Kenapa Seseorang Bisa Menebak Pikiran Orang Lain?

Kenapa Seseorang Bisa Tepat Menebak Pikiran Orang Lain? | Ryan Mintaraga (Image: Pixabay)
Kenapa Seseorang Bisa Tepat Menebak Pikiran Orang Lain? | Ryan Mintaraga (Image: Pixabay)

Daftar Isi

Lama baca: 3 menit

Halaman sebelumnya

Jam Tidur, Jam-jam Melimpahnya Aliran Data

Karena hampir semua orang memiliki waktu tidur yang sama, proses unggah dan unduh ingatan dari otak akan terjadi di waktu yang sama. Maka, aliran data di waktu-waktu itu akan sangat melimpah.

Akibatnya?

Data sangat mudah didapat oleh orang-orang yang sedang terjaga.

Inilah asalnya inspirasi. Inilah jawaban kenapa banyak pekerja kreatif merasa idenya lebih lancar mengalir saat bekerja dini hari saat orang-orang tertidur lelap.

Saat kita tiba-tiba mendapat inspirasi atau ide, bisa jadi itu adalah ingatan orang lain yang kita tangkap. Kita bahkan tidak tahu ingatan siapa yang kita tangkap. Mungkin itu ingatan tetangga sebelah rumah yang habis nonton sinetron azab, atau ingatan pegawai warteg yang barusan dapat telepon dari orang tuanya di kampung, atau bisa juga ingatan orang lain entah siapa yang kebetulan sedang diunduh oleh anggota keluarga kita.

Selain itu, bagi orang yang sering melakukan kontemplasi (ibadah, perenungan) di waktu-waktu tersebut, sensitivitas otaknya untuk menangkap sinyal orang lain akan semakin kuat. Ia akan bisa ‘membaca’ pikiran orang lain dalam kondisi apapun. Orang-orang itu juga umumnya akan memiliki empati lebih.

Karena itu, cek orang-orang bijak di sekitar netter, tanyakan apa kebiasaannya saat dini hari di waktu orang-orang sedang terlelap tidur.

Otak Manusia Mampu Berkomunikasi Satu Sama Lain

Konon nenek moyang kita mengenal ilmu yang disebut ‘telepati’ dan kerap dipercaya sebagai bentuk komunikasi antarpikiran jarak jauh.

Hal di atas menjadi jawaban yang memperkuat pendapat saya bahwa komunikasi antar-otak itu ada. Tentu, di otak lawan bicara pun kemampuan telepati sudah harus terinstal supaya tercipta komunikasi dua arah.

Baca juga:  Precognitive Dream, Mimpi yang Benar-benar Terjadi

Konon pada masa Perang Dingin, pihak Soviet mengembangkan ilmu Pengendalian Pikiran sebagai senjata jarak jauh.

Pada masa ini, beberapa ilmuwan tertarik dengan konsep ‘Brain to Brain Communication‘. Mereka sedang mencari kemungkinan keberhasilan komunikasi antar-otak.

Kabarnya konsep itu sudah diujicobakan pada binatang.

Jika berhasil, kelak kita mungkin tak perlu lagi bersuara untuk berkomunikasi, semua dilakukan lewat pikiran. Orang sudah tidak akan lagi menebak pikiran orang lain. Semua sudah tersaji gamblang.

Hanya saja mengingat teknologi saat ini, mungkin otak manusia akan ditanami berbagai peralatan elektronik seperti dalam film ‘Source Code’.

Terakhir, sama seperti mimpi yang hakikatnya adalah proses asumsi dan visualisasi data-data yang diterima, tulisan inipun hanyalah teori yang belum bisa dibuktikan kebenarannya secara ilmiah.

Namun, bagaimanapun juga ini adalah teori yang menarik, bukan?

Sila tinggalkan komentar jika ada pendapat lain atau ingin sharing pengalaman. Sekali lagi mohon maaf dan koreksinya jika ada istilah yang salah.

Referensi & Tautan Luar:

  1. Can We Have Brain-to-Brain Communication? Michio Kaku, Big Think
  2. Brain-brain Interface, Wikipedia
  3. Perangkat Igor Smirnov dan Pengendalian Pikiran, Blog Unseen Hand

Video:

Sumber gambar: Mohamed Hassan (Pixabay)

Dipublish pertama kali di blog.ryanmintaraga.com.  Copasing diperbolehkan dengan mencantumkan lengkap alamat URL di atas atau dengan tidak menghapus/mengubah amaran ini.  Disclaimer selengkapnya.

Bagikan Jika Artikel Ini Bermanfaat

4 pemikiran pada “Kenapa Seseorang Bisa Menebak Pikiran Orang Lain?”

  1. WOW!
    Sepertinya aku harus kembali lagi, untuk mengulang, mencerna lagi tulisan ini.

    Soalnya sekarang, lagi sunting artikel yang mau tayang.
    Jeda sebentar, dan cek kolom moderasi komentar.

    … dan terdamparlah aku di sini.

    This is quite, interesting!
    I am definitely come back

    Balas

Tinggalkan komentar