Kenapa Seseorang Bisa Menebak Pikiran Orang Lain?

Kenapa Seseorang Bisa Tepat Menebak Pikiran Orang Lain? | Ryan Mintaraga (Image: Pixabay)
Kenapa Seseorang Bisa Tepat Menebak Pikiran Orang Lain? | Ryan Mintaraga (Image: Pixabay)

Daftar Isi

Lama baca: 3 menit

Halaman sebelumnya

Otak Manusia Mampu Menciptakan Collective Consciousness

Pernahkah kita menonton sebuah film di bioskop dan ikut tertawa bersama penonton lain saat menyaksikan satu adegan komedi padahal menurut kita sebenarnya adegan itu nggak lucu-lucu amat?

Itulah contoh kecil dari kemampuan otak menciptakan sebuah collective consciousness atau persepsi bersama, menciptakan sebuah kondisi bersama yang ‘masuk akal’.

Saat sekumpulan orang berada di satu tempat yang sama dan dihadapkan dengan kondisi yang sama, maka sinyal yang dikirim masing-masing otak juga relatif sama. Kumpulan sinyal yang seragam ini bila diterima, sedikit banyak akan menekan orang yang kebetulan sinyalnya tidak sama.

Sinyal itu akan diolah dan – sekali lagi – dicocokkan dengan database serta kondisi sekitar.

Dalam kasus di bioskop tadi, orang yang menonton sendirian tanpa kawan biasanya lebih independen dibanding mereka yang menonton bersama orang lain. Orang yang menonton bersama orang lain kebanyakan masih perlu menganalisis apakah orang yang bersamanya itu tertawa atau tidak.

Persepsi bersama ini bisa direkayasa dengan berbagai cara, lain waktu mungkin saya bahas.

Otak dan Server Alam Semesta

Saya selalu berpendapat bahwa:

Saat tidur, kita melepas (mengunggah) apa yang terjadi hari itu ke alam semesta, dan pada saat bersamaan mencari dan mungkin menerima (mengunduh) informasi yang berhubungan dengan apa yang terjadi hari itu ataupun rencana masa depan kita.

Mungkin netter pernah mengalami, ada satu masalah yang sudah dipikir jungkir balik nggak ketemu solusinya. Begitu dibawa tidur, eh bangun-bangun muncul ide yang nggak terpikirkan sebelumnya.

Entah bagaimana, otak kita terhubung dengan server alam semesta. Alam semesta ibarat Google yang menyediakan segala jawaban.

Baca juga:  Lucid Dreamer, Si Pengendali Mimpi

Saat tidur, kita men-share apa yang kita alami hari itu ke alam. Lalu, apa yang kita unggah itu bisa jadi akan ditangkap orang lain dan dibuat asumsinya melalui mimpi.

Mimpi adalah cara otak manusia bekerja memvisualkan data yang ia terima. Mimpi adalah proses penerjemahan.

Sekali lagi, proses penerjemahan bisa akurat, bisa pula meleset jauh.

Uniknya, terkadang mimpi disimpan di bagian memori yang dikhususkan untuk menyimpan pengalaman. Karena disimpan di folder ‘pengalaman’ itulah, suatu ketika timbul kondisi deja vu yaitu kita pernah merasa melakukan suatu hal sebelumnya, padahal kita yakin itu adalah pertama kalinya kita melakukan hal tersebut.

Saat berada dalam kondisi tertentu (collective consciousness, misalnya), bisa jadi mimpi kita mirip dengan mimpi orang lain.

Mungkin netter bisa tanyakan ke orang-orang yang tinggal di negara tertentu, apa yang mereka mimpikan saat tidur? Apakah ada kesamaan dengan mimpi orang lain?

Saya duga orang-orang yang tinggal di negara monarki dimana poster Sang Raja dipasang di mana-mana lengkap dengan pujian baginya, akan memiliki mimpi yang sama yaitu berjumpa dengan Raja.

Halaman berikutnya: Jam Tidur, Jam-jam Melimpahnya Aliran Data

Dipublish pertama kali di blog.ryanmintaraga.com.  Copasing diperbolehkan dengan mencantumkan lengkap alamat URL di atas atau dengan tidak menghapus/mengubah amaran ini.  Disclaimer selengkapnya.

Bagikan Jika Artikel Ini Bermanfaat

4 pemikiran pada “Kenapa Seseorang Bisa Menebak Pikiran Orang Lain?”

  1. WOW!
    Sepertinya aku harus kembali lagi, untuk mengulang, mencerna lagi tulisan ini.

    Soalnya sekarang, lagi sunting artikel yang mau tayang.
    Jeda sebentar, dan cek kolom moderasi komentar.

    … dan terdamparlah aku di sini.

    This is quite, interesting!
    I am definitely come back

    Balas

Tinggalkan komentar