Mengartikan Jangka Jayabaya, Ramalan atau Bukan?

Jangka Jayabaya, Ramalan atau Bukan? | Ryan Mintaraga (Image: WahidFoundation
Jangka Jayabaya, Ramalan atau Bukan? | Ryan Mintaraga (Image: WahidFoundation

Daftar Isi

Lama baca: 3 menit

Halaman sebelumnya

Sejarah Berulang?

Setelah membaca sebagian Jangka Jayabaya tadi, saya yakin sebagian kita merasa klop dengan kondisi yang saat ini sedang terjadi.

Saya sendiri menduga beberapa peristiwa yang tertulis dalam Jangka Jayabaya sebenarnya sudah terjadi di masa lalu dalam artian peristiwa tersebut adalah hal umum seperti misalnya kawan jadi lawan, orang lalai dan sadar sama beruntungnya, juga banyak orang kelaparan dan telanjang.

Maka benar juga pendapat yang mengatakan bahwa Jangka Jayabaya sebenarnya adalah rambu bagi penguasa, bagaimana seharusnya mereka memerintah.

“Ukuman Ratu ora adil,” artinya tentu tidak ada yang istimewa di mata hukum.  Yang salah harus dihukum sesuai kesalahannya.

“Ratu ora netepi janji, musna panguwasane,” artinya penguasa harus menepati janji-janji yang diucapkannya.

“Akeh wong kaliren lan wuda,” saya sendiri mengartikannya sebagai banyak orang miskin.

“Akeh wong mati kaliren ing sisihe pangan,” saya sendiri mengartikannya sebagai ironi penduduk miskin dan tertinggal padahal tinggal di daerah kaya, memiliki sumber daya melimpah.  Bagaimana bisa terjadi kemiskinan seperti itu?

Yang sangat menarik buat saya adalah kalimat, “Akeh wong nyekel bandha nanging uripe sangsara,” dan “Pedagang adol barang saya laris, bandhane saya ludhes.”

Kalimat yang pertama saya artikan sebagai orang yang memiliki harta-benda namun pusing karena apa yang ia miliki didapat dari utang, sedangkan kalimat kedua saya artikan sebagai krisis ekonomi, barang yang dijual pedagang ludes terjual, namun si pedagang malah rugi.

Mungkin petunjuk bahwa Jangka Jayabaya adalah ramalan berasal dari larik pertama, “Besuk yen wis ana kreta tanpa jaran,” yang sangat mudah diartikan sebagai kendaraan yang bisa berjalan sendiri tanpa hewan penarik, sesuatu yang belum terjadi di zaman Prabu Jayabaya.

Baca juga:  Disebut 'Bikin Bodoh', MSG dalam Makanan: Ya atau Tidak?

Namun bagaimana jika penulisnya adalah Ronggowarsito?

Bagaimana Menurut Netter?

Bagaimanapun setiap orang punya tafsir masing-masing.

Saya sendiri selalu mengatakan bahwa orang-orang yang punya kemampuan ‘weruh sadurunging winarah’ alias melihat kejadian yang belum terjadi, selalu berhati-hati dalam mengutarakan ‘ramalannya’.

Pertama, jika melihat sebuah benda dari masa depan yang ia tidak tahu namanya, ia hanya mengatakan apa yang dilihatnya atau bagaimana cara benda tersebut bekerja.

Misalnya, anggap saja saya orang zaman dahulu yang melihat handphone.

Karena tidak tahu apa nama benda tersebut, saya mungkin mengatakan bahwa, “Di masa depan, orang-orang bicara dengan lempengan kecil sebesar telapak tangan. Lempengan itu bersinar dan ada gambarnya.”

Andaikan saja saya seorang pujangga Jawa, saya mungkin akan menulis, “Besuk, wong luwih cedhak karo astane ingkang sumunar lan ana gambare timbang tangga dhewe,” tolong koreksinya bagi yang lebih paham bahasa Jawa.

Kedua, beberapa ramalan memang harus ditulis dengan kalimat terselubung untuk menghindari kekacauan yang ujung-ujungnya malah mempercepat datangnya ramalan itu sendiri.

Nah, bagaimana Jangka Jayabaya menurut netter? Apakah itu ramalan? Atau bukan?

Apapun itu, Jangka Jayabaya mengingatkan kita bagaimana seharusnya bersikap, lebih-lebih bagi mereka yang saat ini sedang menggenggam kekuasaan.

Semoga tulisan saya mencerahkan!

Referensi & Tautan Luar:

  1. Serat Jayabaya, Wikipedia
  2. Ramalan Jayabaya, Wikipedia
  3. Siapa Sebenarnya Prabu Jayabaya, Sang Peramal Masa Depan Nusantara? (1), Gana Islamika
  4. Sosok Ronggowarsito, Pujangga Jawa yang Ramalkan Kematiannya Sendiri di hari Rabu Pon, TribunJogja

Video:

Sumber Gambar: NU

Dipublish pertama kali di blog.ryanmintaraga.com.  Copasing diperbolehkan dengan mencantumkan lengkap alamat URL di atas atau dengan tidak menghapus/mengubah amaran ini.  Disclaimer selengkapnya.

Bagikan Jika Artikel Ini Bermanfaat

Tinggalkan komentar