Memanjakan Lidah dan Perut, Berburu Kuliner di Kota Tegal

kembali ke halaman pertama

Sate Kambing Muda

Buat yang suka daging khususnya sate kambing, nih dia:

sate kambing, celeguk (foodspotting)
sate kambing, celeguk (foodspotting)

Sate kambing muda!

Makanan ini sangat gampang ditemui di Tegal.

Saya biasanya makan sate kambing muda ini di rumah makan yang letaknya dekat alun-alun Tegal – lebih tepatnya dekat menara air.  Saya memang tidak tahu banyak rumah makan mana saja yang sate kambingnya direkomen teman-teman karena secara pribadi saya lebih suka sayuran dibanding daging.

Dagingnya empuk, empuk banget, dan manis.  Rasa kecapnya juga kuat, dipadu pedasnya bawang merah dan segarnya potongan tomat serta irisan cabe rawit.

Hmmm… ngiler…

Minumnya?

Saya sarankan teh poci gula batu yang merupakan paduan teh kental dan pahit dipadu manisnya gula batu.

Sate kambing muda dan teh poci gula batu cocok jadi menu makan malam.  Ditambah lagi, makannya bareng teman-teman, dijamin bikin kita betah ndobol (ngobrol omong kosong ngalor ngidul nggak jelas) berjam-jam hehehe…

Tahu Aci

Nah, nah, ini nih penampakan cemilan yang nggak boleh ketinggalan:

tahu aci (dokpri menggunakan sonyericsson xperia ray)
tahu aci (dokpri menggunakan sonyericsson xperia ray)

Tahu Aci adalah tahu yang dipotong segitiga, ditambahi aci (tepung kanji, cmiiw), kemudian digoreng.

Tahu aci nikmat disantap selagi hangat sebagai teman minum teh dan cemilan selama perjalanan.

Rasanya?

Gurih.

Apalagi tambahan aci menimbulkan sensasi kenyal yang bikin gemas saat menyantapnya.

Ada bermacam cara menikmati tahu aci.  Mau dimakan langsung dengan cabai rawit silakan, mau pakai cocolan sambal kecap ya monggo, mau pakai cocolan saus sambal pun boleh saja.  Sensasinya tetap sama, kenyal!

Menemukan penjual tahu aci di Tegal tidaklah sulit karena makanan ini sangat populer dan jadi salah satu oleh-oleh khas Tegal.  Nata Jaya adalah salah satu merek tahu aci populer, hampir semua orang Tegal tahu di mana letak toko Nata Jaya.  Seingat saya Nata Jaya sudah lama ada, letaknya pun strategis.

Sebagai oleh-oleh, 50 potong tahu aci ditempatkan dalam besek dengan harga per potongnya sekitar Rp 1.500.

Jika ingin menjadikan tahu aci sebagai oleh-oleh atau untuk dimakan lagi di Jakarta, cukup katakan pada karyawannya agar tahu digoreng setengah matang saja.  Jangan lupa, katakan pada si penerima oleh-oleh bahwa tahu tersebut masih setengah matang dan harus digoreng lagi sebelum dimakan.

Istri saya biasanya menjadikan tahu aci sebagai cemilan selama perjalanan kembali ke Jakarta, sebagiannya lagi dijadikan oleh-oleh.

Selamat Makan!

Itulah sedikit sharing saya tentang kuliner kota Tegal yang jadi buruan saya dan istri ketika mudik.

Sebenarnya masih ada lagi makanan khas Tegal yaitu Kupat Glabed, kupat dengan kuah kental dan disajikan bersama sate kerang, namun nampaknya kurang cocok dengan lidah istri saya yang lebih suka makanan pedas.

Ya, rasa kupat glabed memang cenderung tawar, mungkin karena bumbu kuningnya.

kupat glabed (blog wisnuwidiarta)
kupat glabed (blog wisnuwidiarta)

Selain itu masih ada makanan khas yang dinamakan ‘Glotak’.  Mungkin karena ke-Tegal-an saya ‘sekadar warisan’ orangtua yang asli Tegal, saya nyaris tidak tahu makanan tersebut, lagipula waktu sekolah dulu makanan ini jadi bahan guyonan sebagai makanan tanpa gizi.

Informasinya glotak terbuat dari gembus (tempe bongkrek) – yang lagi-lagi jadi bahan guyonan – dicampur tulang ayam/sapi.

Penampakannya sila dicari dengan kata kunci ‘Glotak Tegal’.

Di luar dugaan, glotak ternyata jadi sesuatu yang dirindukan perantau asal Tegal saat mereka kembali ke kampung halaman.  Setidaknya, beberapa teman mem-posting foto glotak di facebooknya dengan kalimat yang kira-kira berbunyi, “Akhirnya bisa merasakan kembali glotak.”

Haha, siapa sangka makanan yang dulu jadi bahan kelakar ternyata jadi sesuatu yang dirindukan saat ini.

Selamat berburu kuliner Tegal, jangan lupa oleh-oleh buat saya ya 🙂

Semoga tulisan ringan saya kali ini bermanfaat, mohon informasi tambahan dan koreksinya dari netter yang lebih mengerti soal kuliner khas Tegal ini…

Sumber gambar: blog amyunus

Dipublish pertama kali di blog.ryanmintaraga.com, copasing diperbolehkan dengan mencantumkan lengkap alamat URL di atas atau dengan tidak menghapus/mengedit amaran ini. Disclaimer selengkapnya.

Video Editor sejak tahun 1994, sedikit menguasai web design dan web programming. Michael Chrichton dan Eiji Yoshikawa adalah penulis favoritnya selain Dedy Suardi. Bukan fotografer meski agak senang memotret. Penganut Teori Relativitas ini memiliki banyak ide dan inspirasi berputar-putar di kepalanya, hanya saja jarang diungkapkan pada siapapun.

Leave a Reply

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

%d bloggers like this: