5 Aspek Penting Memilih Laptop untuk Pelajar

Penggunaan teknologi – dalam hal ini perangkat komputer jinjing alias laptop untuk pelajar sekolah – sudah tidak bisa dihindari lagi.  Sejak si sulung masih duduk di bangku SD, istri saya sudah wanti-wanti bahwa di SMP nanti proses belajar-mengajar kemungkinan menggunakan laptop.

Apa yang dikatakan istri saya ternyata benar, dan itu terjadi tidak hanya di SMP si sulung saja.  Teman-teman SD-nya yang bersekolah di SMP lain pun menceritakan hal yang sama.

Lewat tulisan kali ini saya ingin berbagi panduan memilih laptop yang – semoga – pas untuk menunjang kegiatan siswa-siswi, khususnya tingkat SMP secara umum.  Panduan ini dibuat berdasar pandangan pribadi saja dengan menilai beberapa aspek agar anak bisa mendapat laptop yang nyaman digunakan sekaligus tidak membuat kantong orangtua jebol.

Secara garis besar, aspek yang diperhatikan sebelum memboyong laptop bagi pelajar adalah sbb:

  1. Spesifikasi hardware/perangkat keras
  2. Ukuran layar, berat laptop, dan konektivitas
  3. Dana yang tersedia
  4. Ketersediaan sistem operasi
  5. Kebutuhan aplikasi

Sebelumnya perlu diingat bahwa teknologi terus berkembang, sehingga bisa saja beberapa bulan atau tahun kemudian panduan ini sudah ketinggalan zaman.

Oke, mari kita mulai!

1. Spesifikasi Hardware

Aspek perangkat keras ini yang pertama kali harus diperhatikan agar laptop nyaman digunakan.  Pengertian nyaman di sini maksudnya laptop gegas digunakan alias nggak lelet.

Sedikit cerita, saat masih di SD, saya membelikan si sulung sebuah netbook sebagai hadiah kenaikan kelas.  Awalnya senang, namun lama-kelamaan ia jarang menyentuh netbook-nya, malah lebih sering menggunakan laptop MacBook saya.

“Kenapa?” tanya saya.

“Lelet,” jawabnya singkat.

Ternyata benar, setelah saya mencoba mengoperasikan netbook itu, memang lelet bahkan untuk sekadar menjalankan aplikasi sederhana Microsoft Office.

Lalu seperti apa spesifikasi perangkat keras yang direkomendasikan?

  1. Prosesor, saya menyarankan laptop dengan prosesor minimal i3 meski saya sendiri lebih menyarankan prosesor minimal i5 agar laptop bisa digunakan untuk tugas-tugas yang berhubungan dengan multimedia (editing foto, video, suara, dsb).  Lupakan laptop dengan prosesor Intel Atom dan Celeron.  Namun jika netter menemukan laptop berprosesor AMD A9 atau A10, sangat layak dijadikan pertimbangan karena hasil pengujian dari berbagai situs menunjukkan kinerja yang lebih baik dibanding prosesor Intel sekelasnya, serta – ini yang menarik – laptop berprosesor AMD dijual dengan harga lebih murah.
  2. RAM, dengan asumsi sistem operasi yang digunakan adalah Windows 10 atau minimal Windows 7, pilih laptop dengan RAM minimal 4GB yang rasanya sudah jadi standar laptop masa kini. Perhatikan dan tanyakan juga apakah RAM ini nantinya bisa di-upgrade atau tidak.
  3. Hardisk (HDD), untuk kebutuhan anak sekolah, kapasitas hardisk tidak perlu dirisaukan, toh berapa sih besarnya file Word, Excel, atau Powerpoint?  Untuk informasi, kapasitas hardisk laptop saat ini ada di kisaran 500GB – 1TB, pengecualian untuk hardisk SSD yang kapasitasnya masih kecil di kisaran 256GB – 512GB.  Mohon koreksinya jika saya salah.
  4. VGA/GPU, ini juga sebenarnya tak perlu dirisaukan, hanya saja utamakan memilih perangkat yang VGA-nya tidak integrated.  Kebanyakan laptop masa kini sudah memiliki 2 VGA, yang satu bersifat integrated agar laptop lebih hemat daya sehingga penggunaannya bisa lebih lama, satu lagi bersifat discrete atau dedicated agar pemrosesan grafis pada laptop bisa lebih optimal.  Biasanya VGA diskrit digunakan saat bermain games

Sekarang kita membahas aspek berikutnya.

2. Ukuran Layar, Berat Laptop, dan Konektivitas

Setelah menemukan laptop dengan spesifikasi perangkat keras yang tepat, berikutnya kita perlu memperhitungkan ukuran layar dan berat laptop karena kedua hal ini saling berkaitan.

Sekali lagi, ingatlah bahwa laptop tersebut diperuntukkan bagi anak kita.

Di pasaran tersedia laptop dengan ukuran layar yang beragam mulai dari 12 hingga – yang saya tahu – 21 inch.

Makin besar ukuran layar biasanya berimbas pada makin beratnya laptop, padahal – sekali lagi – calon penggunanya adalah anak SMP.

Sebenarnya saya pribadi lebih suka laptop berukuran 10 inch (netbook) karena bisa langsung masuk ke tas sekolah anak.  Sayangnya, kebanyakan netbook menggunakan prosesor Intel Atom yang tidak mumpuni untuk tugas sehari-hari.

Akhirnya, pilihlah laptop dengan ukuran layar maksimal 14 inch (12 atau 13 inch lebih baik).  Ukurannya memang relatif besar namun masih bisa masuk tas ransel berukuran standar.

Berapa berat rata-rata laptop?

Sekitar 2 kilogram, bahkan lebih.

Bagi orang dewasa sekalipun, menggendong ransel berisi laptop ke mana-mana masih terasa memberatkan, apalagi bagi anak.  Karena itu perhatikan berat laptop, pertimbangkan jika ada yang lebih ringan.

ilustrasi (the ladders)
ilustrasi (the ladders)

Bagaimana dengan konektivitas?  Sebenarnya tak perlu dirisaukan, akan tetapi apabila ada laptop yang bisa WiFi, ada slot card reader, dan punya port USB yang lebih banyak, kenapa tidak?

3. Dana yang Tersedia

Nah, setelah memperhitungkan kedua aspek di atas, kita akan mendapat gambaran berapa harga rata-rata laptop yang diinginkan.

Tentu tidak masalah jika dananya cukup.

Lantas bagaimana jika dananya kurang?

Pertama, kita bisa melakukan penyesuaian, misalnya mencari laptop yang spesifikasinya sedikit di bawah, asalkan tidak berada di bawah batas minimal yang saya tulis di atas.  Kita juga bisa mencari alternatif seperti yang sudah saya sebutkan tadi – memilih laptop berprosesor AMD yang kinerjanya sama (bahkan lebih baik) namun harganya lebih murah.

Kedua, kita juga bisa berburu laptop seken berdasarkan spesifikasi yang nggak jauh-jauh banget dari spesifikasi ideal yang kita inginkan.  Tak perlu fanatik merek tertentu karena apapun merek laptop dan asal negaranya, hampir semua komponennya buatan Taiwan.  Ingat, yang dicari adalah spek, bukan merek.

Oke, sekarang kita membahas aspek berikutnya.

Halaman berikutnya: Ketersediaan Sistem Operasi

Dipublish pertama kali di blog.ryanmintaraga.com, copasing diperbolehkan dengan mencantumkan lengkap alamat URL di atas atau dengan tidak menghapus/mengedit amaran ini. Disclaimer selengkapnya.

Video Editor sejak tahun 1994, sedikit menguasai web design dan web programming. Michael Chrichton dan Eiji Yoshikawa adalah penulis favoritnya selain Dedy Suardi. Bukan fotografer meski agak senang memotret. Penganut Teori Relativitas ini memiliki banyak ide dan inspirasi berputar-putar di kepalanya, hanya saja jarang diungkapkan pada siapapun.

Leave a Reply

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

%d bloggers like this: