Precognitive Dream atau Second Sight, Mimpi yang Menjadi Kenyataan

Precognitive Dream atau Second Sight, Mimpi yang Menjadi Kenyataan

Di salah satu tulisan lama (Deja Vu dan Mimpi), saya bercerita tentang dua mimpi yang ternyata kemudian menjadi kenyataan, terutama mimpi kedua dimana saya bermimpi berada di sebuah tempat di Singapura yang bernama Choa Chu Kang  Ternyata beberapa hari kemudian terdengar berita bahwa salah satu konglomerat Indonesia dimakamkan di tempat tersebut.

Ternyata apa yang saya alami tersebut (mimpi yang di kemudian hari benar-benar terjadi) bisa disebut sebagai “Precognitive Dream“, “Future Sight” (Penglihatan Masa Depan), atau “Second Sight” (Penglihatan Kedua).  Saya ingat sewaktu kecil (7-10 tahun) cukup sering mendapat mimpi-mimpi semacam itu – yang perlahan menghilang seiring usia yang semakin bertambah, utamanya setelah memasuki masa remaja.  Salah satu mimpi yang paling saya ingat adalah mimpi berada di liang lahat menerima jenazah ibu saya – dua kali saya memimpikan hal tersebut, dan beberapa bulan kemudian mimpi itu benar-benar terjadi.  Saya masih kelas 2 SMP saat itu.

Definisi berikut saya terjemahkan dari Wikipedia :

“Precognitive Dream adalah Persepsi Ekstrasensori yang melibatkan informasi masa depan dimana informasi tersebut tidak dapat disimpulkan dari kondisi (akal, hukum fisika, dan hukum alam) yang terjadi saat ini.  Keberadaannya juga dianggap sebagai bentuk lain dari indera tambahan.” (sumber)

Dari definisi tersebut (yang saya terjemahkan secara bebas karena artikel aslinya dalam bahasa Inggris dengan istilah-istilah yang sulit dicari penyederhanaannya), tampaknya fenomena Precognitive Dream diakui sebagai hasil kerja dari indera yang bisa disebut sebagai “Indera Keenam” alias “Sixth Sense“.

Serba-serbi Precognitive Dream

Dalam sebuah blog lokal Enigma (yang belum lama meluncurkan buku keduanya berjudul “Enigma” juga) pembahasan mengenai Precognitive Dream cukup menarik.   Di blog tersebut dijelaskan bahwa sebuah mimpi layak disebut sebagai Precognitive Dream apabila tidak memenuhi kondisi sebagai berikut :

  1. Menjadi nyata karena probabilitas (hukum kemungkinan), misalnya saat pilpres mimpi si A menang, itu tidak bisa disebut sebagai Precognitive Dream karena sudah terkait probabilitas kalo nggak si A ya si B yang menang.
  2. Si pemimpi sudah mengetahui peristiwa tersebut akan terjadi (lebih tepatnya sudah merencanakan), misalnya mimpi naik pesawat ke satu tempat, itu juga tidak bisa disebut Precognitive Dream apabila si pemimpi memang sudah menjadwalkan pergi ke tempat tersebut.
  3. Self Fulfilling Propechy (si pemimpi justru berusaha membuat mimpi tersebut menjadi kenyataan), misalnya mimpi jadian sama orang yang kita suka kemudian esoknya kita berusaha agar mimpi tersebut menjadi kenyataan.
  4. Mimpi dalam pengaruh telepati.  Nah, ini menarik dan semakin memperkuat pendapat saya bahwa mimpi bisa jadi merupakan bentuk komunikasi antar otak (pernah saya tulis di sini).

Laman yang sama juga menyebutkan bahwa Precognitive Dream umumnya justru dialami oleh orang-orang yang emosinya terkendali (orang-orang yang tenang), memiliki displin mental, dan kreatif.  Menurut saya, ini menjelaskan kenapa mereka-mereka yang memiliki -setidaknya- bakat kemampuan supranatural rata-rata terlihat sebagai orang yang sangat tenang – bahkan cenderung misterius dan terkadang terlihat aneh bahkan dianggap gila oleh lingkungan sekitarnya.  Sedikit bercerita, kedua mimpi yang saya ceritakan di atas datang ketika saya mempunyai kebiasaan bangun tidur saat dini hari sekitar jam 2-3 untuk melaksanakan shalat malam – atau dalam bahasa saya, “OL dengan Dia”.

Dan biasanya, ketika mendapat Precognitive Dream, saya selalu merasakan semacam perasaan aneh, mungkin seperti bertanya,

“Apa arti mimpi saya?  Kenapa saya bermimpi seperti itu?”

Hal itu berbeda dengan mimpi-mimpi biasa yang tidak meninggalkan pertanyaan apapun saat saya bangun tidur.  Saya yakin, perasaan semacam itu juga dialami mereka-mereka yang mengalami Precognitive Dream.  Pernah pada satu waktu saya mendadak terbangun dari tidur siang dengan perasaan aneh itu – tanpa mimpi apapun kecuali seperti mendengar suara benda logam ringan yang jatuh di dekat telinga saya, dan ternyata di saat yang sama ada gempa yang mengguncang Bandung (atau Yogyakarta, saya lupa persisnya, peristiwanya sudah lama sekali sekitar 8-10 tahun lalu).

Seorang teman – yang kerap dianggap “punya kemampuan” oleh lingkungannya – menyarankan pada saya untuk mencatat setiap mimpi dalam sebuah jurnal.  Namun sampai saat ini saya masih belum yakin apakah perlu mencatat semua mimpi atau cuma mimpi yang dianggap sebagai Precognitive Dream (jujur saya lebih suka menyebutnya Second Sight hehehe).

Sepertinya saya perlu melakukan hal tersebut.

Di satu laman berbeda ada hal lain bahwa,

“Prekognisi mungkin tidak selalu hadir dalam bentuk visual, mungkin dalam bentuk firasat atau lazim disebut sebagai kata hati.” (sumber)

Karena itu penulisnya menyarankan agar dalam mengambil keputusan, kita tidak melulu berpegang pada logika.  Mungkin saya akan membahas soal ini lain waktu.

Precognitive Dream Menurut Saya

Menurut saya pribadi, Precognitive Dream bisa terjadi karena saat tidur frekuensi kita bisa menangkap frekuensi yang dikeluarkan oleh sekitar kita.

Menurut saya, sebelum sebuah peristiwa terjadi, tanda-tandanya sudah hadir.  Dalam film “The Eye” misalnya, sebuah peristiwa kematian selalu didului dengan kedatangan sosok bayangan hitam di dekat si orang yang akan meninggal.  Atau kita mungkin sering membaca fenomena hewan-hewan yang turun gunung hanya beberapa waktu sebelum gunung tersebut meletus.

Tanda-tanda seperti itu banyak berseliweran di sekitar kita, tinggal kitanya saja bisa menangkap frekuensinya atau tidak.  Dalam keadaan sadar, umumnya kita tidak bisa menangkap frekuensi tersebut karena terlalu banyaknya frekuensi yang harus ditangkap.

Namun di malam hari saat kita tidur, frekuensi tersebut menjadi lebih mudah untuk ditangkap untuk kemudian diolah dan dibuat asumsinya berupa mimpi.  Untuk peristiwa meninggalnya ibu saya dan konglomerat tersebut, mungkin kebetulan saya menangkap sinyal yang dikeluarkan sebuah jiwa yang akan meninggalkan raganya (mungkin bisa disamakan seperti lampu yang di ujung usianya sinarnya menjadi redup dan semakin redup).

Ya, otak membuat gambaran berdasarkan data yang ditangkapnya, ini juga yang mendasari pemikiran saya bahwa saat kita tidur otak justru melepas dan mencari informasi.

Akurasi Precognitive Dream tentu pada akhirnya tergantung pada seberapa banyak dan jelas data yang ditangkap otak.  Semakin besar dan jelas data yang ditangkap, tentu semakin tepat akurasi dan asumsi yang dibuat.

Cara melatihnya?

Mungkin seperti apa yang sudah saya lakukan, biasakan bangun saat dini hari sekitar jam 2-3 dan melakukan apa yang disebut perenungan (kontemplasi), atau bagi seorang Muslim adalah melakukan shalat malam.

Tertarik untuk mencobanya?

sumber gambar
Tulisan ini dipublish pertamakali di ryanmintaraga.net.  Copasing diizinkan dengan mencantumkan URL lengkap posting di atas atau dengan tidak menghapus/mengedit amaran ini
16.680 orang sudah membaca tulisan ini

88 thoughts on “Precognitive Dream atau Second Sight, Mimpi yang Menjadi Kenyataan

    • Mbak Rana, ya. Bedanya kalo second sight datang dalam keadaan tidur, clairvoyance datang dalam keadaan sadar. Sementara itu yang saya tau, thx kunjungan keduanya πŸ™‚

    • Hai.. saya intan mas salam kenal

      Tadinya saya merasa sendirian dan gila, dan ketika semakin minta tanda malah semakin ditunjukkan.

      Saya selalu merasa mimpi-mimpi lintas dimensi dan frekuensi ini punya nama, yang saya belum tahu apakah punya makna atau tidak.

      Saya mengalami mimpi-mimpi seperti ini sejak kelas 2 SMP dan seiring bertambahnya usia, mimpi-mimpinya semakin sering dan bersifat global.

      Mimpi saya yang saya share yang ringan-ringan mas, misalnya nih contohnya saya mimpi melihat anjing kakak ipar saya mengigit anak perempuan, lalu anjing itu berdiri mendekat ke saya dan menjilati pipi saya. Ternyata itu terjadi di waktu yang bersamaan namun yang ada di sana untuk dijilati pipinya bukan saya melainkan keponakan saya.

      Saya sering masuk ke dalam tubuh orang. Mimpi-mimpi yang seram biasanya tidak saya bagi, karena saya juga toh tidak kenal orang yang saya masukki dalam mimpi saya itu. Selain karna takut sih.. hehehe

      Namun saya menyadari sesuatu.

      Mimpi saya pada usia 14 tahun (2 SMP) hingga kuliah semester 4 selalu adalah mimpi yang terjadi di masa lalu di tempat yang saya tidak tau dan biasanya bersifat mimpi-mimpi kriminal (terkadang saya pelaku atau korban atau hanya orang yang mampu mengamati namun baik suara dan gerak gerik saya tidak nampak) atau bersifat kunjungan teman-teman “lelembut”

      Suatu waktu di saat semester 4, saya menyadari ada 1 mimpi saya di Rumah Sakit. Saya berjalan mengunjungi teman saya yang sedang sakit infeksi usus. Saat saya melewati lorong, saya merasa duka yang sangat mendalam. Saya teringat saya pernah melewati lorong itu. Dalam jilbab ungu menangisi ranjang pria paruh baya bersama dengan ibu berjilbab di sebelah saya sambil berjalan menyusuri lorong Rumah Sakit.

      Saat berjalan sepanjang lorong itu, yang saya rasakan hanya dingin. Saya mengepal-ngepal tangan saya hingga menuju kamar teman saya.

      Lalu seperti biasa saya mengkonfirmasi teman saya selepas dia keluar dari Rumah Sakit. Ketika saya ceritakan bahwa saya pernah melewati lorong tersebut sebagai anak perempuan dengan jilbab ungu dan menangisi ayah yang meninggal karena sakit stroke.

      Teman saya terkejut bukan main, mukanya pucat.

      Rupanya malam saya lewat lorong itu adalah malam di mana Bapak tersebut meninggal, dan kamarnya tepat di seberang. Dan memang keluarganya dan anak putrinya menggunakan jilbab ungu.

      Anehnya, setelah itu mimpi saya selalu terjadi ke depan dan bukan di masa lalu.

      Terkadang mimpi saya semakin liar, saya pernah mimpi jadi bule Mexico dan juga berjalan di padang gurun, yang jelas bukan di Indo. Nampaknya saya mulai go international.

      Awalnya saya mencoba menyangkal karena saya ketakutan. Mimpi yang sering datang adalah mimpi duka, hal kriminalitas seperti pembunuhan, atau bahkan bencana.

      Semakin saya menyangkal, kadang justru semakin kuat. Ketika saya menggali apa gunanya nampaknya saya kehabisan jawaban. Pun kalau mau mengasahnya, saya masih kuatir kebablasan.

      Saat ini saya menganggap itu adalah semacam “laporan” yang datang untuk didokumentasikan.

      Terkadang mimpi terasa lebih nyata dari dunia yang ada saat ini, dan hampir tiap malam mimpi2 aneh itu berdatangan. Saya tau, saya hanya perlu mengenal dri saya lagi.

      Terimakasih untuk istilahnya dan sharenya. Saya tidak merasa sendiri lagi sekarang.

      • Cerita Mbak Intan bikin saya makin tertarik. FYI, saya sendiri berpendapat bahwa kadang mimpi terjadi karena kita menangkap ingatan orang lain. Teori saya, pada saat tidur, kita mengupload segala kenangan peristiwa hari itu ke alam dan pada saat bersamaan mendownload kenangan orang lain sesuai pikiran kita sebelum tidur. Itulah sebab kenapa saat kita begitu memikirkan seseorang, orang tersebut hadir di mimpi kita. Bisa jadi mimpi tersebut adalah ingatan orang lain yang kita tangkap. Untuk kasus Mbak, kebetulan frekuensi Mbak sangat kuat sehingga bisa langsung menangkap ingatan orang dekat.

        Wajar kalo Mbak ngerasa takut & cemas, hal yang sama juga pasti dirasakan teman-teman lain di sini – termasuk saya sendiri. Menurut saya, apa yang Mbak lakukan dengan menganggap itu sebagai “laporan” sudah benar, seorang teman malah menyarankan untuk bikin jurnal mimpi yang berisi catatan-catatan mimpi-mimpi Mbak.

      • Hmmm…. temen saya punya istri jg sama mimpi jadi kenyataan dimasa depan,dia nuduh suaminya selingkuh sama A ternyata jadi kenyataan suaminya selingkuh kejadiaannya 3 tahun ke depan padahal suaminya baru kenal ajaa sama si A… saya sampai ga percaya tapi kebanyakan ramalan istri temen sayamendekati kebenaran

  1. Wah, ternyata mas juga… saya turut berduka dengan meninggalnya ibu mas. πŸ™

    saya pernah menduga sebelumnya, pas setelah baca cerpen mas yang “Persahabatan 200 Tahun”. Mas rada mirip dengan saya.

    Kalo dejavu aku gak sering lagi, tapi dulu sering, paling berkesan saat sma, pas belajar matematika. saat itu dijelaskan materi Fungsi [f(x)(y)]. Waktu itu masih kelas tiga dan baru mau diajarkan bu guru (gak ada materinya di smp sih, materi pelajaran yang hanya di sma).

    Kalau mimpi jadi kenyataan aku jarang, tapi pernah juga beberapa kali: sewaktu itu entah ini mimpi atau cuma pikiran yang terbesit (saya sndiri bingung yang mana mimpi dan bukan), pesawat terbang yang bertempur di langit dan bertempur-mirip f-16 hanya lebih bentuk segitiga (kemaren sempat baca di google, ada pesawat yang persis begitu modelnya). Pernah juga mimpiin tanteku yang meninggal (seperti dalam cerbungku itu.

    Tapi aku lebih sering tanpa mimpi, kayak menghayal gitu, tapi sepertinya itu bukan menghayal deh. Tiba-tiba kayak pikiran terbesit dan kadang ada yg hanya suara (kyk suara tangisan), besoknya/tak lama ada yg meninggal (salah satu kejadian yg bikin saya pernah depresi selama seminggu lebih berturut-turut. Itu karena di kompleks di rumahku ada meninggal nyaris tiap hari-satu per satu meninggal (berlangsung seminggu lebih kejadiannya). dan saya cuma berani cerita sama mom-ku, tiap hari dengar suara tangisan yang sama (kadang juga keluargaku ada yg meninggal seperti kemenakan saya dulu).

    Malah kadang saya sendiri takut, kalau semuanya jadi kenyataan. Kadang saya berpikir, apa yang saya pikirkan itu yang terjadi. Saya kadang nulis di beberapa puisi saya, untuk melepaskan rasa kekhawtiran kalo ditampung sndirian. Kalau mas mau cek, saya posting cuma ada dua, judulnya “dua tiga per empat” dan “permulaan”.

    Sorry ya mas… komentar saya jadinya kepanjangan.

    • Nggak apa-apa, Mas. Hal-hal gini memang nggak bisa diceritakan ke orang lain, bisa-bisa kita malahan dianggap sebagai penyebab musibah yang terjadi berturut-turut itu. Saya sendiri termasuk beruntung karena ayah saya juga ‘seperti itu’ makanya kadang-kadang saya bisa bertukar pikiran sama beliau.

      Untuk yang pelajaran fisika, ini menarik! Kalo teori saya tentang deja vu adalah pada saat tidur, otak kita melepas informasi sekaligus mencari informasi (kalo dalam bahasa internet upload dan download hehehe).

      Melepas informasi maksudnya otak Mas mengupload segala kenangan Mas hari itu ke alam semesta, makanya itu sebabnya saat bangun tidur segala masalah terasa ringan, karena sebagian sudah ‘dilepas’ ke alam. Sementara pada saat bersamaan, otak menangkap informasi dari luar misalnya sebelum tidur Mas sudah kepikiran, “wah besok ada pelajaran matematika”. Pada saat tidur, otak Mas meng-googling alam semesta, mencari solusi untuk pelajaran matematika besok. Naah kebetulan masuk tuh upload-an orang lain soal fungsi xy tadi, upload-an itu kemudian didownload dan disimpan di otak Mas. Karena sudah masuk di otak, otak akan mengira hasil download-an itu seolah kenangan kita sendiri, makanya begitu ingatan itu muncul, kita bingung, kapan kita pernah melakukan yang seperti ini? Kita bingung karena istilahnya itu missing link ya, ujug-ujug ada tapi faktanya jelas hasil download-an nggak nyambung ke manapun.

      Untuk yang pesawat itu… hm… semoga nggak kejadian ya Mas karena beberapa kali saya juga memimpikan perang – siapapun lawannya.

      Nanti saya coba meluncur ke blog Mas…

  2. Waktu ibu saya masih sakit, saya bertekad kuat untuk memberikan beliau sebuah hadiah, tepat di hari ultah beliau di awal oktober. Entah kenapa waktu itu saya berpikir usia ibu udah nggak lama lagi. Dan ternyata akhir November ibu benar-benar nggak ada. Hanya firasat atau Future Sight ya mas?

    Soal mimpi yang jadi kenyataan, saya juga pernah beberapa kali merasakan. Ibu saya malah lebih sering mimpinya jadi kenyataan.

    • Mbak Put, sesuai namanya, di future sight kita melihat kejadiannya – baik lewat mimpi ataupun melalui kilasan dalam keadaan sadar. Kalo firasat bukan ‘hanya’ kok, ibarat kita liat lampu yang nyalanya sudah kedap-kedip pasti akan muncul pikiran bahwa lampu itu sebentar lagi mati. Seperti itu juga apa yang Mbak Put rasakan, mungkin Mbak sudah menangkap berkurangnya energi yang dipancarkan ibu Mbak sehingga muncul firasat seperti itu.

      Ya, firasat orang yang sudah sepuh memang biasanya lebih tepat karena mereka rata-rata sudah lebih dekat dengan Sang Maha dibanding orang-orang muda, ibadahnya sudah jauh lebih baik, mereka merasa tugasnya sudah berakhir dan istilahnya tinggal nunggu jemputan. Kepasrahan dan keikhlasan itu yang membuat level spiritual mereka berada di tingkat yang lebih tinggi.

  3. Mas Ryan πŸ™‚ waahh pembahasan yang mantab nian ini (maaf ni, mo kumen agak panjang kali lebar πŸ˜€ )

    Deja Vu; Ampe sekarang ane masih sering mengalami ini. Dulu (waktu SD dan SMP) setiap kali ane mengalami ini, temen-temen plus tetangga pada bilang; “Hayalanlu kelewatan!” Atau kalau itu benar-benar terjadi, mereka berdalih; “Ahh lu iku-ikut aja, pandai-pandai lu doang mah nyari perhatian!”
    Yaa, meski kesal bin sebel πŸ˜€ tapi ane acuh tak acuh saja hahaha

    Mimpi yang menjadi kenyataan:
    Nah kalo ini rada-rada gimana gitu πŸ˜€ soalnya ane kalo tidur jarang dapat mimpi, tapi jangan salah! Sekalinya ane mimpi selalu jadi kenyataan, atau paling nggak sebagai petunjuk. Dan biasanya petunjuk itu 80% benar, atau tepat.
    Dulu (sekarang masih sih πŸ˜€ ) banyak teman yang bela-belain nelpon ane (bahkan ada yang dari ternate juga) hanya untuk menanyakan arti mimpi mereka ke ane.

    Oh iya, ane jadi (sebut aja) bisa menafsirkan mimpi setelah 3x mimpi hal yang menakjubkan (bertemu para Nabi Allah termasuk Nabi Muhammad SAW dan malaikatnya Jibril as.) Dan ini bukan sekedar bunga tidur. Ane pernah bertanya pada beberapa ahli agama setelah mendapat mimpi tersebut. Mereka bilang; “Itu bukan bunga tidur, melainkan nikmat untukmu!”
    Dan mereka bilang; “Ada kok riwayatnya tentang itu!”
    Kurang-lebih begini bunyinya:
    Suatu ketika Rasul dan para sahabat tengah duduk bersama. Lantas ada seorang sahabat yang bertanya kepada Rasul. “Wahai Rasul, bagaimana jika umat setelah engkau bermimpi bertemu denganmu, yaa rasul?” Rasul menjawab; “Sesungguhnya jika ada umat sepeninggalku bermimpi bertemu denganku, maka itu bukanlah bunga tidur ataupun permainan syetan, itu adalah nikmat dariku.”
    Di beberapa tulisan ane baca: “Syetan dan Iblis tidak akan bisa menyerupai Rasulullah”
    Uniknya, 3x ane mengalami mimpi itu, dan terbangun selalu saat azan subuh berkumandang.

    πŸ˜€ ahhaha kan panjang kumen ane jadinya

    • Santai aja, Mas Ando. Noh yang di atas-atas juga komennya panjang-panjang hehehe…

      Deja vu, yah apa boleh buat, penyangkalan bakal selalu ada. Lebih kesel lagi dulu kalo dibilangin, “Jangan percaya gitu-gituan, jangan mendahului kehendak Tuhan.” Gluk! Makanya sekarang mending diem aja, kalopun ngomong ya lewat bahasa-bahasa terselubung aja hehehe…

      Mimpi, waah pengalaman yang dahsyat. Dan kembali lagi, hal-hal seperti itu cuma bisa diceritakan ke orang-orang tertentu aja πŸ™‚

  4. Wahhh…selalu menarik klo bahas soal mimpi ya Mas Ryan πŸ™‚ Aq prnh beberapakali dapat firasat mimpi yg jadi kenyataan… Biasanya soal keberhasilan atau suatu musibah πŸ™‚ Trims ya artikelnya πŸ™‚

  5. Mbak saya mau nanya…. kalau saya menceritakan mimpi saya yang disebut “precognitive Dream” itu ke orang lain sebelum terjadi bisa merubah alur mimpinyanya tidak ?

      • Mas/Mbak Aroe, menurut saya precognitive dream bukanlah sebuah kepastian bahwa apa yang kita lihat dalam mimpi itu akan benar-benar terjadi. Precognitive dream adalah sebuah prediksi yang dibuat otak kita saat menerima informasi tertentu, kira-kira sama seperti ketika kita melihat langit mendung, kita akan bilang, “Sebentar lagi hujan”, tapi soal apakah hujan akan benar-benar terjadi atau tidak, itu soal lain.

        Contoh lain, jika kita meletakkan ponsel di dekat televisi, radio, atau speaker, beberapa saat sebelum ada panggilan masuk, ponsel pasti akan berbunyi prepet prepet ‘kan? Itu cara mudah untuk memahami precognitive dream.

        Untuk pertanyaan, “apa bisa diubah atau nggak?” saya juga nggak bisa memberi jawaban pasti karena bahkan kemungkinan peristiwanya sendiri akan terjadi atau tidak itu masih 50:50. Kita hanya bisa bilang bahwa kita sudah pernah memimpikan ini sebelumnya saat peristiwa itu sudah kejadian. Tapi menurut saya (lagi), beberapa peristiwa mungkin masih bisa diubah dengan melibatkan banyak orang – karena frekuensi yang kita terima ini berasal dari alam yang kekuatannya luar biasa.

        Semoga cukup jelas πŸ™‚

  6. Saya juga suka bermimpi dan ternyata saya baru sadar apa yg saya mimpikan itu terjadi dalam jangka waktu cepat atau lambat.. apakah itu yg di maksudkan? Saya harus seperti apa? N disebut apa klo begitu?

    • Mbak Ayu, ya itu yang bisa disebut sebagai “second sight” sesuai bahasan kita. Kalo kemampuan itu alami (tanpa latihan ataupun pemberian), bisa ‘dihilangkan’ dengan cara disangkal saja dalam hati – kalo memang Mbak nggak mau mempertahankan. Tapi kalo mau, kenapa Mbak nggak coba mencatat atau menuliskan mimpi Mbak aja? Hitung-hitung sebagai pengingat…

  7. Saya gk pernah berlatih atau apapun, kadang mimpo itu juga sebagai pertanda gtu.. saya masih suka bingung maksud dr mimpi saya.. saya gk ngerti pertanda2 itu, dan apakah itu bisa di latih? Atau diasah lagi..

  8. Pembahasan yg bagus,mas….
    sy juga kadang seperti itu.bermimpi dan cepat atau lambat itu semua ada makna/artinya.apa mungkin lbh tepatnya dibilang firasat ya,mas.
    Terutama mimpi yg berfirasat biasanya terjadi saat malam sekitar jam 1-2 malam.dan setelah mimpi pasti sy terbangunnya jam segitu.
    apa itu jg bisa dibilang “second sight” ??

    • Mbak Nurie, orang-orang tua kita sering mengingatkan bahwa mimpi yang ada artinya biasanya terjadi sekitar dini hari, utamanya jam 2-3. Kebetulan opini dan pengalaman pribadi saya (dan Mbak) rupanya cocok dengan apa yang orang-orang tua katakan. IMHO, kalo firasat bisa datang kapan aja tanpa lewat mimpi, sedikit berbeda dengan second sight yang umumnya lewat mimpi. Kira-kira begitu, mohon koreksinya kalo ada yang kurang tepat…

  9. Akhirnya bisa menemukan blog ini dengan komen2 yg mengalami hal yang sama seperti saya
    Awalny hanya saya pendam sbg petunjuk diri sendiri saja
    Tapi kemudian sya bertekad menceritakan tentang kemampuan ini pada kk sepupu, beliau justru berkata jangan menceritakan pada siapapun krn bisa jadi sya dimanfaatkan mereka
    Tapi mimpi ini hanya ‘kemungkinan akan terjadi’ jika didalam mimpi itu ada saya jadi bukan memimpikan orang lain
    Lalu ada sebuah forum keislaman, disitu tentor berkata klo kemampuan spt ini berarti didalam org tersebut terdapat jin yg membantunya menemukan mimpi masa depan, krn sejatinya manusia mmg tidak tahu apa2 tentang masa depan, sontak kan saya kaget lalu saya konsultasikan saya ceritakan ttg hal yg saya alami sama beliau diluar forum, beliau tidak percaya malahan.. Haha, saya disarankan utk sering mengucap kepada Nya utk berlindung dari gangguan jin setan, awalnya saya kira saya bakal di ruqyah hahaha..
    Lalu teman2 bertanya ap yg saya lakukan berdua sama tentor, barulah saya ceritakan ttg kemampuan ini, tapi setelah saya ceritakan entah kenapa saya jadi merasa bersalah, lalu mimpi2 masa depan itu perlahan tidak terlihat lagi, jadi agak sedih saya..
    Apa memang pengaruh kah saat kita bongkar ke org lain akhirny kemampuan ini mulai sirna?
    Mohon pencerahannya
    Maaf kalau kepanjangan hehe πŸ˜€

    • Kepanjangan? Nggak pa-pa, semua yang di sini komennya panjang-panjang kok karena hal-hal seperti ini memang nggak bebas diobrolin dengan orang lain yang nggak ngerti apa yang kita rasakan πŸ™‚

      IMO, ya, kita memang nggak tau masa depan, TAPI kita bisa memprediksi masa depan berdasarkan kondisi yang kita tangkap, misal : saat ngeliat sampah di sungai kita akan memprediksi kalo hujan bakal banjir – dan ternyata benar. Misalnya lagi saat ngeliat langit mendung kita akan memprediksi kalo bakal hujan – dan ternyata benar. Seperti itulah konsep precognitive dream menurut saya, saat tidur kepekaan alam bawah sadar kita meningkat, kita bisa menangkap sinyal-sinyal halus alam semesta dan membuat prediksinya berdasarkan mimpi. Karena sifatnya prediksi, kejadian yang dimimpikan tentu bisa terjadi – bisa pula tidak.

      Sebenarnya agak mengherankan juga jika mentor Mbak malahan menjadikan jin sebagai tertuduh atas apa yang Mbak alami karena berdasarkan pengalaman, kemampuan precognitive saya justru meningkat jika saya rajin bangun malam dan melaksanakan sholat Tahajud. Kontemplasi – berkomunikasi pada-Nya saat dini hari (sekitar jam 2-3) justru akan memperkuat kemampuan kita menangkap sinyal-sinyal halus alam semesta. Ini menurut saya lho…

      Sama seperti kemampuan alami indera keenam lainnya, precognitive dream bisa hilang jika kita menyangkal dan ingin menghilangkan kemampuan tersebut. Kemampuan saya juga menurun semenjak akil baligh dan hanya kadang-kadang saja muncul – terutama ya itu tadi – setelah rajin shalat malam.

      Terimakasih sharingnya, saya senang bisa ketemu sesama dreamer πŸ™‚

  10. Beruntunglah saya menemukan artikel ini,,saya pikir saya sudah gila karena sering mengalami hal yang sama seperti yang mas Ryan sebutkan di artikel
    lalu bagaimana caranya mas supaya diri kita ini lebih tenang dan lebih bisa menerima kondisi spesial ini?jujur,terkdang saya merasa takut,entah itu dalam bentuk mimpi pada saat tidur maupun merasakan firasat saat sadar.
    menakutkan jika mengetahui hal yang akan terjadi,dan baru nyadar jika mimpi itu adalah sebuah pertanda jika sdh terjadi,,awalnya adalah tentang kehidupan sehari2 dan kejadian di lingkungan sekitar tapi yang terakhir ini adalah berita nasional yg sedang panas2nya dibahas di media sosial dan televisi,itu mmbuat saya makin ngeri
    jika tadi mas ryan membahas ttg second sight atau future sight, kira2 jika saya mengalami tidak hanya mimpi,semisal bertemu dengan seseorang dan tidak satu dua kali saya bisa merasakan orang ini baik atau tidak,,atau merencanakan sesuatu dan rencana itu kurang baik, dan saya tidak bisa menyampaikannya,tapi hal itu 90% pasti terjadi biasanya hal spt ni disebut dengan apa?krn jika saat saya mengalami ini,rasanya sungguh tidak nyaman
    mohon maaf jika panjang skali tulisan saya ini,karena memang tidak bisa ke sembarang orang saya harus bercerita,Terimakasih sebelumnya

    • Berarti Mbak Ayu punya kemampuan seperti teman & ayah saya yaitu ‘membaca orang’. Percaya nggak percaya, kemampuan itu memang ada, berarti sekarang nambah satu lagi jumlah orang yang bisa membaca orang lain.

      Jujur saja, kemampuan seperti ini keliatannya keren tapi belum tentu menyenangkan. Ayah saya pernah cerita bahwa setiap penglihatan yang dia dapat tentang seseorang – apalagi jika penglihatannya berupa hal yang menyedihkan – bakal jadi beban pikiran buat beliau. “Makanya biasanya orang-orang gitu matinya dalam kesedihan, karena hal-hal yang menyakitkan akan berimbas negatif pada kesehatan tubuh si pembaca,” kata beliau. Teman saya juga menceritakan hal yang kurang lebih sama.

      Pertanyaan Mbak bagus, “bagaimana caranya supaya kita lebih tenang & lebih bisa menerima kondisi spesial ini?” dan bukannya, “bagaimana cara menghilangkan kondisi ini?” karena untuk kemampuan alami biasanya relatif lebih mudah dihilangkan dengan cara penyangkalan. Kalo Mbak (sebagai pemilik) menyangkal kondisi spesial tersebut, maka kemampuan tersebut akan hilang atau setidaknya melemah – ini yang saya alami – dan saya agak menyesal.

      Lalu, bagaimana supaya bisa lebih tenang? Mbak bisa mulai dengan memahami dan menerima bahwa beberapa peristiwa memang sudah digariskan akan terjadi dan kemungkinan besar tidak bisa diubah – kecuali jika keinginan untuk mengubah itu datang dari begitu banyak orang. Dengan pemahaman dan penerimaan seperti itu, lambat laun kita bisa lebih tenang dan lebih siap saat menerima informasi dari alam semesta.

      Soal rencana seseorang yang kurang baik itu, terkadang kita juga harus belajar menyampaikan pesan secara terselubung. Misal jika kita tau seseorang punya niat mencuri, kita bisa ‘menegurnya’ melalui pembicaraan soal berita di koran (pencuri dihakimi massa) atau lewat nasihat bijaknya seorang motivator bahwa “semua masalah ada jalan keluarnya”.

      Kira-kira seperti itu, Mbak bisa tentukan sendiri mana yang lebih nyaman buat Mbak. Salam πŸ™‚

      • Terimakasih banyak atas jawaban yg diberikan pada saya,,penjelasan mas ryan sangat membantu, krn sy tidak bingung lg dengan apa yg trjadi,dan saya lega sekali karena ternyata ada yg sama dengan kondisi saya,dan semoga dengan pandangan yg mas ryan berikan membuat saya lebih bisa menerima dn membiasakan diri,krn smpai detik ini juga masih sering mengalami hal seperti itu
        Dan memang benar,rasa tidak nyaman krn bisa merasakan ttg org lain berimbas pada kondisi psikologis sy,tapi semoga kedepanny saya lebih siap dn tahu bagaimana harus bersikap
        Sekali lg terimakasih atas penjelasan yg sangat mmbantu saya.salam ☺

  11. semenjak memasuki tahun 2016 ini aku sering mimpi terus mimpi itu jadi kenyataan.
    kok bisa gitu yah maksudnya kenapa baru sekarang seperti itu dulunya ga pernah. itu termasuk second sight ?

    • Mbak Mega, mungkin Mbak sekarang punya kebiasaan bangun malam sekitar jam 2-3? Seperti yang pernah saya tulis, bila kita terbiasa bangun (bukan melek) jam 2-3 dini hari, entah bagaimana caranya intuisi kita akan lebih tajam…

  12. Bang/mas,saya mimpi prnah trjdi,tpi pas mimpi, gx ingat mimpinya ap,walapun d paksa g mnapun gx ingat”,tpi pas mimpi itu trjdi,sya langsung ingat ap yg trjdi dgn mimpi saya,lalu saya mau nanya ap mksdnya dri mimpi mas,atw lbih tepatnya ap ini d sebut second aptuh..yalah,.. ni mimpi sudah saya alami sejak SD kelas 6,..tolong yah d jwab mas..

    • Rata-rata orang yang mimpi memang nggak ingat apa yang dia mimpikan begitu dia bangun. Itu normal. Ada juga orang yang mengalami mimpi berulang, mungkin seperti itu ya kejadiannya?

  13. Saya pernah bermimpi menemukan ular dengan badang terpotong menjadi dua bagian, keesokan harinya saya bena benar menemukannya.

  14. akhirnya ketemu juga blog yg saya cari. Sebelumnya saya udah baca ttg Precognitive dream yg ditulis blog ini.
    Kalo saya sering banget penglihatan second sight dgn melamun. Saya masih ragu apa saya mempunyai kelebihan ini atau gak. Soalnya penglihatan kejadian bencana yg saya lihat bukan satu kali atau dua kali. Saya juga bisa melihat penglihatan orang yg mau meninggal. Penglihatan saya saat melamun, padahal saya gak niat mikirin hal seperti. Contoh seperti gempa, pesawat jatuh, bom, bencana lainnya. Kejadian itu benar2 terjadi dgn jarak dkt dan lama. Penglihatan bencana yg saya lihat dari berupa petunjuk dr bencananya. Klo dari lokasi masih samar2 dan kejadian bisa di negara sendiri atau di negara lain. Kebetulan saya bekerja di media tv. Saya selalu update berita dlm negri maupun di luar negri. Penglihatan saya selalu sama dgn kejadian bencana itu. Saya baru sadar dipenglihatan saya itu tahun 2014. Kalo dulu mungkin saya kurang memperhatikan penglihatan saya.

    Tambahan lagi, saya perna melihat makhluk halus tapi gak terlalu sering. Itu kejadian pas saya melayat ke rmh tmn saya. Setelah itu saya cerita ke tmn saya dan di beritahu oleh saudaranya orang pintar kalo saya mempunyai keturunan dari kakek dr bapak saya. Padahal sy kurg tau bgt dgn kakek sy dulunya bagaimana.

    Oh ya saya sering jg kebangun tidur jam 3 pagi. Itu saya gatau knp dan itu selalu begitu.

    Menurut bang ryan apa saya mempunyai kelebihan seperti itu??? Itu kelebihan atau kebetulan.

    • Mas Handoyo, ya, beberapa orang memang punya penglihatan tanpa harus tidur. Teman saya juga ada yang seperti itu, dia bilang dia seperti ngeliat kilasan-kilasan, kadang samar kadang jelas. Nggak apa-apa kalo sering bangun jam 3 pagi, tinggal lakukan kontemplasi aja πŸ™‚

  15. Terjawab sudah pertanyaan dari otakku:D ternyata ada penjelasan mimpi menjadi nyata ini, btw sya udh ngalamin ini 3 kali dan self fullfiling 3 kali juga.
    Rasanya lebih greget yg precognitive dream dari pada self fullfiling. Soalnya precognitive dream perlu di logika apayg akan terjadi dan lebih membuat berdebar” kalo mimpi itu benar” terjadi di dunia nyata. Precognitive dream yg sya alami biasanya terjadi jauh” hari sebelum itu terjadi dan jaraknyapun relatif jauh dari rumah sya. (beda kota da beda negara). Artikel yg membantu (y)

  16. Hi gan, saya juga mau nanya sih jadi gini saya suka solat tahajud kan tapi itu ga setiap hari di lakukan, gan saya ini hampir setiap hari mimpi, tapi mimpi itu suka mimpi aneh-aneh, kadang kejadian di dunia nyata pernah saya mimpiin dulu tapi di mimpi hanya sebatas gambaran yang harus di artikan, misalkan nih contoh : saya mimpi nangkap burung dirumah sama mamah. Saya tanyain tuh ke orang2 arti mimpi nangkap burung itu apa, banyak orang bilang kalo tandanya itu bakal ada yang hamil, taunya beberapa hari kemudian mamah saya hamil dan setiap keluarga yang sudah meninggal pasti selalu pada datang ke mimpi saya entah itu hanya pamitan entah itu nitip pesan. Suka bingung sendiri

    • Mbak Bella, maaf baru jawab, saya baru nemu komennya.
      Kebetulan saya juga mimpi yang sama, didatangin keluarga yang sudah meninggal. Hanya saja kalo ke saya biasanya ybs cuma diam tanpa mengeluarkan sepatah kata pun. Dunia mimpi ternyata lebih dari sekadar bunga tidur ya…

  17. saya mengalami kejadian, dimana ketika saya mengkhayalkan suatu hal,selalu jadi kenyataan, dan yang sering terjadi ialah tentang kematian, dan itu selalu terjadi,apakah ini precognitive? sungguh ini membuat saya gila , bagaimana memberhentikan ini? setiap saya berbicara dalam hati ataupun terlintas fikiran tentang kematian dan cara meninggal seseorang maka beberapa lama kemudian itu terjadi, apakah saya jahat? karena seperti merencanakan itu semua?terkadang seperti sebuah kode kejadian-kejadian masa lampau atau tempat atau hal yang lainnya seperti memberikan gambaran masa depan tentang kematian seseorang
    Ooh sungguh ini betul-betul menyiksa saya
    Bantu saya memecahkan ini semua

    • Masalah yang dihadapi orang-orang yang memiliki second sight memang ini; setiap mimpi yang diceritakan pada orang lain malah menimbulkan salah paham. Yang harus dipahami adalah bahwa kita hanya receiver, perangkat penerima pesan. Pesannya sendiri dikirim dari alam semesta.

      Soal kematian seseorang, kematian itu datangnya berproses, bahkan kehidupan kita sendiri pada dasarnya adalah proses menuju kematian. Kebetulan Mas mampu menangkap tanda-tanda datangnya kematian.

      Jika kemampuan itu alami, untuk menghilangkannya biasanya cukup melalui penyangkalan…

  18. maaf mas ryan m. apa benar dimimpi anda,anada bertemu nabi muhammad saw? bagaimana mas rupanya? sepengetahuan saya setan tidak bisa menyerupai sosok beliau, jadi bisa jadi itu memang beliau yang datang ke dalam mimpi

    • Saya yakin bukan saya yang mimpi bertemu Nabi Muhammad, saya belum pernah mimpi seperti itu, mungkin salah satu pembaca tulisan ini, Mbak πŸ™‚

  19. saya pernah merasa peristiwa atas suatu kejadian pernah di alami lebih dr 1x
    dan krn sudah tw hal tsb,kadang saya membiarkan sesuai arus,kadang jg cb melawan arus
    beberapa peristiwa ad yg bisa d ubah dan ad jg yg nggk berubah hasilx walaupun mengambil langkap extrim/melawan arus

    dan yg pling aneh adalah bermimpi yg memiliki seri,maksudx d mulai sejak SD-sekarang mimpix terus xambung
    datangx gk nentu bisa berbulan2 sekali kadang sampai bertahun2 ,itupun terjadi dlm waktu 2-3 hari berturut2
    isi mimpix ttg masa depan ,kehidupan saat berkeluarga,n saya tdk kenal istri saya dlm mimpi tsb,haxa saja namax gk tw tp wajahx ttp sama

    mimpix mempuxai seri

    • Mimpi bersambung? Saya juga pernah ngalami πŸ™‚

      Waktu kecil dulu saya mimpi masuk ke sebuah rumah kuno, di sana ternyata sudah ada hantu segala jenis, saya pun dikejar hantu-hantu tersebut. Saya lari ke semua bagian dan selalu berakhir dengan menemukan lubang sempit, saya coba masuk tapi badan saya selalu tertahan di tengah-tengah lubang. Di situ saya selalu bangun. Frekuensi pengulangan mimpi itu nggak teratur, yang jelas rasanya bertahun-tahun saya mimpi seperti itu. Akhirnya mimpi itu berakhir setelah saya memutuskan melawan hantu-hantu tersebut habis-habisan. Dari situ pula saya akhirnya tahu bahwa saya bisa mengendalikan mimpi (lucid dreamer).

      Yang sekarang masih kadang datang itu mimpi ikut perang besar, juga mimpi melewati pekuburan di daerah asing, baik siang ataupun malam. Kuburan itu terletak di jalan setapak, ada jembatan, dan sungai. Barangkali Mas tau tempat yang seperti itu, mungkin bisa diinfokan ke saya πŸ™‚

  20. Apakah kemampuan ini cuma datang” sesekali ato emang butuh kemampuan? Soalnya saya sempat mimpi bertemu teman” SD dan beberapa jam setelah saya bangun saya dapat undangan reuni dengan kawan SD saya yang tidak saya sangka (tiba-tiba sekali), dan anehnya percakapan yang dilakukan itu mirip dengan mimpi saya, padahal saya tidak pernah berpikir tentang teman SD untuk beberapa tahun…

    • …maaf saya nggak punya jawaban pasti untuk itu karena setiap orang beda-beda. Untuk saya sendiri, biasanya makin sering bangun malam & tahajjud, makin sering pula mengalami precognitive dream.

  21. halo, ak kayaknya mau share sdikit deh, aku selalu mimpiin hal yang precisly jadi nyata. maksudnya kayak waktu lulus SMA, ak mimpi ngeliat score kelulusannya 28.85 dari selembar kertas. dan waktu hari kelulusan, ak bener2 dapet score segitu.
    dan yg paling sering sih hal2 yg berhubungan samaorang yg aku peduliin. contoh kecilnya kayak pacar, aku mimpi ngeliat dia texting sama seseorang dengan kata-kata bla bla bla, dan ternyat hal itu emang bener2 terjadi persis, dengan kata2 yang sama.
    aku udah beberapa kali sih ngalamin mimpi yang literally precise kayak gt. berhubungan sama angka dan tulisan. bagusnya sih bukan hal2 kayak bencana atau apa, lebih ke ttg diri sendiri gt.
    sebenernya seru sih bisa tau hal2 kayak gini, tapi gak enaknya, pas aku mimpiin ttg suatu hal, dan aku yakinin itu benar, tapi ga mungkin bisa dijelasin keorang lain. karna menurut mereka ‘apasiiih loooo’ gt. dan ketika sesuatu itu akhirnya jadi bener2 kejadian, tiba2 aja mereka kayak lupa sama yg udah aku omongin. yaudah jadinya nyimpen sndiri deh

    • Bener! Bener banget!
      Kita nggak bisa ceritain mimpi tersebut karena bisa dicap mengada-ada, makanya seorang teman pernah menyarankan untuk nulis jurnal mimpi karena kita sendiri mungkin lupa kapan kita memimpikan peristiwa tersebut. Mungkin bisa dicoba? Males sih emang hehehe…

    • Kemampuan alami bisa dihilangkan dengan cara menyangkalnya. Kita cukup menyangkal bahwa kita memiliki kemampuan seperti itu, hanya saja karena sudah alami, kemampuan itu tidak benar-benar hilang, suatu saat masih bisa muncul dengan sendirinya.

  22. wah saya juga tertarik untuk hal ini pasalnya anak pertama saya juga sering kali bermimpi lalu kemudian menjadi kenyataan contoh mimpi yang menjadi kenyataan adalah dia bermimpi jika adik laki-lakinya dibelikan sepeda oleh om nya lalu 3 hari kemudian mimpi itu benar terjadi padahal tidak ada rencana atau sesuatu kondisi yang anak pertama saya tahu bahkan saya juga tidak tahu kalau adiknya tersebut akan diberikan hadiah sepeda, dan ini bukan hadiah ulang tahun dan sebagainya. itu benar-benar hanya kejadian tidak sengaja bahkan dari si om pemberi hadiah itu sekalipun. dan mimpi mimpi lain yang menjadi kenyataan juga sering sekali terjadi. Thank mas saya mau ikuti pembahasan ini

  23. Saya pernah mimpi di tab ram Kecoa mode terbang , eh… ,pas bangun ngelanjutin nabrak ke muka ( true story , asli sumpah)

  24. Hallo mas, boleh minta kontaknya? saya mau ngobrol personal dan memang saya butuh konsultan. saya udah mengalami mimpi yang begini semenak dari kecil, tapi sekarang mimpi saya menjurung hanya ke satu orang dan saya malu cerita disini hehe. boleh minta line atau email? Terimakasih!

  25. Saya weekend tdr awal dan jam 1 lbih terbangun lalu melihat anak saya posisi tdr berbahaya(tdr dihotel sebelah kaca full) saya sempat foto2 langit mlm, lalu blm saya betulkan saya menyusui anak ke2 dan ktiduran sekitar 5mnitan. Mimpi anak saya latar gelap dan melambaikan tgn.(jam 4pg). Saya sgt depresi dan mlmnya sblm tdr sya telp ibu saya memberitau mimpi tsb. Dan trs kepikiran lalu mimpi lg. Saya blg jnasah blh diambil.(jam 4 pgi lbh) saat itu memang saya srg terbangun. Dan tertidur sebentar lalu bgun kaget. Hingga sekarang saya masih depresi. Apalgi membaca artikel ini tntg latar gelap. Saya srg melamun,parno, histeris bahkan mau makan malah ingin muntah dan jantung berdebar2. Bagaimana menurut pendapat anda?

    • Kebetulan saya suku Dayak… tiap orang punya firasat.. ibu saya dulu sering mimpi saya hanyut tenggelam di air… waktu umur masih 7 tahun saya sering kecebur kelep entah itu diparit,disungai… firasat itu seperti sistem peringatan dini… dikenang saya ada tanda firasat mati tenggelam umur 9 tahun dihilangkan pake acara adat Dayak…

      • Bagaimana cara agar ibu anda tenang dlm menghadapi ini? Hingga sekarang saya masih merasa depresi..

        • Saya sudah membaca tentang Lucid dreamer.. saat kecil saya punya kebiasaan meletakkan cerita/komik ke bawah bantal dengan begitu saya bisa memimpikannya, saya juga sering sadar jika saya sdg bermimpi dan mampu berpikir apa yg akan saya lakukan, jika terbangun pun saya bisa meneruskan mimpi trsbt.. apa ini termasuk lucid dreamer?

  26. Saya pernah bermimpi didalam mimpi itu saya melihat ada orang meninggal dirumah tapi tidak jelas wajahnya , dimimpi itu ada tetangga2 saya yang sudah meninggal berdiri dan tersenyum kepada saya , ada yang bicara kepada saya dan memberitahu bahwa ada orang meninggal dirumah sambil memegang pundak saya , seketika saya bangun dan saya mendapat tlp dari tante saya kalau kakek saya meninggal . Saya juga pernah bermimpi teman yang tidak pernah ada kabarnya tiba2 sms saya mengucapkan selamat pagi , dimimpi itu saya membaca smsnya tepat didepan warnet dekat sekolah , saya fikir itu cuma bunga tidur dan gak mungkin terjadi tapi ternyata memang benar2 terjadi persis seperti mimpi saya , teman saya sms dan saya membaca smsnya tepat didepan warnet .
    Apa itu juga disebut precognitive dream mas ?

  27. saya juga sering mengalami mimpi jadi nyata tentang hal hal yang sangat ga penting kaya kejadian saya manggil orang, keadaan tempat kerja, adegan film, yang dikemudian hari bener bener jadi nyata dan itu cukup sering, jadi ketika saya sadar wah saya pernah mimpi ini nih, nah saya udah tau kejadian beberapa detik setelahnya bakalan kaya gimana, tapi belom pernah ke hal hal penting gitu sih, dan saya cukup heran tapi cuman bisa nikmatin aja, hehe.

  28. Saya salah satu orang yang sering mengalami Dejavu. Biar kata sering, tapi ttp aja aneh kalo udh ngerasa Dejavu. Otak kek dipaksa buat ngingat dimana dan kapan kejadian itu pernah terjadi. Saya jg sering bertelepati. Tiba2 kepikiran seseorang, beberapa menit, atau keesokan harinya orang yg saya pikirkan pasti hubungi saya. Saya pernah mimpi disuatu tempat dan pas bangun saya kayak ngerasa aneh sama mimpi itu, feelnya susah dijelasin. Trus selang beberapa minggu kemudian, saya nonton film yang sama sekali belum pernah saya nonton, tiba2 salah satu scene di film itu berlatar tempat PERSIS seperti yang saya mimpikan. Apa itu bisa disebut dgn Second Sight juga? Atau ada nama lainnya?

    • Setelah membaca komentar netter semua, akhirnya saya paham bahwa pada dasarnya saya pun masih meraba seluas apa second sight sebenernya. Pembahasan dan teori saya soal deja vu sudah pernah saya tulis di sini juga, Mbak. Ringkasnya saya berteori bahwa pada saat tidur, kita melepas & mengirim informasi ke alam semesta, jadi mungkin pada saat itu Mbak menangkap ingatan orang lain yang sudah pernah melakukan hal tersebut sebelumnya.

      Komentar di tulisan ini makin menarik!

  29. Sesak nafas kalau mulai ingat” topik ini. Saya ingin bertanya bagaimana cara membedakan imajinasi kita sendiri dengan bayangan kejadian sejarah yang ingin kita ketahui . Dalam meneliti sejarah , kebanyakan orang menggunakan logika tapi saya ingin mencoba menggunakan mimpi , ini inisiatif saya karna juga sering mengalami hal hal yang berbau topik blog ini . Tapi ketika berusaha tenang untuk menangkap gelombang suatu kejadian , ada sesuatu seperti berbisik jangan lakukan dan mungkin juga yang menyebabkan saya tidak bisa tenang karna ketakutan saya akan makhluk halus yang akan menggangu ketika saya berusaha tenang hanya saja ketakutan itu muncul ketika ingin tenang dan tidak muncul di waktu waktu selain waktu ingin tenang . Apakah ini masalah psikis ?
    Maaf kalau komentar saya ini kurang logis

    • Mbak Angela, untuk membedakan mana mimpi yang ada artinya & mana mimpi yang bunga tidur sepertinya nggak ada standar bakunya. Kalo saya sendiri cuma pake feeling, ketika saya bangun dan mempertanyakan arti mimpi saya, “Kenapa saya mimpi begini?” itu biasanya yang meyakinkan saya bahwa mimpi barusan bukan mimpi biasa. Beberapa orang menjadikan waktu terjadinya mimpi sebagai penanda, “Kalo kamu bangun dari mimpi pas denger azan subuh, biasanya mimpi kamu ada artinya,” atau, “Mimpi yang ada artinya biasanya mimpi yg terjadi sekitar jam 3.”

      Saya yakin Mbak pasti punya penanda sendiri seperti misalnya jantung yang berdetak lebih cepat dari biasanya atau adanya sisa-sisa penglihatan/pendengaran dari mimpi yang masih terbawa saat terbangun, dll.

  30. Saya mau nanya, baru2 ini teman saya upload foto, dia ada di rumah temen saya yang lain.

    Anehnya ketika lihat tempat itu, saya kyk merasa pernah ada ditempat itu, saya kaget karena saya kenal teman saya yg punya rumah ini baru sekitar 6 bulan karena dia temen satu kelas saya dan saya pun nggak pernah kerumah dia, tapi kenapa pas saya lihat foto itu, tempatnya bener2 persis seperti apa yg ada diingata saya detail bangunan dan warnanya bener2 mirip persis seperti yang saya ingat.

    Saya sempet befikir dan mengingat ingat apa emang saya pernah ke tempat yg persis sama rumahnya dia ya, terus ketika saya mengingat saya bener2 ingat nggak pernah ke tempat kyk gitu akhirnya saya memantapkan pikiran saya bahwa betul saya hanya melihat tempat itu dalam mimpi saya.

    Saya bingung kok bisa tempat yg ada dimimpi saya ternyata bener2 ada.-. Dan hal itu terjadi untuk pertama kalinya

  31. Permisi mas jadi gini kan waktu saya mimpi saya lagi lagi melakukan sesuatu , sekitar 2-3 Minggu kemudian mimpi itu kejadian jadi nyata padahal saya tidak memikirkan nya apa itu termasuk precognitive dream apa itu dejavu

  32. Mas Riyan kalau sy sering mengalami:
    1.perasaan aneh yang mendadak muncul
    2.bermimpi yang ternyata setelah bangun persis seperti apa yang ada dimimpi entah itu tiba2 ada yang bbm/tlp/manggil/mendekatiku
    3.dan pernah juga bermimpi yang kadang saya heran apa itu dan akhirnya sy cari tahu dan kemudian ketemu ternyata benar seolah mimpi itu memberikan laporan.

    utk contoh kasus (satu) sy pernah merasakan galau (ingat mantan) itu dadakan, jadi kepingin mengingat masalalau bahkan liat2 foto mantan. padahal sy sdh putus 3th. dan ternyata dia telah Tunangan dengan kekasihnya. sya berfikir apakah perasaan galau yang mendadak muncul itu memberikan laporan kalau dia tunangan?

    terus utk contoh (kedua) sy pernah bermimpi, ini kejadian sebelum mantan sy tunangan (jauh2 hari) sy bermimpi tentang mantan sya dan paginya sy lihat ternyata ada sms dan itu nomor baru, dan persis waktu itu juga sy ingat barusan sy mimpi mantan sy apakah itu sms/tlp mantan sy? kemudian sms itu pun berlanjut beberapa hari, dan setelah beberapa hari berlanjut sy beranikan diri menebak di sms tersebut kalau dia mantan sy, kemudian akhirnya dia tdk balas sms lagi. sampai sekarang masih tanda tanya mas Riyan..

    kemudian sy juga pernah bermimpi yang sangat menyayat hati sya, ini terjadi beberapa hari setelah sy merasakan galau dadakan (mengetahui pertunangan mantan) dimimpi sy itu sy melihat maaf sensor mereka berdua (mantan sy dg kekasihnya) bercum*u. dimimpi itu saya bengong, bingung, heran.. dan keesokan harinya sy cek di fb ternyata dia upload foto menggunakan pakaian pernikahan dan sangat mesra. sya bingung dg semua mimpi ini.. apakah aq mmg bisa mendapatkan laporan2 dalam mimpi dan perasaan? atau krn sy ada hubungan perasaan dg mantan?
    tapi diluar kejadian mimpi dan perasaan aneh tentang mantan sy pun sering terjadi,,

    seperti: sy pernah memusatkan fikiran sy utk bisa bertemu dg seseorang, dan diwaktu itu juga sy selalu memikirkan dia (beda orang mas) dan setelah beberapa hari sy lupakan dari ingatan, dan secara tidak sengaja ketika sy mengendari motor, entah kenapa sy kepingin melihat spion, dan apa yang terjadi,, ? di spion motor, sy melihat seseorang yng kmrn sy fikirkan, dia pun melihat sy dan tersenyum.

    sampai2 mantan sy bingung, kok kamu bisa tahu aja sih,, soalnya dulu pas mau dia mau memutuskan sy, sy merasakannya, entah itu perasaan yang selalu tdk enak, entah itu curiga2 mulu.

    diluar hubungan hati pun sy juga pernah mas riyan, soal pekerjaan.
    waktu itu memusatkan fikiran sy kepada seorang pengusaha besar, supaya beliau mau mengajak sy untuk bekerja sama. setelah sy memusatkan fikiran itu, ternyata beberapa minggu kemudian setelah sy lupa sy ditelpon sekretarisnya untuk datang dan ternyata tepat sekali spt apa yang saya fikirkan beliau mengajak sy bekerjasama.

    kalau menurut mas Riyan semua yang saya alami termasuk apa ya?
    maaf nih, banyak cerita.. soalnya saya juga bingung harus cerita sama siapa lagi.. teman2 sy yang sy ceritakan cuma bisa angguk2 hehe,, lah mau gimana lagi mrk gk pernah ngalamin mungkin.. hehe

  33. assalamualaikum kak,
    saya mau bertanya,,
    saya sering melamun,, nah ketika melamun ,, pikiran saya selalu membayangkan hal hal yang tidak saya ingin pikirkan,, maksudnya,, muncul begitu saja dalam lamunan. namun tak berapa lama setelah lamunan itu, hal yang saya lamunkan benar benar terjadi,,
    hal ini dimulai semenjak kelas 2 smp, awalnya hanya memikirkan hal hal sepele seperti ada temen yang menggambar pola tertentu di buku,, atau temen yang memberikan sebuah soal teka teki,,
    namun lama kelamaan,, bayangan di lamunan itu semakin mengerikan,,
    orang kecelakaan,, tetangga yang bunuh diri, bencana alam, kebakaran, sampai orang yang kepala nya putus karena terlindas truk,,
    awalnya saya nggak percaya,, namun bayangan bayangan lamunan itu semakin sering muncul,,
    rentang jarak antara bayangan itu sama kejadian nyata ,, paling cepat 1 jam, dan sejauh ini , paling lama 1 hari ,,
    mohon penjelasannya kak,,,
    terima kasih,,

    • Menurut saya, kita hanyalah receiver dari apa yang akan terjadi, Mbak. Sebelum sebuah peristiwa terjadi, pasti ada tanda-tanda yang mendahului misalnya sebelum hujan pasti ada mendung, atau ada gerimis, dsb. Kalo kita naruh handphone di deket speaker, saat mau ada panggilan masuk atau SMS pasti speakernya bakal bunyi prepet prepet.

      Seperti itulah kira-kira gambarannya…

  34. Saya mau bertanya saya sering bermimpi dalam satu mimipi itu bisa terdiri dari beberapa alur cerita akhir2 ini sangat sering terjadi tapi ketika terbangung hanya beberapa yg dapat saya ingat detailnya dari beberapa detail yg saya ingat terkadang terjadi di dunia nyata bahka kadang saya merasa bingung seperti memiliki kenangan kejadian ini seperti sangat nyata namun lupa itu didunia nyata atau didalam mimpi
    Apa mimpi2 saya ini memiliki arti tertentu atau hanya sekeder mimpi biasa ?

    • Mbak Anin, salah satu karakteristik mimpi adalah kemampuannya menjadikan peristiwa dalam mimpi tersebut sebagai kenangan, saya juga beberapa kali mengalami hal itu. Mungkin itu yang disebut sebagai deja vu πŸ™‚

  35. Jadi gini gan, kalo yg agan contohin itu kan kayak gini

    Si pemimpi sudah mengetahui peristiwa tersebut akan terjadi (lebih tepatnya sudah merencanakan), misalnya mimpi naik pesawat ke satu tempat, itu juga tidak bisa disebut Precognitive Dream apabila si pemimpi memang sudah menjadwalkan pergi ke tempat tersebut.

    Nah kalo yg ane rasain itu, misal

    Beberapa tahun sebelum ane bepergian dan akan naik pesawat tsb ane sudah memimpikannya dan pada saat perjalanan di pesawat ane menyadari kalo ane pernah bermimpi demikian.

    Itu sering terjadi di ane.
    Nah yg paling baru ane rasain itu ketika ane kerja di tempat yg sekarang jd spg hp. Dan ane pernah bermimpi ini beberapa tahun sebelumnya (mungkin)
    *krn kasusnya ane sering gak sadar kalo ane pernah mimpi seperti itu dan sadarnya pas sudah kejadian*

    Apakah itu termasuk precognitive dream?
    Atau apakah ada penjelasan lain tentang kasus ane?
    Mohon jawabannya ya gan πŸ™‚

    • Kalo memang tidak direncanakan, bahkan kepikiran pun belum, saya rasa apa yang Mbak alami bisa disebut sebagai ‘precognitive dream’. Yah, banyak hal yang seolah tak masuk akal tapi benar terjadi πŸ™‚

  36. apakah mimpi saya bisa disebut seperti itu dulu saya pernah bermimpi ada cat abuabu kebiruan dan setelah beberapa hari saya masuk kesekolah yg emang catnya seperti itu saya memilih dua sekolah namun saya mengharapkan pilihan pertama namun pilihan kedua itu justru saya tidak pernah melihat ataupun kesekolahnya setelah bermimpi seperti saya diatas saya tdk diterima disekoalh pertama padahal catnya sama namun justru saya keterima sekolah kedua saat saya lihat catnya sama seperti didlm mimpi saya. Kedua saya pernah bermimpi sedang diatas tangga saya melihat kebawah dan saat saya masuk sekolah saya berpikir jika mimpi saya cuma bunga mimpi karna tempat tangga itu justru tidak ada tangga disana malah tangga itu ada disebelah kiri bukan ditengah. beberapa hari kemudian tangga kiri dirobohkan dan diganti ke tangga tengah saya sudah berpikir jika mungkin merek mengerjakn tangga tengah sesuai mimpi saya itu benar mimpi itu terjadi saya pun pergi kesana diatas tangga itu persis seperti dimimpi dan saat saya melihat kebawah saya tidak percaya jika itu benar terjadi.

Tinggalkan komentar, komentar Anda mungkin memerlukan moderasi

%d blogger menyukai ini: