35+ Kata dalam Bahasa Indonesia yang Sering Salah Ditulis

35+ Kata dalam Bahasa Indonesia yang Sering Salah Ditulis | Ryan Mintaraga
35+ Kata dalam Bahasa Indonesia yang Sering Salah Ditulis | Ryan Mintaraga
Facebook
Twitter
LinkedIn
Pinterest
WhatsApp
Telegram

Daftar Isi

Lama baca: 4 menit

Sebetulnya menurut saya bahasa Indonesia bukan bahasa yang sulit, bisa dibilang tidak ada perbedaan antara penulisan dengan pengucapan. Sepanjang pengetahuan saya tidak banyak homofon, homograf, dan homonim dalam bahasa Indonesia.

Dengan kemudahannya itu, ternyata beberapa kali saya sendiri masih salah tulis.

Lewat tulisan ini saya hanya ingin berbagi beberapa kesalahan penulisan yang sering dijumpai dalam bahasa Indonesia, kesalahan tersebut umumnya karena kata yang dimaksud merupakan serapan dari bahasa asing.

Harapannya tentu saja setelah ini kita (termasuk saya sendiri) bisa mengurangi kesalahan yang biasanya dilakukan. Rujukan yang digunakan adalah KBBI (Kamus Besar Bahasa Indonesia) versi daring yang beralamat di kbbi.web.id.

Mari kita mulai!

Kata Baku dan Tidak Baku di Bahasa Indonesia

Berikut adalah beberapa contoh kata yang tidak baku dan baku. Kata yang tidak baku (salah) ditulis di sebelah kiri sedangkan yang baku (benar) ditulis di sebelah kanan.

Tidak bakuBaku
aktifitasaktivitas
amubaameba
analisaanalisis
antriantre
azasasas
cabecabai
da’idai
do’adoa
hadangadang
hembusembus
himbauimbau
hisapisap
ijinizin
jendraljenderal
jeniusgenius
jum’atjumat
lembablembap
lobanglubang
milyarmiliar
musholamusala
nafasnapas
nampaktampak
nasehatnasihat
nekadnekat
nopembernovember
obyektifobjektif
pasivpasif
pebruarifebruari
ramadhanramadan
resikorisiko
propinsiprovinsi
sholatsalat
sholawatselawat
standarisasistandardisasi
terpercayatepercaya
tabel kata tidak baku dan baku (sumber: kbbi daring)

Masih banyak lagi contoh lainnya, netter bisa memeriksanya sendiri di situs KBBI, termasuk kata ijazah dan ijasah yang sedang naik daun saat ini. Sudah tahu mana yang benar menurut bahasa Indonesia?

Terus terang, beberapa kata baku di atas cukup mengejutkan saya karena berarti selama ini saya salah menulis. Kata genius contohnya, saya pikir bentuk bakunya adalah jenius, ternyata saya salah.

Baca juga:  Ucapan Selamat Tahun Baru dalam Berbagai Bahasa
-ternyata selama ini aku salah (africatopsports)-
-ternyata selama ini aku salah (africatopsports)-

Sedikit informasi, napas ternyata homonim yaitu kata yang memiliki makna berbeda namun memiliki penulisan dan pengucapan yang sama.

napas1/na·pas/ n udara yang diisap melalui hidung atau mulut dan dikeluarkan kembali dari paru-paru: — nya sesak; — nya senin kamis, cak sulit bernapas; tersengal-sengal; mengap-mengap (seperti orang yang hampir mati);

napas2/na·pas/ a kuning kemerah-merahan (tentang warna bulu, terutama kuda)

Oke lanjut.

Kata-kata yang Mirip Tetapi Beda Arti

Apakah amblas dan ambles memiliki arti yang sama? Bagaimana dengan tekad dan tekat atau apak dan apek?

Berikut adalah beberapa kata bahasa Indonesia yang mirip namun ternyata memiliki arti yang berbeda, sila tambahkan apabila netter punya kata-kata lain. Cara membaca kata-kata di bawah ini sudah disertakan pula di situs KBBI, terutama untuk kata yang mengandung huruf e.

  • amblas: hilang, lenyap
  • ambles: turun (ke dalam tanah), tenggelam
  • tekad: kemauan (kehendak) yang pasti, kebulatan hati, iktikad
  • tekat: bordir, sulaman, sujian
  • apak: berbau tidak sedap karena telah lama disimpan dan sudah berjamur
  • apek: kata untuk menyapa orang tua, tuan
  • sendawa: bahan kimia kalium nitrat (KNO3)
  • serdawa: bunyi yang keluar dari kerongkongan

Nah, kan? Saya yakin banyak yang salah menganggap sendawa sebagai serdawa padahal kedua kata tersebut punya arti yang beda jauh. Ternyata kita mesti berhati-hati dalam menulis supaya tidak ada kesalahpahaman.

-sudah paham ya?-
-sudah paham ya?-

Lanjut.

Penulisan Angka di Bahasa Indonesia

Jujur saja, beberapa kali saya melakukan kesalahan dalam penulisan angka. Beruntung saya menemukan beberapa artikel yang berhubungan dengan penulisan angka dalam bahasa Indonesia sebagai berikut:

  1. Angka belasan, puluhan, ratusan, dan sebagainya, ditulis terpisah.
    Contoh: tiga belas, lima puluh, tujuh ratus.
  2. Angka atau bilangan yang terletak di awal kalimat harus ditulis dalam bentuk kata, adapun angka atau bilangan yang terletak di tengah-tengah kata boleh ditulis dalam bentuk angka.
    Contoh:
    Tiga puluh delapan tahun usiaku kini.
    Aku sekarang berusia 38 tahun.
  3. Pengejaan angka bilangan utuh berjumlah besar diperbolehkan dalam kalimat.
    Contoh: Aku membeli buku seharga 2 juta rupiah.
  4. Penulisan bilangan tingkat dapat dilakukan dengan beberapa cara berikut:
    1. Romawi berkuasa di Eropa pada abad ke VIII.
    2. Edison menemukan lampu pijar pada abad ke-18.
    3. Pada akhir abad kesembilan belas manusia akan mengalami revolusi spiritual.
  5. Penambahan akhiran –an pada bilangan dapat dilakukan.
    Contoh: tahun 1980-an, uang receh 500-an, dll.
Baca juga:  19+ Kata dalam Bahasa Indonesia yang (Mungkin) Belum Pernah Kita Dengar

Penulisan Bentuk Terikat

Karena kelenturannya, bahasa Indonesia dapat digabungkan dengan berbagai imbuhan seperti non, anti, antar, baku, pasca, maha, dsb.

Sepanjang yang saya tahu, pembentukan kata baru dengan imbuhan seperti itu harus ditulis serangkai (tidak terpisah), misalnya:

  • nonblok (tidak bergabung dalam blok tertentu).
  • antitesis (pertentangan yang benar-benar, pengungkapan gagasan yang bertentangan dalam susunan kata yang sejajar seperti dalam semboyan “Merdeka atau Mati”).
  • antarbangsa (antara bangsa yang satu dan yang lain, antara beberapa bangsa).
  • bakuhantam (saling menghantam, berkelahi).
  • pascaproduksi (berhubungan dengan masa selesai memproduksi sesuatu).
  • mahakarya (karya besar, karya gemilang)

Apabila bentuk terikat tersebut diikuti oleh kata yang huruf awalnya berupa huruf kapital seperti nama, di antara kedua kata tersebut dibubuhkan tanda penghubung (-), misalnya:

  • Non-Indonesia
  • Anti-Arab
  • Pro-Israel

Untuk imbuhan maha, apabila digunakan untuk Tuhan maka ditulis dengan huruf besar, misalnya: Tuhan Yang Mahatahu, Mahasuci, Mahakuasa, namun untuk kata esa tetap ditulis terpisah yaitu Tuhan Yang Maha Esa.

Nah, itulah sebagian pedoman penulisan kata dalam bahasa Indonesia yang saya temukan dan bagikan kali ini. Mungkin netter bisa membaca tulisan saya yang ini untuk menambah kaya kosakata yang kita ketahui.

Jadi, apakah bahasa Indonesia mudah? Atau sulit?

Semoga tulisan saya bermanfaat!

Rerefensi dan Tautan Luar:

  1. Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI)
  2. Daftar Kosakata Bahasa Indonesia yang Sering Salah Dieja, Wikipedia
  3. Pembentukan Kata dengan Unsur Lain (I), INJCC
  4. Panduan Penulisan Angka dalam Bahasa Indonesia, Ensiklo
  5. PUEBI (Pedoman Umum Ejaan Bahasa Indonesia) Daring
Sumber gambar: webstockreview

Dipublish pertama kali di blog.ryanmintaraga.com.  Copasing diperbolehkan dengan mencantumkan lengkap alamat URL di atas atau dengan tidak menghapus/mengubah amaran ini.  Disclaimer selengkapnya.

Bagikan Jika Artikel Ini Bermanfaat

Facebook
Twitter
LinkedIn
Pinterest
WhatsApp
Telegram

Tinggalkan komentar