Cara Memainkan Game Wii Menggunakan Hardisk

Konsol game Nintendo Wii keluarga saya melemah optiknya!

Konsol ini saya beli sekitar tahun 2012 dan memberi hiburan yang menyehatkan buat saya sekeluarga melalui aneka permainan seperti dance, tenis, tinju, golf, baseball, bowling, dll termasuk tentu saja game horor favorit saya – Fatal Frame – meski nggak pernah kelar.

Kembali ke topik.

Karena Wii adalah konsol lama keluaran tahun 2006 menurut Wikipedia, saat ini nyaris sudah tidak ada lagi yang menjual sparepart-nya bila terjadi masalah seperti melemahnya optik yang saya alami.

Optik yang lemah berarti harus ganti drive (DVD) dengan harga rerata Rp 500.000,-

“Itu juga inden, lagipula copotan (kanibalan),” ujar teknisi.

Wah!

Sudahlah harganya mahal, inden, kanibalan pula.  Bener-bener nggak worthed.

Karena itu saya memutuskan mencari informasi bagaimana cara memainkan game Wii melalui hardisk.

Ternyata bisa!

Lewat tulisan ini saya ingin berbagi pengalaman, siapa tahu berguna.

Siap?

Apa yang Harus Disiapkan?

Sebelum mulai, pastikan dulu bahwa di konsol game Wii yang kita miliki ada Homebrew sbb :

homebrew (uppap)
homebrew (uppap)

Terkadang Homebrew tidak berada di homescreen utama saat kita menyalakan Wii, karena itu gunakan tombol (+) dan (-) pada WiiMote untuk mencari keberadaan Homebrew.

Jika kita yakin sudah ada Homebrew di konsol Wii yang kita miliki, siapkan pula beberapa hal berikut :

  1. Hardisk eksternal kecil 2,5″ – lebih baik yang kabelnya USB 3.0 – kapasitas bebas tapi 500 GB dirasa sudah cukup.  Untuk artikel ini, kebetulan saya punya hardisk eksternal yang sedang tidak dipakai.
  2. Kartu memori SD Card.  Ingat, bener-bener SD Card ya, bukan Mini atau Micro SD yang ditempatkan di adapter SD Card.  Saya menggunakan SDHC Card yang tadinya digunakan sebagai kartu memori kamera DSLR saya.  Minimum kapasitas SD Card yang disarankan oleh berbagai artikel adalah 256 MB, lebih besar kapasitasnya tentu lebih baik.
  3. Seperangkat komputer / laptop yang terhubung ke internet berikut card reader.  Di sini saya menggunakan komputer dengan sistem operasi Windows 10 x64.

Tahap 1 : Menyiapkan Hardisk Untuk Menampung File Wii

Agar bisa dikenali oleh konsol Wii, sebelumnya kita harus menyiapkan hardisk dalam format WBFS.  Salah satu aplikasi untuk itu adalah WBFS Manager yang bisa diunduh di  :

http://wbfsmanager.codeplex.com/releases/view/26808

Sesuaikan versi WBFS yang akan kita unduh dengan sistem operasi komputer yang kita punya, apakah x86 atau x64.

Besaran file ini kecil saja, sekitar 2-3 MB dan berbentuk zip yang artinya harus kita ekstrak lagi.

Usai pengunduhan dan ekstrak, instal WBFS Manager di komputer kita kemudian jalankan tapi sebelumnya colokkan hardisk yang akan kita format tadi.

Seperti inilah tampilan WBFS Manager versi 3.0 untuk Windows x64:

tampilan wbfs manager (screenshot)
tampilan wbfs manager (screenshot)

PERHATIKAN!

  1. Tab ‘Drive‘ di panel kiri adalah seluruh media simpan (hardisk internal / eksternal, termasuk USB Flash Disk) yang terpasang di komputer kita.
  2. Load‘ adalah perintah untuk menampilkan isi drive yang sudah terformat WBFS, jika formatnya bukan WBFS, aplikasi ini akan menampilkan galat (pesan error).
  3. Format‘ adalah perintah untuk memformat media simpan menjadi format WBFS.  Sebelum menjalankan perintah ini, pastikan dan selalu pastikan bahwa drive yang akan diformat adalah drive yang tepat – dalam hal ini hardisk eksternal yang akan kita gunakan sebagai media simpan game Wii.  Salah menentukan drive, fatal akibatnya.

Yakinkan sekali lagi bahwa hardisk yang akan kita format adalah eksternal hardisk yang akan kita gunakan untuk memainkan game Wii, pastikan hardisk tersebut di-assign sebagai drive apa (D, E, F, G, dll).  Di sini, saya pastikan bahwa media yang akan diformat WBFS adalah USB Flashdisk berkapasitas 8 GB yang di-assign sebagai drive I sbb :

ini drive yang akan kita format, abaikan saja drive lainnya (screenshot)
ini drive yang akan kita format, abaikan saja drive lainnya (screenshot)
tahapan mem-format drive, hati-hati (screenshot)
tahapan mem-format drive, hati-hati (screenshot)

Di WBFS Manager, pastikan bahwa drive yang akan kita format adalah drive I.  Bila sudah yakin, klik tab ‘Format‘ untuk mengubah drive I menjadi format WBFS.  Hardisk yang sudah terformat WBFS tidak akan dikenali oleh Windows, jadi tak perlu cemas.

Tahap 1 selesai!

Halaman berikutnya: Menyalin File ISO Wii ke Hardisk

 

Dipublish pertama kali di blog.ryanmintaraga.com, copasing diperbolehkan dengan mencantumkan lengkap alamat URL di atas atau dengan tidak menghapus/mengedit amaran ini. Disclaimer selengkapnya.

Video Editor sejak tahun 1994, sedikit menguasai web design dan web programming. Michael Chrichton dan Eiji Yoshikawa adalah penulis favoritnya selain Dedy Suardi. Bukan fotografer meski agak senang memotret. Penganut Teori Relativitas ini memiliki banyak ide dan inspirasi berputar-putar di kepalanya, hanya saja jarang diungkapkan pada siapapun.

Leave a Reply

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

%d bloggers like this: