Jurus Ngetik Tanpa Typo di Smartphone

Jurus Ngetik di Smartphone Tanpa Typo | Ryan Mintaraga (NewAtlas)

Salah satu hal yang menyebalkan dari penggunaan smartphone layar sentuh adalah ‘typo’ alias ‘kesalahan tipografi’.

“Kesalahan tipografi atau galat tipografi (dalam bahasa Inggris biasa disingkat typo) adalah kesalahan yang dibuat pada saat proses mengetik.  Istilah ini mencakup kesalahan karena kegagalan mekanis atau slip tangan atau jari, tetapi tidak termasuk kesalahan yang timbul akibat ketidaktahuan penulis, seperti kesalahan ejaan.”

wikipedia
https://id.wikipedia.org/wiki/Kesalahan_tipografi

Masih menurut Wikipedia, kesalahan tipografi dapat disebabkan oleh jari yang menekan dua tombol papan ketik yang berdekatan secara bersamaan.  Kesalahan tipografi bukan merupakan kesalahan yang disengaja.

Kesalahan tipografi dapat mengubah arti kata atau bahkan arti dari kalimat, terutama dalam bahasa Indonesia.  Contohnya, kata ‘ketika’ yang ditulis menjadi ‘ketiak’ mengandung arti yang sangat jauh berbeda.  Kesalahan seperti ini tidak akan dapat dideteksi oleh aplikasi pengecek ejaan (spelling checker).

Kesalahan tipografi yang paling sering saya jumpai terutama saat chat WhatsApp adalah kata ‘Mas’ jadi ‘Maa’, biasanya si pengirim pesan kemudian mengirim chat tambahan *Mas.  Ya iyalah, Maa kan kesannya mesra gitu hahaha.

Saya sendiri paling berhati-hati saat harus mengetik kata ‘tau’ karena letak huruf ‘u’ bertetangga dengan huruf ‘i’.  Maksud hati nulis ‘tau’ malah jadi ‘tai’, kan fatal.

Dulu saya berpikir penggunaan smartphone berlayar besar akan mengurangi kesalahan tipografi.

Ternyata tidak.

Mau pakai layar 3.5 inch, 4 inch, 5 inch, 5.5 inch, hingga 7 inch, masalahnya tetap sama. Justru kesannya makin canggih dan kekinian layar sebuah smartphone, kesalahan tipografi jadi makin sering ditemui (mungkin karena jumlah sensornya makin banyak), mohon koreksinya dari yang lebih mengerti soal ini.

Lalu apa solusinya?

Gunakan Input Suara!

Sudah beberapa waktu saya menggunakan suara alih-alih mengetik.

contoh status facebook yang ditulis menggunakan suara, screenshot
contoh status facebook yang ditulis menggunakan suara, screenshot

Tidak hanya untuk nyetatus di fb, suara kita bisa digunakan untuk chat di WhatsApp, chat dengan Mas ojol, mengirim SMS, bahkan membuka aplikasi hingga mengeset alarm seperti iklannya Google.  Suara kita akan diubah menjadi ketikan.

Bagaimana Caranya?

Pertama, kita periksa dahulu apakah papan ketik di layar smartphone kita ada ikon microphone seperti gambar di bawah ini:

periksa apakah ada ikon microphone di papan ketik yang kita gunakan, screenshot

periksa apakah ada ikon microphone di papan ketik yang kita gunakan, screenshot

Jika tidak ada, netter bisa menginstal aplikasi GBoard buatan Google, kemudian jadikan GBoard sebagai papan ketik (keyboard) default.

aplikasi papan ketik GBoard, screenshot

aplikasi papan ketik GBoard, screenshot

Jangan lupa, ubah/tambahkan bahasa papan ketik ke bahasa Indonesia, gunanya agar mesin mengerti apa yang kita ucapkan.

Video:

  1. Mengubah Papan Ketik ke GBoard
  2. Menambahkan Bahasa Indonesia ke GBoard

Jika sudah semua, kita ke tahap berikutnya.

Mulai!

Buka aplikasi seperti biasa dan saat kita hendak mengetik, ikuti tahapan berikut:

  1. Saat papan ketik sudah tampil, tap ikon microphone, ikon tersebut akan berkedip tanda siap menerima masukan suara.
  2. Dekatkan mulut ke smartphone, kemudian bicaralah. Tidak harus teriak, yang penting pengucapannya jelas terdengar.  Menurut pengalaman saya, terkadang sekadar gumaman pun cukup.
  3. Jika sudah selesai, tap kembali ikon microphone.

Tergantung banyak faktor saat itu seperti kejelasan suara, kecepatan bicara, kebisingan sekitar, hingga kemampuan mesin, inilah hasilnya:

ucapan kita akan ditampilkan di layar smartphone, screenshot

ucapan kita akan ditampilkan di layar smartphone, screenshot

Bagaimana?

Catatan dan Kesimpulan

Untuk penggunaan harian, saya menggunakan masukan suara untuk berkomunikasi dengan Mas ojol segera setelah turun dari kereta dan menyeberang jalan.  Penggunaan masukan suara ini sangat membantu karena saya tak perlu mengetik hingga masih ada fokus ke jalanan sekitar.

Catatannya, saat saya mbonceng, mesin selalu salah menerjemahkan ucapan saya, mungkin karena angin yang sangat kencang.  Juga, tidak ada perbedaan pengetikan saat saya bilang ‘manaaaaaaa?’ dengan ‘mana?’, mesin akan mengetikkan ‘mana’.

Terkadang kita perlu menyunting hasil yang diberikan mesin karena hasil ucapan kita ditampilkan tanpa tanda baca ataupun ada pengetikan yang kurang tepat.

Bagaimanapun, hal ini sudah sangat membantu keseharian saya.

Bagaimana?  Tertarik mencoba?

Sumber gambar: NewAtlas

Dipublish pertama kali di blog.ryanmintaraga.com, copasing diperbolehkan dengan mencantumkan lengkap alamat URL di atas atau dengan tidak menghapus/mengedit amaran ini. Disclaimer selengkapnya.

Ryan M.
Video Editor sejak tahun 1994, sedikit menguasai web design dan web programming. Michael Chrichton dan Eiji Yoshikawa adalah penulis favoritnya selain Dedy Suardi. Bukan fotografer meski agak senang memotret. Penganut Teori Relativitas ini memiliki banyak ide dan inspirasi berputar-putar di kepalanya, hanya saja jarang diungkapkan pada siapapun.

Leave a Reply

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

%d bloggers like this: