Hemat Listrik agar Tak Tersengat Tarifnya

Hemat Listrik Agar Tak Tersengat Tarifnya | Ryan Mintaraga
Hemat Listrik Agar Tak Tersengat Tarifnya | Ryan Mintaraga

Daftar Isi

Lama baca: 5 menit

Tarif listrik di Indonesia diperkirakan masih akan mengalami kenaikan secara bertahap, pasalnya dalam Peraturan Menteri ESDM No. 19 Tahun 2019, pemerintah menambah komponen penghitung tarif tenaga listrik yakni harga batubara. Dengan PerMen tersebut, kini tarif listrik di Indonesia akan menyesuaikan dengan empat komponen antara lain kurs rupiah terhadap dollar AS, harga minyak Indonesia, inflasi, dan terakhir harga batubara.

Meski teorinya tarif listrik bisa saja turun, kenyataannya lebih sering naik.

Karena itu sebagai pengguna kita mesti pintar-pintar menyiasati keadaan supaya tak tersengat tarif listrik yang berpotensi makin tinggi.

Buat Daftar, Peralatan Mana yang ‘Nyedot’ Listrik?

Dengan asumsi penggunaan rumah tangga standar, maka kurang lebih seperti inilah rata-rata konsumsi daya untuk setiap perangkat listrik dan elektronik yang ada di rumah:

  1. Microwave dan oven listrik (800-1000 watt)
  2. Vacuum cleaner (700-1000 watt)
  3. Komputer dan toaster (500-1000 watt)
  4. AC (400-900 watt)
  5. Dispenser (450 watt)
  6. Rice cooker dan setrika (350 watt)
  7. Blender (200-400 watt)
  8. Mesin cuci dan jet pump (100-300 watt)
  9. Kipas angin, kulkas, TV, laptop (75-150 watt)
  10. Speaker aktif (25-50 watt)
  11. Modem, TV Box, Set Top Box, dekoder parabola (20 watt)
  12. Lampu (5-20 watt)

Informasi besarnya daya yang dikonsumsi seharusnya tercantum di setiap perangkat. Nah, sekarang periksa perangkat listrik dan elektronik yang ada di rumah, berapa daya yang dibutuhkan untuk mengoperasikannya?

Cara Sederhana Menghitung Pemakaian dan Tarif Listrik

Anggap kita punya peralatan sebagai berikut:

  • 1 AC 400 watt yang menyala selama 10 jam = 400 x 10 = 4000 watt
  • 1 TV 100 watt yang menyala selama 10 jam = 100 x 10 = 1000 watt
  • 1 kulkas 100 watt yang menyala selama 24 jam = 100 x 24 = 2400 watt
  • 5 lampu 20 watt yang menyala selama 12 jam = 5 x 20 x 12 = 1200 watt
  • 1 komputer 500 watt yang menyala selama 10 jam = 500 x 10 = 5000 watt
  • 1 modem 20 watt yang menyala selama 24 jam = 20 x 24 = 480 watt
Baca juga:  Memanfaatkan Jam Kosong Selama Bekerja dari Rumah

Maka perkiraan pemakaian listrik dalam sehari adalah 4000 + 1000 + 2400 + 1200 + 5000 + 480 = 14080 watt atau sekitar 14kWh. TDL (Tarif Dasar Listrik) untuk daya 1.300VA kurang lebih Rp 1.500 per kWh, sehingga besarnya tarif listrik yang harus dibayar dalam sebulan kira-kira 14kWh x Rp 1500 x 30 hari = Rp 630.000,-

Cara di atas adalah cara sederhana, tapi setidaknya kita jadi punya gambaran berapa besar biaya listrik yang harus dibayar.

Mau berhemat?

Gunakan Lampu LED

Menggunakan lampu LED adalah langkah awal paling mudah untuk mulai berhemat.  Seperti ilustrasi di atas, 5 lampu 20 watt yang menyala selama 12 jam ternyata menghabiskan listrik lebih banyak ketimbang 1 TV 100 watt yang menyala selama 10 jam.

Di masa kini, lampu 20 watt sudah merupakan pemborosan karena lampu LED yang dijual di pasaran sudah banyak yang watt-nya di bawah itu.

Untuk aplikasi di kamar tidur yang luasnya 3 x 4 meter, lampu 7-13 watt sudah cukup memadai, tentu saja tergantung merek lampunya.

Baca Juga: Tips Memilih Lampu Canggih untuk Rumah Tinggal

Kita bisa mengaplikasikan watt yang berbeda untuk setiap ruangan atau memilih lampu yang memiliki sensor cahaya/gerak sehingga hanya aktif di saat-saat tertentu.  Bahkan di beberapa titik, penggunaan lampu tenaga matahari (solar cell) bisa dijadikan pilihan menarik.

Lupakan Merek, Pilih Perangkat Listrik dan Elektronik yang Sesuai Kebutuhan Serta Lebih Hemat Daya

Kata kuncinya adalah ‘kebutuhan’ dan ‘hemat daya’.

Seperti kita ketahui beberapa barang seperti AC, komputer, TV, dan kulkas sudah jadi bagian tak terpisahkan dari kehidupan masa kini.  Jika misalnya AC yang dibutuhkan adalah 1PK yang watt-nya lumayan besar, jangan diganti dengan AC ½PK.

Baca juga:  KlikBCA: Cara Menemukan Token PLN yang Hilang

Yang harus diperhatikan adalah watt-nya.

Saat hendak membeli AC baru, bandingkan konsumsi daya AC 1PK dari berbagai merek.  Pilih yang konsumsi dayanya paling rendah, tentu setelah disesuaikan dengan bujet yang tersedia.

Begitu pula saat hendak mengganti TV.  Dengan ukuran inch yang sama, pilih yang watt-nya paling kecil.

Khusus komputer ada pertimbangan tersendiri karena komputer masa kini mempunyai fitur yang memungkinkannya menyedot listrik sesuai kebutuhan.  Sekali lagi, perhatikan kebutuhannya.  Jika untuk mengetik, browsing, atau nonton film, laptop bisa jadi bahan pertimbangan karena rata-rata konsumsi dayanya tidak sebesar desktop computer.

Matikan Perangkat yang Tidak Diperlukan

Terdengar klise, memang, namun justru penting.

Beberapa langkah yang bisa dilakukan misalnya mematikan dispenser sebelum tidur atau hanya menyalakannya sewaktu hendak membuat minuman panas.  Atau, kenapa tidak membuat air panas menggunakan kompor saja?

Begitu pula perangkat seperti lampu, decoder, TV Box, Set Top Box, dan kipas angin sebaiknya dimatikan ketika sedang tidak diperlukan.  Watt-nya memang kecil, dimatikan pun belum tentu membuat penghematan yang signifikan. Namun setidaknya kita bisa mengurangi panas di ruangan tersebut karena setiap perangkat listrik dan elektronik mengeluarkan panas saat dioperasikan.

Berhemat dengan Nyaman

Meski pada akhirnya hemat listrik belum tentu hemat uang, penghematan yang dilakukan bisa membuat pengguna tak perlu menaikkan daya.

Inilah cara berhemat yang cerdas, hemat listrik tanpa mengorbankan kenyamanan hidup. Dan bicara kenyamanan, mungkin netter tertarik membaca tips agar rumah aman selama liburan?

Referensi & Tautan Luar:

Sumber Gambar: HilonInsuration

Dipublish pertama kali di blog.ryanmintaraga.com.  Copasing diperbolehkan dengan mencantumkan lengkap alamat URL di atas atau dengan tidak menghapus/mengubah amaran ini.  Disclaimer selengkapnya.

Bagikan Jika Artikel Ini Bermanfaat

3 pemikiran pada “Hemat Listrik agar Tak Tersengat Tarifnya”

  1. Hei,

    Saya melihat situs http://www.ryanmintaraga.com dan situsnya yang mengesankan. Saya ingin tahu apakah konten atau banner pilihan iklan tersedia di situs Anda?

    Berapa harganya jika kami ingin memasang artikel di situs Anda?

    Catatan: Artikel tidak boleh berupa teks seperti bersponsor atau mengiklankan atau seperti itu

    Bersulang
    Allegra lark

    Balas

Tinggalkan komentar