Go-Jek, yang Dicari yang Dicaci

Go-jek atau lebih dikenal dengan nama Gojek rasanya saat ini sudah menjadi pemandangan yang umum di jalanan ibukota.

Ya, jaket dan helm hijau terang dengan tulisan besar-besar Go-Jek membuat layanan ini mudah dikenali.

Go-Jek memang fenomenal sampai-sampai ada seorang teman dunia maya yang update statusnya selalu tentang Go-Jek. Apakah yang bersangkutan sedang menjalankan viral marketing? Mungkin saja 🙂

SEJARAH GO-JEK

Go-Jek lahir dari ide sang CEO dan Managing Director Nadiem Makarim yang mengaku seorang pengguna ojek. Ojek yang merupakan kendaran motor roda dua ini memang transportasi yang sangat efektif untuk mobilitas di kemacetan kota.

nadiem makarim ceo go-jek (sumber: pelatihindonesia.org)

Dengan pengalamannya saat naik ojek di jalanan yang macet inilah ia kemudian menciptakan Go-Jek, sebuah layanan antar jemput dengan ojek modern berbasis pesanan. PT Go-Jek Indonesia yang sudah melewati perjalanannya sejak tahun 2011 kini sudah memiliki 1.000 armada ojek yang tersebar di seluruh kawasan Jabodetabek.

“Pelanggan terbanyak berada di kawasan Jakarta Selatan dan Pusat.  Kami sering kewalahan memenuhi permintaan dengan armada yang ada saat ini,” ujarnya seperti dikutip dari merdeka.com (sumber)

Dengan perkembangannya yang pesat ini, kabarnya Go-Jek telah menuai prestasi sebagai Juara 1 dalam kompetisi bisnis Global Entrepreneurship Program Indonesia (GEPI) di Bali. Selain itu, Go-Jek telah memperoleh berbagai penghargaan dari berbagai komunitas bisnis maupun sosial.

Di situs resminya disebutkan bahwa layanan Go-Jek adalah sbb :

  1. Jasa kurir (90 minute delivery anywhere in the city),
  2. Jasa transportasi (transparent pricing, free shower cap and masker),
  3. Jasa delivery makanan (delivering your favorite food under 60 minutes in Jabodetabek),
  4. Jasa belanja dengan nominal di bawah 1 juta rupiah (shop for food, ticket, medicine, anything under Rp 1.000.000. We’ll pay for it first).

Dari beberapa testimoni pengguna Go-Jek bisa ditarik satu kesimpulan yang sama bahwa konsumen sangat puas dengan pelayanan Go-Jek. Alasannya rata-rata hampir sama yakni tarif yang jelas dan transparan selain tentu saja sistemnya yang mengakomodir gaya hidup modern saat ini yaitu penggunaan teknologi.

Calon pengguna tinggal menginstal aplikasi Go-Jek di smartphone-nya untuk kemudian melakukan pemesanan sekaligus memantau status pemesanannya.

Saat ini aplikasi Go-Jek hadir untuk smartphone berbasis Android dan iOS.

Modern, transparan, dan profesional. Tak heran jika kebanyakan pelanggan Go-Jek adalah kelas menengah yang melek teknologi dan memiliki mobilitas lumayan tinggi.

Halaman berikutnya: Tantangan Bagi Go-Jek

Dipublish pertama kali di blog.ryanmintaraga.com, copasing diperbolehkan dengan mencantumkan lengkap alamat URL di atas atau dengan tidak menghapus/mengedit amaran ini. Disclaimer selengkapnya.

Artikel ini mendapat 115 views sejak dipublish

Leave a Reply

%d bloggers like this: