Deja Vu, Terjadi Karena Otak Menangkap Ingatan Orang Lain?

Benarkah ini Penyebab Deja Vu? | Ryan Mintaraga
Benarkah ini Penyebab Deja Vu? | Ryan Mintaraga

Daftar Isi

Lama baca: 5 menit

Pernahkah kita merasa tidak asing dengan sebuah tempat padahal kita yakin itu adalah pertama kalinya menginjakkan kaki di tempat tersebut? Atau, pernahkah saat sedang melakukan sesuatu, tiba-tiba saja kita merasa sudah pernah melakukan hal tersebut dan bisa menebak apa yang akan terjadi selanjutnya? Kondisi itu (merasa pernah melakukan suatu hal) dinamakan Deja Vu yang berasal dari bahasa Perancis dengan arti harafiahnya ‘pernah melihat‘.

Saya sendiri beberapa kali mengalami deja vu. Sebagiannya saya ingat pernah saya lihat dalam mimpi yang terjadi entah kapan.

Teori Seputar Deja Vu

Ilmu pengetahuan menyatakan bahwa deja vu terjadi antara lain karena kegagalan sistem kelistrikan otak dan adanya kesalahan dari sistem memori. Deja vu juga ditengarai sebagai akibat dari konsumsi beberapa jenis obat-obatan.

Menariknya, ada teori bahwa otak kita pernah melakukan simulasi terhadap sebuah kondisi baru yang belum pernah dialami sebelumnya. Lalu saat kondisi yang disimulasikan tersebut benar-benar terjadi, otak kita sudah punya jawabannya. Karena itulah muncul perasaan bahwa kita sudah pernah berada dalam kondisi tersebut.

Ada juga teori bahwa deja vu terjadi akibat perbedaan kecepatan kedua mata dalam menangkap sebuah peristiwa. Bisa saja mata kiri menangkap dan mengirimkan gambar ke otak lebih cepat dibanding mata kanan atau sebaliknya sehingga timbul perasaan bahwa kita sudah pernah melihat peristiwa tersebut.

Salah satu teori paling umum tentang deja vu adalah memori palsu. Benar kita pernah melihat suatu tempat, namun di film. Belakangan, otak tidak bisa menentukan bahwa apa yang kita lihat hanyalah dalam film. Otak menganggap bahwa kita sungguh-sungguh pernah ke tempat tersebut.

Namun teori-teori seputar deja vu tetap tidak bisa menjawab rasa penasaran saya akan dua mimpi yang saya alami dan sampai sekarang masih jadi misteri.

Baca juga:  Lucid Dreamer, Si Pengendali Mimpi

Pengalaman yang Datang Lewat Mimpi

Mimpi Pertama

Suatu malam saya mimpi berada di dalam lift. Begitu lift terbuka, saya melihat sebuah tempat yang satu sisinya jendela (kaca) semua. Saya menoleh dan melihat sebuah toilet. Tidak ada tangga di situ, akses hanya lewat lift.

Esok harinya saya pergi ke sebuah tempat (Pasar Baru, Jakarta) dan kebetulan melihat sebuah restoran cepat saji yang ternyata aksesnya hanya lewat lift. Perasaan aneh dimulai saat saya berada di dalam lift, saya teringat mimpi semalam. Begitu pintu lift terbuka, semua yang terlihat persis seperti yang ada dalam mimpi!

Mimpi Kedua

Ini mimpi yang sampai saat ini membuat saya bingung menjelaskannya. Saya mimpi berada di sebuah perempatan jalan di Singapura. Daerah sekitar perempatan itu sangat asri dengan pepohononan hijau. Saya melihat sebuah papan nama, terbaca dengan jelas ‘Choa Chu Kang’. Di situ saya berkata, “Lho, daerah ini, ‘kan, kuburan?”

Beberapa hari kemudian, terdengar berita meninggalnya seorang konglomerat Indonesia di Singapura. Perasaan aneh itu muncul saat si pembaca berita menyebutkan bahwa konglomerat tersebut akan dimakamkan di Choa Chu Kang, daerah yang saya lihat dalam mimpi.

Apakah Sebenarnya Penyebab Deja Vu?

Teori yang saya simpulkan di bawah ini memang mentah dan sangat bisa diperdebatkan atau malah membuka jalan, yaitu:

Deja Vu adalah suatu kondisi dimana otak kita menangkap ingatan orang lain, kebanyakan terjadi dalam kondisi tidur. Ingatan yang ditemukan tersebut kemudian disimpan oleh otak sehingga ingatan orang lain itu seolah-olah ingatan kita sendiri.

Bagaimana hal itu bisa terjadi? Kenapa kita menangkap ingatan orang lain?

Menurut saya, setiap tidur, kita – dalam bahasa facebook – men-share sebagian peristiwa yang kita alami ke alam. Otak kita meng-upload apa yang terjadi hari ini baik menyenangkan atau tidak ke – anggap saja – server alam semesta.

Baca juga:  Precognitive Dream, Mimpi yang Benar-benar Terjadi

Ingatan yang kita upload tersebut suatu ketika diambil orang lain yang kebetulan memerlukan gambaran untuk peristiwa yang belum pernah ia alami.

Untuk mimpi Pasar Baru, misalnya. Kebetulan otak saya – saat saya tidur – membuka Google-nya alam semesta dan mencari informasi seputar Pasar Baru. Kebetulan saya menemukan informasi soal restoran cepat saji itu yang di-share oleh orang lain yang pernah ke sana.

Teori saya bisa menjawab kenapa pada saat kita begitu memikirkan seseorang, kita akan menemuinya dalam mimpi. Bisa jadi mimpi tentang orang tersebut adalah ingatan orang lain yang kebetulan mengenalnya.

Bahkan teori saya bisa dijadikan jawaban tentang reinkarnasi. Ingat, otak kita menangkap ingatan orang lain sehingga ingatan tersebut seolah-olah ingatan kita sendiri. Sebagian fenomena tentang orang-orang Indigo pun bisa dijawab menggunakan teori ini, apalagi dikaitkan dengan gelombang otak manusia saat beraktivitas dan tertidur.

Walau begitu, teori saya tetap belum bisa menjawab kebingungan akan mimpi tentang konglomerat yang saya sebutkan sebelumnya karena secara tidak langsung itu berhubungan dengan ‘vision‘ alias penglihatan”

Semoga tulisan saya kali ini mencerahkan.

Referensi:

  1. http://science.howstuffworks.com/science-vs-myth/extrasensory-perceptions/question657.htm
  2. http://sainspop.blogspot.com/2010/04/apa-itu-deja-vu.html
Sumber Gambar: Tirto

Dipublish pertama kali di blog.ryanmintaraga.com.  Copasing diperbolehkan dengan mencantumkan lengkap alamat URL di atas atau dengan tidak menghapus/mengubah amaran ini.  Disclaimer selengkapnya.

Bagikan Jika Artikel Ini Bermanfaat

Tinggalkan komentar