Gojek, Sang Perintis Ojek Modern

Go-Jek, yang Dicari yang Dicaci | Ryan Mintaraga
Go-Jek, yang Dicari yang Dicaci | Ryan Mintaraga

Daftar Isi

Lama baca: 3 menit

Berseliwerannya Go-Jek, moda transportasi online yang lebih familiar ditulis dan diucapkan sebagai ‘Gojek’ nampaknya sudah menjadi fenomena lazim di jalanan ibukota serta beberapa kota lainnya di Indonesia. Jaket serta helm hijau dengan logo dan tulisan besar-besar yang menjadi ciri khas Go-Jek membuat keberadaannya sangat mudah dikenali meski satu-satunya kompetitor terkuatnya memiliki color identity yang serupa.

Ya, Go-Jek memang fenomenal sampai-sampai ada seorang teman blogger yang nyaris setiap hari menceritakan pengalamannya menggunakan jasa Go-Jek. Apakah yang bersangkutan sedang melakukan viral marketing? Bisa jadi.

Sejarah Lahirnya GO-JEK

Sejarah Go-Jek berawal dari ide sang CEO dan Managing Director Nadiem Makarim yang mengaku pengguna transportasi ojek. Di ibukota, ojek yang merupakan moda transportasi roda dua ini memang sangat handal membelah kemacetan jalanan. Pengguna transportasi roda dua ini pasti pernah merasakan sensasi saat babang ojek melakukan manuver meliuk-liuk yang kadang bikin adrenalin meningkat.

nadiem makarim ceo & managing director go-jek (sumber: pelatihindonesia.org)

Kembali ke topik.

Berdasarkan pengalamannya menggunakan ojek itulah Nadiem lantas menciptakan Go-Jek, satu layanan antar jemput ojek modern berbasis pesanan. PT Go-Jek Indonesia yang lahir tahun 2011 kini memiliki lebih dari seribu armada ojek yang tersebar di seluruh kawasan Jabodetabek.

“Pelanggan terbanyak berada di kawasan Jakarta Selatan dan Pusat.  Kami sering kewalahan memenuhi permintaan dengan armada yang ada saat ini,” tutur Nadiem yang dikutip dari merdeka.com (sumber)

Karena perkembangannya yang pesat, terbetik kabar Go-Jek meraih prestasi sebagai Juara 1 dalam kompetisi bisnis Global Entrepreneurship Program Indonesia (GEPI) di Bali. Tak hanya itu, Go-Jek dianugerahi berbagai penghargaan dari berbagai komunitas bisnis maupun sosial.

Layanan GO-JEK

Di laman resminya disebutkan ragam layanan Go-Jek saat ini adalah sebagai berikut:

  1. Jasa kurir (90 minute delivery anywhere in the city),
  2. Jasa transportasi (transparent pricing, free shower cap and masker),
  3. Jasa delivery makanan (delivering your favorite food under 60 minutes in Jabodetabek),
  4. Jasa belanja dengan nominal di bawah 1 juta rupiah (shop for food, ticket, medicine, anything under Rp 1.000.000. We’ll pay for it first).
Baca juga:  Putri Duyung, Benarkah Keberadaannya Hanya Mitos?

Dari testimoni kebanyakan pengguna Go-Jek didapat satu kesimpulan bahwa konsumen merasa sangat puas dengan servis yang diberikan Go-Jek. Penyebabnya nyaris seragam yaitu tarif yang jelas dan transparan serta sistem serba online-nya yang sesuai gaya hidup modern yakni penggunaan teknologi.

Penggunaannya relatif mudah, konsumen cukup menginstal aplikasi Go-Jek di smartphone-nya lantas melakukan pemesanan yang bahkan bisa dipantau statusnya secara berkala.

Saat ini aplikasi Go-Jek tersedia untuk smartphone berbasis Android dan iOS.

Modern, transparan, dan profesional, karena itu tak mengherankan jika kebanyakan pengguna Go-Jek berasal dari kelas menengah yang melek teknologi serta mobilitasnya lumayan tinggi.

Halaman berikutnya: Go-Jek Ditolak!

Dipublish pertama kali di blog.ryanmintaraga.com.  Copasing diperbolehkan dengan mencantumkan lengkap alamat URL di atas atau dengan tidak menghapus/mengubah amaran ini.  Disclaimer selengkapnya.

Bagikan Jika Artikel Ini Bermanfaat

Tinggalkan komentar