Mengartikan Jangka Jayabaya, Ramalan atau Bukan?

Jangka Jayabaya, Ramalan atau Bukan? | Ryan Mintaraga (Image: WahidFoundation
Jangka Jayabaya, Ramalan atau Bukan? | Ryan Mintaraga (Image: WahidFoundation

Daftar Isi

Lama baca: 2 menit

Halaman sebelumnya

Apa Arti Jangka Jayabaya?

Kelak jika ada kereta tanpa kuda.

Tanah Jawa berkalung besi.

Kapal berjalan di langit.

Sungai kehilangan mata air.

Pasar kehilangan suaranya.

Itulah tanda dekatnya zaman Jayabaya.

Bumi semakin mengecil.

Sejengkal tanah dipajaki.

Perempuan mengenakan pakaian laki-laki.

Itu tanda manusia menjumpai zaman serba terbalik.

Banyak janji tidak ditepati.

Banyak orang berani melanggar sumpahnya.

Banyak orang hanya mementingkan uang.

Ayah lupa anaknya.

Anak berani melawan ibunya.

Saudara saling mencelakai.

Saling curiga antar-anggota keluarga.

Kawan jadi lawan.

Hukuman dari penguasa tidak adil.

Banyak jabatan yang mengada-ada.

Orang merasa malu kerja halal.

Orang mulia dihina.

Orang jahat dipuja.

Banyak ibu menjual anaknya.

Perempuan menjual tubuhnya.

Banyak orang bertukar pasangan.

Janda seuang(?) dua.

Gadis seaga(?) lima.

Duda pincang laku sembilan uang.

Orang menjual ilmu.

Banyak janda melahirkan bayi.

Bayi lahir tanpa ayah.

Agama ditantang.

Perikemanusiaan makin hilang.

Rumah suci dibenci.

Rumah maksiat makin dipuja.

Yang suaranya kencang dapat pengaruh.

Petani diikat.

Penguasa ingkar janji.

Orang tua lupa usianya.

Pedagang jual barang makin laris, hartanya makin habis.

Banyak orang kelaparan dan telanjang.

Banyak orang mati kelaparan dekat makanan.

Banyak orang berharta-benda namun hidupnya sengsara.

Yang adil dikucilkan.

Orang baik tambah sengsara.

Orang benar termangu-mangu.

Orang salah makin bangga.

Orang lalai dan sadar sama beruntungnya.

Namun seberuntungnya orang lalai.

Lebih beruntung yang waspada.

Jika ada netter yang lebih paham arti Jangka Jayabaya di halaman sebelumnya, sila sharing-nya di kolom komentar karena saya menerjemahkan berdasar kemampuan bahasa Jawa sehari-hari saja.

Halaman Berikutnya: Sejarah Berulang?

Baca juga:  Teror Pinjaman Online, Bukti Penyalahgunaan Data Pengguna Aplikasi?

Dipublish pertama kali di blog.ryanmintaraga.com.  Copasing diperbolehkan dengan mencantumkan lengkap alamat URL di atas atau dengan tidak menghapus/mengubah amaran ini.  Disclaimer selengkapnya.

Bagikan Jika Artikel Ini Bermanfaat

Tinggalkan komentar