Hasil Uji Lensa Tambahan Murah Meriah Untuk Ponsel

Perkara lensa tambahan untuk ponsel sudah cukup lama saya dengar sekitar 1-2 tahun lalu, hanya saja waktu itu saya kurang tertarik.  Selain harga lensa yang lumayan mahal, saya pribadi berpendapat bahwa sifat fotografi ponsel haruslah ringkas dan terbebas dari segala kerumitan.  Jika saya sedang niat motret ‘serius’, tinggal angkut saja DSLR dengan segala aksesoris tambahannya.

Namun beberapa hari lalu saya ‘terdampar’ di sebuah toko aksesoris ponsel dalam rangka mencari headphone untuk mempermudah pekerjaan di laptop saya.  Saat itulah saya melihat lensa tambahan tersebut dan tertarik untuk mencari tahu.

“Berapa harganya?” tanya saya.

“Empat puluh ribu,” jawab si pedagang.

Murah, batin saya.

Karena itu saya berpikir tak ada ruginya mencoba.

Tes!  Tes!

Satu pack lensa yang saya beli terdiri dari tiga buah lensa sebagai berikut:

  1. Fisheye Lens (lensa fisheye),
  2. Wide Lens (lensa wide),
  3. Macro Lens (lensa makro).

Untuk memasang lensa-lensa tersebut disertakan klip (penjepit) berulir dimana cara pemasangannya adalah lensa terlebih dahulu dipasang pada ulirnya (penjepit) kemudian dijepit di bodi ponsel – tepatnya menutupi lensa bawaan ponsel.

Setiap lensa memiliki karakteristik dan fungsi masing-masing yaitu:

  1. Lensa Fisheye akan menghasilkan gambar yang melengkung secara ekstrem di sisi-sisinya.  Menurut definisinya, lensa fisheye disebut juga ultra wide-angle lens.  Pada dasarnya lensa fisheye cocok untuk memotret panorama dan sebaliknya tidak direkomendasikan untuk memotret manusia karena distorsi visual yang dihasilkannya – kecuali jika kita mencari sesuatu yang unik sekaligus fun.
  2. Lensa Wide merupakan pilihan tepat apabila kita ingin memasukkan banyak objek dalam satu frame foto.   Menggunakan lensa wide, bidang tangkapan yang didapat akan lebih luas dibanding tanpa lensa wide.  Tanpa lensa wide, kita mungkin akan mundur-mundur supaya kamera bisa menangkap semua objek dalam satu bidang.  Namun dengan lensa wide, bisa jadi kita tidak perlu mundur untuk mendapatkan hasil yang sama.
  3. Lensa Makro digunakan untuk memotret objek kecil dengan jelas dari jarak dekat.

Berikut adalah hasil uji singkat penggunaan ketiga lensa tersebut.  Perangkat yang digunakan adalah smartphone lawas SonyEricsson XPeria Ray dengan pengaturan full auto.

Lensa Fisheye

Berikut adalah objek yang difoto tanpa lensa fisheye:

foto diambil dengan lensa bawaan ponsel (dokpri)
foto diambil dengan lensa bawaan ponsel (dokpri)

Sekarang, inilah hasilnya setelah lensa fisheye dipasang:

foto yang diambil menggunakan lensa fisheye (dokpri)
foto yang diambil menggunakan lensa fisheye (dokpri)

Diambil dari jarak yang sama, terlihat bahwa bidang tangkapan menjadi lebih luas.

Perhatikan juga bahwa pintu di sisi kiri serta jendela dan bingkai foto di sisi kanan tampak melengkung.  Karena karakteristiknya, lensa fisheye kerap digunakan untuk menghasilkan foto yang unik dan fun.  Mungkin lain kali boleh juga memotret wajah menggunakan lensa ini hehehe…

Gambar di bawah ini juga hasil tangkapan lensa fisheye:

contoh tambahan foto yang diambil menggunakan lensa fisheye (dokpri)
contoh tambahan foto yang diambil menggunakan lensa fisheye (dokpri)

Kelihatannya jika digunakan untuk memotret objek yang jaraknya jauh, distorsinya tidak begitu kentara, terlihat dari bentuk mobil yang masih normal.

Lensa Wide

Berikut adalah objek yang difoto tanpa lensa wide:

foto diambil tanpa lensa wide (dokpri)
foto diambil tanpa lensa wide (dokpri)

Sekarang, inilah hasilnya setelah lensa wide dipasang:

foto diambil menggunakan lensa wide (dokpri)
foto diambil menggunakan lensa wide (dokpri)

Dengan jarak yang sama, terlihat ponsel kamera yang dipasangi lensa wide akan memberikan bidang tangkapan yang lebih luas.  Yang tidak saya sangka adalah lensa wide untuk kamera ponsel pun masih melengkungkan sisi-sisi gambar meski tidak se-ekstrem lensa fisheye.

Lensa Makro

Kebetulan saya suka memotret objek dari jarak dekat.  Untuk kebutuhan tersebut, penggunaan lensa makro adalah jawabannya.  Foto-foto yang dihasilkan lensa tersebut membuat kita seolah berada di dunia lain.

Berikut adalah hasil foto menggunakan lensa makro:

foto yang diambil menggunakan lensa makro (dokpri)
foto yang diambil menggunakan lensa makro (dokpri)

Objek yang saya foto adalah lensa fisheye, perhatikan bahwa tulisan pada objek cukup jelas terbaca sementara objek kabur yang menjadi latar belakang adalah sebuah flashdisk.

Sekarang bagaimana jika lensa makronya dilepas?

Di jarak yang sama, kamera tak mampu menangkap gambar dengan fokus sehingga gambar yang dihasilkannya blur, karena itu saya mesti sedikit menjauhkan ponsel dari objek hingga akhirnya didapat jarak yang cukup.

Dan inilah hasilnya:

foto tanpa lensa makro. di jarak yang sama, kamera tak mampu menangkap gambar sehingga mesti dimundurkan lagi (dokpri)
foto tanpa lensa makro. di jarak yang sama, kamera tak mampu menangkap gambar sehingga mesti dimundurkan lagi (dokpri)

Dan berikut satu contoh lagi penggunaan lensa makro:

contoh tambahan hasil foto menggunakan lensa makro (dokpri)
contoh tambahan hasil foto menggunakan lensa makro (dokpri)

Gambar di atas adalah ujung flashdisk.  Perhatikan bahwa tulisan 2GB cukup jelas terbaca.

Tertarik?

Paket penjualannya terdiri dari tiga buah lensa (catatan: lensa makro dan wide dijadikan satu), dua tutup lensa, satu klip (penjepit), dan satu buah kantong kecil sebagai wadah penyimpanan.

Hal terakhir sebelum memboyong aksesoris ini pulang adalah pastikan bahwa kamera pada ponsel letaknya di ujung dan ponsel sebaiknya tergolong tipis karena lensa-lensa ini tidak bisa dipasang di Nokia Lumia 520 saya yang tebal dan lensa kameranya cenderung ke tengah.

UPDATE:

Lensa tambahan bisa dipasang dengan cara seperti ini:

cara memasang lensa (dokpri menggunakan lumia 520)
cara memasang lensa (dokpri menggunakan lumia 520)

Atau seperti ini:

cara memasang lensa (dokpri menggunakan lumia 520)
cara memasang lensa (dokpri menggunakan lumia 520)

Sesuaikan dengan ponsel yang kita miliki.

Semoga tulisan saya kali ini menginspirasi, selamat mencoba!

Kecuali disebutkan lain, seluruh gambar di tulisan ini adalah dokumentasi pribadi yang diambil menggunakan SonyEricsson XPeria Ray

Dipublish pertama kali di blog.ryanmintaraga.com, copasing diperbolehkan dengan mencantumkan lengkap alamat URL di atas atau dengan tidak menghapus/mengedit amaran ini. Disclaimer selengkapnya.

Video Editor sejak tahun 1994, sedikit menguasai web design dan web programming. Michael Chrichton dan Eiji Yoshikawa adalah penulis favoritnya selain Dedy Suardi. Bukan fotografer meski agak senang memotret. Penganut Teori Relativitas ini memiliki banyak ide dan inspirasi berputar-putar di kepalanya, hanya saja jarang diungkapkan pada siapapun.

Leave a Reply

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

%d bloggers like this: