belanja online (kabarbisnis)

Pasang Iklan Online? Jangan Slow Respon!

FJB Kaskus masih jadi pilihan utama saat saya ingin membeli beberapa barang yang sulit dicari di toko offline atau sekadar ingin mencari barang seken dengan harga yang – istilahnya – masih bisa digoyang.  Beberapa barang yang saya dapat melalui forum tersebut diantaranya USB modem CDMA, VGA card, jam tangan, DVD anime, DVD aplikasi, DVD game, casing DVD custom, wireless keyboard-mouse, android tv box, dll.  Barang yang paling sering saya cari di Kaskus adalah telepon genggam, baik baru maupun seken.

Selain barang, banyak juga seller yang menawarkan jasa untuk pembelian dengan kartu kredit.  Saya juga sering menggunakan jasa ini untuk membeli beberapa template ataupun game.

Alhamdulillah selama bertransaksi dengan seller Kaskus selama bertahun-tahun, saya tak pernah ditipu.  Hanya saja, beberapa waktu belakangan ini saya merasa kebanyakan seller di Kaskus tergolong slow respon.  Mereka memasang iklan – kadang dengan judul “Jual Cepat” namun butuh waktu lama bagi mereka untuk menjawab pertanyaan dari calon pembeli.

Ujung-ujungnya barang yang diiklankan tak kunjung laku, bahkan setelah berbulan-bulan.

Jujur saja, saya juga beberapa kali menjual barang-barang ex pemakaian pribadi seperti telepon genggam, komponen komputer, modem, dll, dan bisa saya katakan bahwa barang-barang yang saya iklankan rata-rata laku dalam waktu 2 hari – meski terkadang saya belum sempat memasang foto produk yang diiklankan.

Lewat tulisan ini saya hanya ingin berbagi apa yang saya lakukan ketika memasang iklan di Kaskus.  Siap menyimaknya?

Pertama, Judul yang Enak Dibaca & Mengundang Rasa Ingin Tahu

Perkara judul memang gampang-gampang susah, hanya saja saya lebih menyarankan untuk membuat judul yang menekankan nilai lebih barang yang dijual ketimbang membuat judul yang biasa-biasa saja.

Misal:

Dengan rumor saat ini bahwa aplikasi perpesanan WhatsApp hanya bisa dijalankan di perangkat bersistem operasi iOS 7, kita bisa menyebutkan poin tersebut saat bermaksud menjual iPhone 4, misalnya.

Judul “iPhone 4 iOS 7, Masih Bisa WhatsApp-an” tentu lebih mengundang dibanding “iPhone 4, Masuk Gan!”

Dalam bahasa kerennya mungkin kita fokus pada apa yang kira-kira diinginkan/dibutuhkan pelanggan.

Judul lain, misalnya:

  1. “Hisense F30, 4G Murah RAM 2GB”
  2. “Lumia 520 White, Mulus & Lengkap”
  3. “Polytron Zap 6 Power, Batrenya 5800 mAh”

Dengan judul di atas, kita juga secara tidak langsung akan mengedukasi calon pembeli.  Pembeli yang awalnya hanya tahu merk tertentu ada kemungkinan akan membandingkan iklan kita dengan merk yang dia cari.

Jadi, jangan hanya bermain di kata “murah”.

Isi Iklan Harus Detail

Saya agak kesal saat membaca iklan yang hanya terdiri dari 2-3 baris.

Dijual gan Blackberry Z10 punya temen.

Minat SMS or WA di xxxx

Saat menemui iklan semacam itu, saya biasanya langsung menekan tombol ‘close’ atau ‘back’ di peramban.

Apa sulitnya sedikit menambah informasi soal produk tersebut?

Dijual gan, Blackberry Z10 black punya temen ane.

Layar bening & mulus, kameranya juga.

Batre nggak kembung & masih tahan berjam-jam meski garansinya barusan aja habis.

Minusnya cuma ada dent di pojokan aja.

Minat?  Ane bisa dihubungi di xxxx (SMS/WA), ditunggu ya gan, haturnuhun!

Nomor Kontak?  Harga?  Lokasi?

Ketiga poin di atas adalah kewajiban bagi seller, dan banyak dari mereka yang hanya mencantumkan sebagian atau malah tidak dicantumkan sama sekali.  Mungkin sebagian seller berpikir bahwa dengan tidak mencantumkan poin-poin tersebut, iklannya akan banyak menjaring calon pembeli.

Tapi yang terjadi malahan waktu & energi seller akan terkuras untuk menjawab pertanyaan dari calon pembeli yang sekadar ingin tahu alias bukan pembeli potensial.  Ada yang lokasinya deket tapi bujetnya nggak ada, ada yang bujetnya cukup tapi lokasinya terlalu jauh, ada juga yang bingung ke mana harus menghubungi seller karena tidak ada informasi soal itu.

  1. Dengan mencantumkan nomor kontak, calon pembeli tahu ke mana bisa menghubungi kita. Untuk kepraktisan, bagi seller perorangan saya lebih menyarankan komunikasi melalui SMS, tak perlu WA apalagi BBM karena toh komunikasi dengan calon pembeli kemungkinan akan berakhir usai transaksi.
  2. Dengan mencantumkan harga, kita akan menyaring calon pembeli sehingga hanya yang memiliki bujet cukup yang akan menghubungi kita. Tawar-menawar pasti ada, tapi kisarannya tidak akan jauh dari harga yang sudah kita tentukan.  Informasikan juga apakah harga sudah nett atau masih bisa ditawar lagi.  Tanpa informasi itu, jangan marah apabila ada calon pembeli yang menawar.
  3. Dengan mencantumkan lokasi, pembeli potensial bisa didapat dari lokasi yang dekat dengan kita. Proses COD pun tidak akan menguras banyak tenaga dan waktu, atau barang bisa dikirim menggunakan jasa pengantaran online seperti GoSend misalnya dengan biaya yang tidak terlalu tinggi.  Belum lama ini saya kecele oleh seorang seller yang hanya mencantumkan lokasinya di ‘Jakarta Selatan’, begitu harga sudah cocok, eh saya keberatan karena lokasi COD yang terlalu jauh buat saya meski sama-sama Jakarta Selatan.  Menggunakan jasa GoSend tidak mungkin karena mahal, menggunakan JNE artinya membuang waktu 1-2 hari, ditambah seller hanya bersedia COD di sekitar lokasinya, akhirnya saya membatalkan transaksi.

Slow Respon = Kehilangan Peluang

Ada pepatah yang kira-kira berbunyi, “Tempalah besi selagi panas” yang menurut saya bisa diaplikasikan saat kita memasang iklan di internet.

Dengan mencantumkan nomor kontak, tidak mungkin tidak ada yang menghubungi kita.

“Barang masih ada gan?  Ane minat.”

“500 lepas nggak gan?”

“Bisa COD sekarang di xxxx?”

“Barang ada minus nggak?  Lokasi di mana?”

Itulah risiko kita sebagai seller, selalu ada pertanyaan ataupun penawaran yang di luar dugaan kita.  Yang harus diingat adalah, kita harus menjawab semua pertanyaan tersebut dengan segera sambil usahakan memancing minat ybs.

“Masih gan, silakan mumpung masih available :)”

“Kalo bisa ditambahin dikit lagi, gan :)”

“Posisi ane di yyyy, coba nanti ane kabari lagi.”

“Kondisi sesuai trit gan, lokasi ada di yyyy, agan di mana?”

Bandingkan dengan jawaban di bawah ini:

“masih”

“belum dpt gan”

“jauh gan”

“minusnya bla bla bla bla…”

Sepanjang pengetahuan saya, jawaban-jawaban di atas membuat calon pembeli jadi malas berkomunikasi lebih lanjut, apalagi jika ada jarak waktu yang lama antara pertanyaan si calon pembeli dengan jawaban dari seller.

Nanya jam 2 dijawab jam 6, males banget kan?

Untuk mempertegas, sekali lagi kita harus ingat bahwa kita harus segera menjawab pertanyaan dari calon pembeli.  Saya pernah kasihan terhadap seorang seller yang baru menjawab pertanyaan saya setelah 5 jam yang intinya dia setuju pada penawaran yang saya ajukan (dan saya yakin itulah penawaran terbaik yang dia dapat karena saya sudah serius ingin membeli produk yang ditawarkannya).  Namun apa boleh buat, ketiadaan kabar selama 5 jam itu sudah membuat saya memutuskan bertransaksi dengan seller lain.

Khusus untuk harga, manusiawi memang apabila kita berharap ada penawaran tertinggi untuk iklan yang kita pasang, misalnya:

  1. Kita memasang harga Rp 700.000
  2. Calon pembeli (CP) 1 mengajukan harga Rp 400.000
  3. CP 2 Rp 450.000
  4. CP 3 Rp 600.000
  5. CP 4 Rp 500.000
  6. CP 5 Rp 625.000

Kita sudah mendapat penawaran tertinggi namun masih berharap ada yang lebih tinggi lagi.

Bagaimana menyiasatinya?

Untuk CP 1 & 2, kita bisa meminta agar mereka menaikkan nilai penawarannya, kalau perlu diimbuhi informasi bahwa saat ini sudah ada yang menawar dengan harga lebih tinggi.

“Maaf gan, kalo bisa naik lagi soalnya ini sudah ada yang nawar lebih tinggi”

Untuk CP 3, kita bisa menjawab seperti ini,

“Nanti ane kabari lagi gpp gan?  Ane lagi proses deal-dealan sama buyer lain.”

Dengan jawaban itu, kita sudah berusaha mengunci agar calon pembeli bersedia menunggu hingga beberapa jam.

Untuk CP 4, kita bisa mengirimkan jawaban yang sama seperti CP 1 & 2.  Nah, saat datang penawaran dari CP 5 yang merupakan tawaran tertinggi dan kita langsung deal, kita bisa mengirim kabar ke CP 3 yang sebelumnya sudah kita janjikan,

“Maaf gan, ane sore ini sudah fix janjian COD.  Thx penawarannya, moga-moga kita bisa COD-an lain kali.”

Lalu bagaimana seandainya tidak ada penawaran dari CP 5?  Kita bisa mengirim pesan ke CP 3 sbb:

“Sore gan, sepertinya rejeki kita berdua nih.  Yang sudah deal tadi ternyata lokasinya jauh, agan masih minat?”

Biasanya saat itu CP 3 masih menunggu kabar dari kita hingga akhirnya tercapai sebuah kesepakatan.

Itulah yang biasanya saya lakukan ketika memasang iklan di – dalam hal ini – Kaskus, semoga tulisan saya kali ini bermanfaat, selamat malam!

Sumber gambar: kabarbisnis
Tulisan ini dipublish pertamakali di blog.ryanmintaraga.com, copasing diizinkan dengan mencantumkan URL lengkap posting di atas atau dengan tidak menghapus/mengedit amaran ini
34 orang sudah membaca tulisan ini

Tinggalkan komentar, komentar Anda mungkin memerlukan moderasi

%d blogger menyukai ini: