Kenapa Seseorang Bisa Menebak Pikiran Orang Lain?

Kenapa Seseorang Bisa Tepat Menebak Pikiran Orang Lain? | Ryan Mintaraga (Image: Pixabay)
Kenapa Seseorang Bisa Tepat Menebak Pikiran Orang Lain? | Ryan Mintaraga (Image: Pixabay)

Daftar Isi

Lama baca: 3 menit

Saya yakin kita pernah mengalami, setidaknya satu kali dalam sebuah sesi percakapan, merasa heran ketika lawan bicara bisa dengan tepat menebak pikiran kita. Atau sebaliknya, mendadak dari mulut kita meluncur begitu saja sederet kalimat yang membuat lawan bicara terheran-heran karena apa yang kita katakan adalah persis apa yang ada di pikirannya saat itu. Kita dianggap bisa menebak pikirannya.

Label ‘paranormal’ pun lantas disematkan.

Tapi, apa sebetulnya yang terjadi? Benarkah orang bisa menebak pikiran orang lain?

Sebelumnya saya mohon maaf dan koreksinya apabila ada istilah yang salah.

Cara Kerja Otak Manusia Menebak Pikiran

Saya selalu berteori bahwa:

Otak manusia mampu menciptakan koneksi satu sama lain.

Otak manusia bekerja mengirim sinyal ke sekelilingnya. Sinyal yang dikirim itu berupa sinyal pantulan (semacam sonar, mungkin?) yang lalu diterima balik kemudian dikirim untuk diproses di bagian otak yang lain.

Hasilnya kemudian diterjemahkan berupa perintah ke anggota tubuh untuk melakukan atau tidak melakukan sesuatu.

Contoh:

Saat kita mengendarai kendaraan, otak (melalui mata) melakukan scanning terhadap kondisi sekitar; bagaimana kondisi lalu lintas (ramai, lancar, lengang). Jika kondisi diterjemahkan sebagai ‘aman’, otak memerintahkan tangan untuk menambah gas.

Selama perjalanan, otak terus melakukan scanning sambil mencocokkan dengan data yang ada di database-nya jika kita pernah/sering melalui tempat tersebut.  Apabila ada ketidakcocokan, otak akan membuat sebuah catatan sambil memperbarui database.

Itulah sebabnya kita sering nyeletuk di perjalanan, “Lho?  Pom bensin ini sekarang tutup, ya?  Eh, sekarang ada warung makan baru, ternyata.”

Sehari-hari, otak melakukan scanning melalui sensor yang disebut pancaindera.

Kembali ke teori bahwa otak mampu menciptakan koneksi.

Baca juga:  Lucid Dreamer, Si Pengendali Mimpi

Karena otak mengirim dan menerima sinyal, maka sinyal yang dikirim seseorang ada kemungkinan ditangkap orang lain yang ada di dekatnya. Sinyal yang diterima itu kemudian diterjemahkan artinya – tentu berdasarkan database dan kondisi si penerima apakah sedang berada dalam kondisi yang sama dengan si pengirim atau tidak.

Jika si pengirim dan si penerima sinyal sedang sama-sama lapar, misalnya, omongan yang keluar kira-kira seperti ini, “Eh, kamu lapar nggak? Gimana kalau kita makan ini?”

Permainan menebak pikiran yang sangat mengesankan.

Yang lebih luar biasa tentu jika si pengirim dan penerima sinyal sedang tidak berada dalam kondisi yang sama namun hasil penerjemahannya bisa akurat.

Jika terjadi seperti itu, kemungkinannya ada dua:

  1. Sinyal yang dikirim sangat kuat, atau
  2. Si penerima sangat sensitif.

Halaman Berikutnya: Otak Manusia Mampu Menciptakan Collective Consciousness

Dipublish pertama kali di blog.ryanmintaraga.com.  Copasing diperbolehkan dengan mencantumkan lengkap alamat URL di atas atau dengan tidak menghapus/mengubah amaran ini.  Disclaimer selengkapnya.

Bagikan Jika Artikel Ini Bermanfaat

4 pemikiran pada “Kenapa Seseorang Bisa Menebak Pikiran Orang Lain?”

  1. WOW!
    Sepertinya aku harus kembali lagi, untuk mengulang, mencerna lagi tulisan ini.

    Soalnya sekarang, lagi sunting artikel yang mau tayang.
    Jeda sebentar, dan cek kolom moderasi komentar.

    … dan terdamparlah aku di sini.

    This is quite, interesting!
    I am definitely come back

    Balas

Tinggalkan komentar