5 Alasan Memilih Disney+

5 Alasan Memilih Disney+ | Ryan Mintaraga
5 Alasan Memilih Disney+ | Ryan Mintaraga

Daftar Isi

Lama baca: 3 menit

Disney+ Hotstar adalah layanan streaming Video On Demand (VOD) berbayar yang – kita semua tahu – dikelola oleh Walt Disney Company yang berbasis di Amerika Serikat.  Diluncurkan November 2019, kabarnya saat ini layanan streaming tersebut beroperasi di lebih dari 60 negara termasuk Indonesia.  Di Indonesia sendiri, layanan streaming Disney+ head to head dengan Netflix yang sudah lebih dulu ada.  Perang antara keduanya pun tak bisa dihindarkan, sudah saya tulis di sini.

Tulisan ini akan membahas 5 alasan memilih Disney+ sebagai layanan streaming.  Harapannya tentu agar (calon) pelanggan memiliki product knowledge yang lebih baik sebelum mengambil keputusan.  Seperti biasa, sebagian netter mungkin tidak setuju atau punya pendapat lain dengan apa yang saya tulis, karena itu sila tinggalkan di kolom komentar.

Mari kita mulai!

Pertama, Disney+ Murah

Fakta tak terbantahkan, saat tulisan ini dibuat, biaya langganannya masih di angka Rp 199.000 untuk setahun.  Saya lupa apakah harga segitu sudah termasuk pajak atau belum.

harga disney+, mau langganan bulanan juga bisa(screenshot)
harga disney+, mau langganan bulanan juga bisa (screenshot)

Apabila harga di atas dirasa masih terlalu berat, kita juga masih bisa berlangganan bulanan dengan biaya Rp 39.000 sebulan.

Pembayarannya bisa menggunakan kartu kredit, kartu debit, iTunes/AppStore, OVO, dan GoPay.

Bisa Ditonton di Dua Perangkat Secara Bersamaan

Dengan menjadi pelanggan Disney+, pelanggan bisa menonton konten yang berbeda secara bersamaan di dua perangkat tanpa biaya tambahan.

Misalnya, saya nonton anime di TV, di saat yang sama anak saya nonton drakor di laptopnya, itu bisa.  Jadi, satu akun mendukung pemutaran konten berbeda di dua perangkat secara bersamaan.

Konten yang Lebih Ramah Anak

Meskipun ada satu-dua konten yang mengandung kekerasan, secara garis besar konten di Disney+ lebih ramah anak (remaja sih sebetulnya).  Bahkan, layanan streaming ini menyediakan menu Kids yang tayangannya jelas disesuaikan dengan penonton anak-anak.  Fitur Kids Safe juga – menurut informasinya – ada untuk mencegah konten diakses oleh penonton cilik.

Baca juga:  Proyek Listrik 35.000 MW dan Sepak Terjang Bandit Ekonomi
disney+ kids menyediakan tayangan yang cocok untuk penonton anak-anak (screenshot)
disney+ kids menyediakan tayangan yang cocok untuk penonton anak-anak (screenshot)

Film-film Populer Ada di Sini

Tak bisa dipungkiri, kebanyakan orang tertarik menjadi pelanggan layanan streaming adalah karena koleksi film yang ditawarkan.  Layanan streaming yang koleksi filmnya bagus-bagus dan isinya film baru tentu lebih mudah menggaet pelanggan.

Nah, koleksi film di sini tidak usah diragukan lagi.  Film-film produksi Disney, Pixar, Lucasfilm, 20th Century Fox, National Geographic, dan tentu saja Marvel semua ada di sini.  Jadi, buat yang pengen nonton Avengers (lagi), di sini tempatnya.  Film-film Indonesia juga ada.

koleksi film yang ditawarkan, lengkap (screenshot)
koleksi film yang ditawarkan, lengkap (screenshot)

Sedikit cerita, saya kebetulan menyukai series Daredevil produksi Marvel.  Selama tiga musim, series tersebut tayang di platform lain, tapi sekarang Daredevil sudah ditarik dan pindah ke platform yang sedang kita bahas ini.

daredevil, sekarang pindah ke disney+ (screenshot)
daredevil, sekarang pindah ke disney+ (screenshot)

Terakhir, Ada Fitur Dwibahasa di Disney+

Ya, dwibahasa, artinya kita menonton film asing yang disulihsuarakan (di-dub) ke bahasa Indonesia, seperti ini misalnya:

nonton avengers berbahasa indonesia (screenshot)
nonton avengers berbahasa indonesia (screenshot)

Dari gambar di atas terlihat bahwa film tersedia dalam dua bahasa; Inggris (bahasa aslinya) atau Indonesia.  Saya pernah mencoba mengeklik pilihan bahasa Indonesia untuk tahu bagaimana kualitasnya – dan yaa – lumayan lah.

Fitur dwibahasa ini – menurut saya – berguna agar tayangan bisa dinikmati penonton cilik yang belum bisa membaca, juga kalau kita pas sedang malas baca subtitel.

Nah, itulah 5 alasan memilih Disney+ sebagai layanan streaming di rumah.  Netter mungkin punya alasan atau pendapat lain?  Sila unduh jika netter tertarik berlangganan Disney Plus Indonesia.

Referensi & Tautan Luar:

Sumber gambar: envato element

Dipublish pertama kali di blog.ryanmintaraga.com.  Copasing diperbolehkan dengan mencantumkan lengkap alamat URL di atas atau dengan tidak menghapus/mengubah amaran ini.  Disclaimer selengkapnya.

Bagikan Jika Artikel Ini Bermanfaat

Tinggalkan komentar