5 Hal Penting Memilih Laptop bagi Anak Sekolah

5 Faktor Penting Memilih Laptop untuk Pelajar | Ryan Mintaraga (Cambridge English)
5 Faktor Penting Memilih Laptop untuk Pelajar | Ryan Mintaraga (Cambridge English)

Daftar Isi

Lama baca: 5 menit

Penggunaan teknologi – dalam hal ini komputer jinjing alias laptop untuk pelajar sekolah sudah tidak bisa dihindari.  Sejak si sulung masih SD, istri saya sudah wanti-wanti bahwa di SMP nanti proses belajar-mengajar kemungkinan menggunakan laptop.

Apa yang dikatakan istri saya ternyata benar, dan itu terjadi tidak hanya di SMP si sulung saja.  Teman-teman SD-nya yang bersekolah di SMP lain pun menceritakan hal yang sama.

Lewat tulisan ini saya ingin berbagi panduan memilih laptop yang pas untuk menunjang kegiatan siswa-siswi, khususnya tingkat SMP secara umum.  Panduan ini dibuat berdasar pandangan pribadi dengan menilai beberapa aspek agar anak bisa mendapat laptop yang nyaman digunakan sekaligus tidak membuat kantong orangtua jebol.

Secara garis besar, aspek-aspek yang perlu diperhatikan sebelum memilih laptop bagi pelajar adalah sbb:

  1. Spesifikasi hardware.
  2. Ukuran layar, berat laptop, dan konektivitas.
  3. Dana yang tersedia.
  4. Pilihan sistem operasi.
  5. Kebutuhan aplikasi.

Yang perlu diingat, panduan ini mungkin sudah ketinggalan zaman, tergantung kapan netter mengunjungi tulisan ini.

Hardware: Makin Tinggi Makin Bagus

Aspek ini yang pertama kali harus diperhatikan agar laptop nyaman digunakan.  Pengertian nyaman di sini maksudnya gegas alias nggak lelet.

Sedikit cerita, saat masih di SD, saya membelikan si sulung sebuah netbook sebagai hadiah kenaikan kelas.  Awalnya senang, namun lama-kelamaan ia jarang menyentuh netbook-nya, malah lebih sering menggunakan MacBook saya.

“Lelet,” jawabnya singkat.

Ternyata benar, setelah saya mencoba mengoperasikan netbook itu memang lelet bahkan untuk sekadar menjalankan aplikasi Office.

Lalu seperti apa spesifikasi hardware yang direkomendasikan?

  1. Prosesor, saya menyarankan laptop dengan prosesor minimal i5 agar laptop bisa digunakan untuk tugas-tugas yang berhubungan dengan multimedia (editing foto, video, suara, dsb).  Lupakan laptop dengan prosesor Intel Atom dan Celeron. Jika netter menemukan laptop dengan prosesor AMD Ryzen 5, laptop ini layak dipilih karena kinerja yang setara Intel i5 dan dijual dengan harga yang lebih murah.
  2. RAM, dengan asumsi sistem operasi yang digunakan adalah Windows 10 atau minimal Windows 7, pilih laptop dengan RAM 8GB yang rasanya sudah jadi standar laptop masa kini. Perhatikan dan tanyakan juga apakah RAM ini nantinya bisa di-upgrade atau tidak.
  3. Hardisk (HDD), untuk kebutuhan anak sekolah, kapasitas hardisk tidak perlu dirisaukan, toh berapa sih besarnya file Word, Excel, atau Powerpoint?  Untuk informasi, kapasitas hardisk laptop saat ini ada di kisaran 500GB – 1TB, pengecualian untuk hardisk SSD yang kapasitasnya masih kecil di kisaran 256GB – 512GB namun menawarkan kinerja yang lebih cepat.
  4. VGA/GPU, ini pun tak perlu dirisaukan, hanya saja utamakan memilih laptop yang VGA-nya tidak integrated.  Kebanyakan laptop masa kini sudah memiliki 2 VGA, yang satu bersifat integrated agar laptop lebih hemat daya sehingga penggunaannya bisa lebih lama, satu lagi bersifat discrete atau dedicated agar pemrosesan grafis pada laptop bisa lebih optimal. VGA diskrit biasanya digunakan saat bermain games.

Ukuran Layar, Berat Laptop, Konektivitas

Setelah menemukan laptop dengan spesifikasi hardware yang tepat, berikutnya kita perlu memerhatikan ukuran layar dan berat laptop karena kedua hal ini saling berkaitan.

Baca juga:  "Gimana Cara Buka File Ini?" Simak Sampai Tuntas!

Sekali lagi, ingatlah bahwa laptop tersebut diperuntukkan bagi anak kita.

Di pasaran tersedia laptop dengan ukuran layar yang beragam mulai dari 12 hingga – yang saya tahu – 21 inch.

Makin besar ukuran layar umumnya menjadikan laptop makin berat, padahal – sekali lagi – calon penggunanya adalah anak SMP.

Sebenarnya saya pribadi lebih suka laptop berukuran 10 inch (netbook) karena bisa langsung masuk ke tas sekolah anak.  Sayangnya, kebanyakan netbook menggunakan prosesor Intel Atom yang tidak mumpuni untuk tugas sehari-hari.

Akhirnya, pilihlah laptop dengan ukuran layar maksimal 14 inch (12 atau 13 inch lebih baik).  Ukurannya memang relatif besar namun masih bisa masuk tas ransel berukuran standar.

Berapa berat rata-rata laptop?

Sekitar 2 kilogram, bahkan lebih.

Bagi orang dewasa sekalipun, menggendong ransel berisi laptop ke mana-mana masih terasa memberatkan, apalagi bagi anak.  Karena itu perhatikan berat laptop, pertimbangkan jika ada yang lebih ringan.

ilustrasi: the ladders

Bagaimana dengan konektivitas?  Sebenarnya tak perlu dirisaukan, akan tetapi apabila ada laptop yang bisa WiFi, ada slot card reader, dan punya port USB yang lebih banyak, kenapa tidak?

Dana yang Tersedia

Setelah memperhitungkan kedua aspek di atas, kita akan mendapat gambaran harga laptop.

Tentu tidak masalah jika dananya cukup.

Lantas bagaimana jika dananya kurang?

Pertama, kita bisa melakukan penyesuaian misalnya mencari laptop yang spesifikasinya sedikit lebih rendah, asalkan tidak lebih rendah dari spesifikasi minimal.  Kita juga bisa mencari alternatif seperti yang sudah saya sebutkan tadi – memilih laptop AMD yang kinerjanya sama (bahkan lebih baik) namun harganya lebih murah.

Kedua, kita juga bisa berburu laptop seken berdasarkan spesifikasi yang nggak jauh-jauh banget dari spesifikasi ideal yang kita inginkan.  Tak perlu fanatik merek tertentu karena apapun merek laptop dan asal negaranya, hampir semua komponennya buatan Taiwan.

Baca juga:  Hemat Listrik agar Tak Tersengat Tarifnya

Ingat, yang dicari adalah spek, bukan merek.

Halaman berikutnya: Sistem Operasi: DOS atau Windows?

Dipublish pertama kali di blog.ryanmintaraga.com.  Copasing diperbolehkan dengan mencantumkan lengkap alamat URL di atas atau dengan tidak menghapus/mengubah amaran ini.  Disclaimer selengkapnya.

Bagikan Jika Artikel Ini Bermanfaat

Tinggalkan komentar