didera kasus pelecehan seksual, go-jek masih menjadi sarana transportasi pilihan (foto : aktual)

Kasus Pelecehan Seksual, Driver Go-Jek Dipecat!

Reputasi Go-Jek tercoreng oleh ulah seorang oknum drivernya!  Oknum driver berinisial Ir tersebut terbukti telah melakukan pelecehan seksual terhadap penumpang wanitanya.

Saya tahu kasus ini dari sebuah share yang dilakukan seseorang dalam lingkaran pertemanan saya.  Tautan yang disertakan kemudian membawa saya ke forum komunitas Kaskus.  Berikut kronologis lengkap unek-unek ikhwal perilaku oknum driver Go-Jek tersebut, saya kutip lengkap dan diedit seperlunya :

Ini kejadian yg telah di alami oleh saudara saya, saat memesan gojek dari sekolah menuju pulang.  Tolong di simak gan

Marah dan sangat kecewa ketika adik perempuan saya memakai jasa Gojek dengan layanan Go ride berjalan dari sekolahnya menuju rumah.  Awalnya di tengah perjalanan sang driver menceritakan masalah seksnya kepada adik saya, tapi adik saya tidak menanggapi hal tsb.  Berulang kali adik saya mendiamkan percakapan tsb, tetapi hal konyol malah dilakukan sang driver ketika sampai di tempat tujuan.

Saat adik saya membayar, sang driver (Ir*** +628121947***) berani memegang dan menahan tangan, merangkul tubuh, menempelkan mukanya ke leher adik saya.  Yang disana adik saya mencoba mendorong driver tsb untuk melawan, tetapi driver yang sudah nekat itu berani melakukan hal brengseknya dengan melakukan hal yang paling tidak sopan yaitu memegang bokong dan kemaluan adik saya.

Saya dan keluarga sangat kecewa dengan prilaku driver gojek seperti ini.  Ditambah lagi ketika kami melakukan pengaduan kepihak gojek, pihak gojek seperti tidak menanggapi hal ini dengan serius, dengan lambatnya tanggapan dan tidak mau mengkonfirmasi sanksi apa yang di berikan gojek kepada sang driver.

Saya sempat meminta pihak gojek memfasilitasi kami selaku keluarga korban dengan driver sebagai pelaku, hal seperti ini pun sama sekali tidak di lakukan perusahaan layanan jasa besar itu.

Melihat kemungkinan besar sang driver masih berkeliaran dengan bebas dan tidak mendapatkan sanksi apapun, kami sekeluarga melaporkan kejadian ini ke pihak yang berwajib, untuk segera menegur pihak gojek dan menangkap pelaku agar mempertanggung jawabkan perilakunya terhadap konsumsen.

Saya menghimbau untuk berhati-hati dalam menggunakan layanan jasa gojek.  Agar kejadian ini tidak terulang kepada orang lain.  Orang-orang terdekat dan yang kita sayangi.

Tolong bantu di share ya gann

Posting di atas dilengkapi screenshot SMS oknum Go-Jek tersebut pada korban sbb :

sms pelaku pelecehan seksual pada korbannya sesaat setelah kejadian (screenshot dari kaskus)

Entah apa maksudnya SMS tersebut, kemungkinan merupakan penyangkalan bahwa apa yang ia lakukan sebelumnya adalah perbuatan yang tidak patut dan ia (pelaku) berupaya meyakinkan korbannya bahwa insiden tersebut adalah sebuah pembelajaran.

Pembelajaran?  Really?  Dilakukan tanpa kehendak orang yang ‘diajari’?  Bukannya itu adalah sebuah pemaksaan?  Pelecehan seksual?

Bicara soal pelecehan seksual, berikut definisi yang saya kutip dari blog pustaka-makalah sbb :

“Pelecehan seksual adalah segala macam bentuk perilaku yang berkonotasi seksual yang dilakukan secara sepihak dan tidak diharapkan oleh orang yang menjadi sasaran hingga menimbulkan reaksi negatif : rasa malu, marah, tersinggung, dan sebagainya pada diri orang yang menjadi korban pelecehan.”

Sedikit tambahan dari situs hukumonline, bahwa unsur penting dari pelecehan seksual adalah adanya ketidakinginan atau penolakan pada apapun bentuk-bentuk perhatian yang bersifat seksual, sehingga bisa jadi perbuatan seperti siulan, kata-kata, dan komentar yang menurut budaya atau sopan santun  setempat adalah wajar namun bila tidak dikehendaki oleh si penerima perbuatan tersebut maka perbuatan itu bisa dikategorikan sebagai pelecehan seksual.

Pelecehan seksual dapat dijerat dengan pasal percabulan (Pasal 289 s.d. Pasal 296 KUHP).  Dalam hal terdapat bukti-bukti yang dirasa cukup, Jaksa Penuntut Umum yang akan mengajukan dakwaannya terhadap pelaku pelecehan seksual di hadapan pengadilan.

Kembali ke topik.

Posting tersebut dengan cepat menjadi viral di dunia maya bahkan diangkat pula oleh beberapa media online diantaranya Kompas dan Okezone.  Sayangnya beberapa media online menggunakan bahasa yang terkesan kurang pantas dalam memberitakan kasus pelecehan seksual tersebut.  Menggunakan sudut pandang yang berbeda, mungkin?  Atau demi trafik?  Entahlah.

Pelecehan Seksual : Respons PT Go-Jek Indonesia

Pihak Go-Jek rupanya bertindak cepat.  Dalam hitungan jam mereka mengambil tindakan-tindakan tegas yang diperlukan.  Masih dilansir dari forum Kaskus, pada tanggal 13 Februari jam 19.30 WIB diadakan mediasi antara pihak-pihak terkait di kantor Go-Jek Indonesia Jln. Benda Raya No. 1C Cilandak yang dihadiri oleh :

  1. Keluarga korban,
  2. Rifai, Agus, Robby, Manto (Tim Satgas Go-Jek),
  3. Bonifasius Bayu (Manager Safety Ops),
  4. Toni (Asisten Manager Safety),
  5. Reta Andriana (Manager Cust. Care),
  6. Suhartono (TL ECU),
  7. Kartika Sari (TL Cust. Care),
  8. Pelaku.

Mediasi tersebut menghasilkan:

  1. Pelaku mengakui semua perbuatannya.
  2. Pelaku berjanji menjauhi area sekitar sekolah dan tempat tinggal korban mulai tanggal 13 Februari 2016 pukul 19.30 WIB sampai batas waktu yang tidak ditentukan.
  3. Memberikan semua data pribadi pelaku kepada pihak keluarga korban, untuk alasan keamanan.
  4. Pelaku tidak melakukan perbuatannya kembali dengan cara apapun kepada adik kami dan orang lain.
  5. Pihak PT. Go-Jek Indonesia telah memberikan pernyataan resmi di berbagai media atas kasus ini.
terduga pelaku pelecehan seksual saat mediasi di kantor go-jek (foto : kaskus)

Keesokan harinya, pihak Go-Jek memutus kemitraannya dengan pelaku atau dengan kata lain pelaku dipecat dari Go-Jek.

“Kami selaku institusi tidak dapat menoleransi kejadian ini dan telah mengambil keputusan tegas dengan memutuskan kerja sama dengan pelaku,” terang Rindu Widuri Ragillia, PR Manager PT Go-Jek Indonesia seperti dikutip dari Kompas.com.  “Tindakan serupa tidak dapat ditoleransi dan pelakunya pasti langsung ditindak tegas.”

Penutup

Tindakan tegas Go-Jek yang memutus kemitraan dengan oknum driver yang telah melakukan tindak pelecehan tersebut patut diapresiasi – meski sebagian netizen merasa pesimis akan langkah tersebut.  Mereka (netizen) berharap agar kasus ini diteruskan ke ranah hukum.

Terlepas dari itu, akibat kasus tersebut pihak Go-Jek mengalami kerugian akibat anjloknya reputasi yang sudah dibangun.  Kasus pelecehan yang dilakukan oknum driver tersebut – harus diakui – menimbulkan kecemasan tersendiri terhadap penumpang wanita yang biasa menggunakan jasa Go-Jek.

Semoga tidak ada lagi kasus-kasus serupa karena bagaimanapun Go-Jek (dan kawan-kawannya) saat ini masih menjadi transportasi pilihan sebagian masyarakat, khususnya di ibukota.

Referensi & Tautan Luar :

  1. Pelecehan seksual oleh driver GO-JEK, Kaskus
  2. Curhat Keluarga Penumpang Korban Pelecehan Oknum Driver Gojek Viral di Sosmed, ChirpStory
  3. Pelecehan Seksual, Pustaka Makalah
  4. Jerat Hukum dan Pembuktian Pelecehan Seksual, HukumOnline
  5. Go-Jek Pecat Driver “Mesum”, Kompas
  6. Tegas, GoJek Pecat Driver yang Berbuat Cabul, Blog-Technology
sumber gambar
Tulisan ini dipublish pertamakali di blog.ryanmintaraga.com, copasing diizinkan dengan mencantumkan URL lengkap posting di atas atau dengan tidak menghapus/mengedit amaran ini
2.944 orang sudah membaca tulisan ini

4 thoughts on “Kasus Pelecehan Seksual, Driver Go-Jek Dipecat!

  1. Ternyata banyak juga tukang go-jek yang nakal.
    Ada juga yang cerita kalau seorang wanita dibawa keliling oleh supir gojek ke temat yang sepi. Bukan tujuannya. Ngeri.
    Cuman di kasus ini, keluhannya ditanggapi.
    Kalau cerita wanita itu, keluhannya tidak ditanggapi, supir gojeknya cuma kena skor 1 minggu. Tidak dipecat.

Tinggalkan komentar, komentar Anda mungkin memerlukan moderasi

%d blogger menyukai ini: