sebagai informasi awal, saya tidak melakukan koreksi warna terhadap foto-foto yang ada di tulisan ini, semuanya murni hasil olahan ponsel. Editing yang saya lakukan di komputer hanya untuk memperkecil ukuran foto dan menambahkan aturan komposisi.

Mari kita mulai!

Aktifkan Grid untuk Komposisi yang Tepat

Periksa setting kamera ponsel netter, adakah opsi untuk mengaktifkan grid? Jika ada, aktifkan.

periksa setting kamera, jika ada opsi untuk mengaktifkan grid, maka aktifkan, screenshot dari nokia 7

Tergantung ponselnya, opsi mengaktifkan grid ini ada yang bersifat permanen ada pula yang temporer. Setelah diaktifkan, di layar ponsel akan tampak sembilan kotak 3×3 seperti di bawah ini:

tampak 9 kotak 3×3 di layar, grid sudah aktif, screenshot dari nokia 7

Gunakan grid untuk membantu memosisikan objek agar lebih artistik. Untuk contoh foto di atas, saya menempatkan objek utama (tempat makan kucing) di sisi kiri sementara sisi kanan dibiarkan kosong.

Contoh lainnya:

penempatan objek foto menggunakan grid, dokpri menggunakan hisense f30
penempatan objek foto menggunakan grid, dokpri menggunakan sony ericsson xperia ray

Pada kedua foto di atas, terlihat objek utama diposisikan di kanan sementara sisi kiri dibiarkan kosong.

Namun objek tidak selalu ditempatkan di kiri atau kanan foto, adakalanya di tengah lebih bagus, terutama jika menjumpai objek yang memiliki pola tertentu seperti di bawah ini:

penempatan objek di tengah foto, dokpri menggunakan nokia 7

Bagaimana menempatkan objek dalam sebuah foto, sila pelajari aturan ‘Rule of Thirds’ atau ‘Aturan Sepertiga’ dalam dunia fotografi.

Bermain Angle

Saat kita memotret dimana tinggi kamera sejajar dengan objek disebut Eye Level. Foto eye level seperti inilah yang umum kita jumpai.

contoh pengambilan foto eye level, dokpri menggunakan lg q6

Terus terang saya nggak suka paving block-nya terlihat, nggak cocok dengan bambu yang nuansanya pedesaan. Ditambah lagi, beginilah kondisi lokasi sebenarnya.

kondisi asli lokasi foto, dokpri menggunakan lg q6

Saya pun memutuskan bermain angle, dalam hal ini low angle dimana posisi kamera lebih rendah dari objek yang difoto, dan inilah hasilnya:

hasil foto setelah mengubah angle dan bermain komposisi, dokpri menggunakan lg q6

Selain low angle, masih ada high angle dimana posisi kamera lebih tinggi dari objek. Juga ada frog view dimana posisi kamera seolah berada tepat di permukaan tanah.

foto yang diambil secara frog view, dokpri menggunakan sharp m1

Yang harus diingat adalah tidak semua orang – terutama cewek – suka pengambilan low angle karena akan menyebabkan bagian bawah tubuhnya terlihat besar.

Halaman berikutnya: Tidak Harus Menggunakan Flash!

Artikel Terkait

Dipublish pertama kali di blog.ryanmintaraga.com, copasing diperbolehkan dengan mencantumkan lengkap alamat URL di atas atau dengan tidak menghapus/mengedit amaran ini. Disclaimer selengkapnya.

Artikel ini mendapat 164 views sejak dipublish

Satu pemikiran pada “Memotret Lebih Artistik Menggunakan Kamera Ponsel”

  1. Grid emang gak boleh selalu ketinggalan kalau memotret. Kita bisa lebih mudah memikirkan komposisi foto. Haha

    Salam kenal dari kami Travel Blogger Ibadah Mimpi

    Balas

Tinggalkan Komentar

%d blogger menyukai ini: