Monoton | Ryan Mintaraga

Monoton: 29 November

Sudah tiga hari aku tidak masuk kerja. Selama tiga hari itu pula aku menemani istriku, merawat dan menggantikannya melakukan tugas-tugas rumah tangga semampuku. “Aku sudah nggak apa-apa, nggak usah cemas gitu, Sayang,” kata istriku. Ia menolak menceritakan lebih detail apa yang sebenarnya terjadi. Ia hanya mengatakan dirinya kena tabrak lari sewaktu menyeberang jalan dan terjatuh … Read more

Monoton | Ryan Mintaraga

Monoton: 26 November

Bunyi alarm membangunkanku dari tidur, saat ini pasti sudah pukul 05.30 pagi. Aku duduk di tepi tempat tidur, mengerjapkan mata dan menggelengkan kepala untuk mengusir kantuk yang masih mendera. Kehidupanku sudah seperti robot yang terprogram. Pukul berapa bangun tidur, pukul berapa mandi, berapa lama waktu yang dihabiskan, berapa menit waktu yang diperlukan untuk bersiap, makan, … Read more

Monoton | Ryan Mintaraga

Monoton: 25 November

Senin, pukul 19.45. Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa sudah berakhir lebih dari empat jam lalu. Sejauh yang kutahu semua berjalan baik dan lancar serta tidak ada kesalahan sekecil apapun. Malam ini kami, tim yang terlibat penyelenggaraan RUPS sedang mengadakan pesta kecil-kecilan. Selain ungkapan kelegaan setelah beberapa hari yang penuh tekanan, pesta ini sekaligus merupakan … Read more

Monoton | Ryan Mintaraga

Monoton: 21 November

Bunyi alarm membangunkanku dari tidur, saat ini pasti sudah pukul 05.30 pagi. Aku duduk di tepi tempat tidur, mengerjapkan mata dan menggelengkan kepala untuk mengusir kantuk yang masih mendera. Dari kamar mandi terdengar suara gayung beradu dengan air di dalam bak. Seperti biasanya, lima menit lagi istriku pasti selesai mandi. Kehidupan kami sudah seperti robot … Read more

Monoton | Ryan Mintaraga

Monoton: 17 November

“Sayang, bangun.  Sudah jam 7 lewat.” Aku membuka mata dan melihat wajah istriku yang dekat sekali dengan wajahku. “Hari ini kamu masih harus ke kantor, kan?” sapanya. Aku bangkit dan duduk di tepi tempat tidur, mengerjapkan mata, lalu menggeleng-gelengkan kepala untuk mengusir kantuk yang masih mendera. Setelah pemecatan Pak Ryan dua minggu lalu, dewan direksi … Read more

Monoton | Ryan Mintaraga

Monoton: 13 November

Rabu, pukul 06.10. Aku berjalan kaki bersama istriku menuju stasiun kereta yang hanya berjarak 10 menit dari tempat tinggal kami. Meski jalan berdua seperti ini, kami sudah sibuk dengan agenda masing-masing. “Sayang, aku mau cerita sesuatu,” kataku. “Hm?  Soal apa?” mata istriku masih tertuju ke smartphone-nya sembari berjalan.  Jemarinya melakukan swipe dan tap di layar … Read more

Monoton | Ryan Mintaraga

Monoton: 11 November

Senin. Suara alarm membangunkanku dari tidur, saat ini pasti sudah jam 05.30 pagi. Aku duduk di tepi tempat tidur, mengerjapkan mata, dan menggeleng-gelengkan kepala untuk mengusir kantuk yang masih mendera.  Dari kamar mandi terdengar suara gayung yang beradu dengan air di dalam bak. Lima menit lagi istriku pasti selesai mandi. Kita berdua sudah tak punya … Read more

Monoton | Ryan Mintaraga

Monoton: 8 November

“Mau kopi?” Kesadaranku yang hampir saja memasuki gerbang mimpi langsung kembali begitu mendengar suara tersebut. “Oh, Bell,” sapaku begitu tahu siapa yang menegurku barusan.  Sejenak aku meregangkan tubuh di kursi kerjaku dan melirik jam di pergelangan tangan yang baru menunjukkan angka 11.13. Bella tersenyum.  Ia berdiri di depan meja kerjaku. Lagi-lagi, wangi tubuhnya yang sangat seksi … Read more

Monoton | Ryan Mintaraga

Monoton: 6 November

Jam 05.30 tepat, seperti biasa alarm berbunyi. Beberapa hari belakangan ini aku merasa cemas luar biasa, kecemasan yang membuatku sulit tidur.  Aku merasa, setiap pagi akan menjadi awal dari berakhirnya pekerjaanku di kantor. Dari kamar mandi terdengar suara gayung yang beradu dengan air di dalam bak.  Lima menit lagi istriku pasti selesai mandi. Aku mematikan … Read more